
Saat ini Ila sedang di kamar nya jam baru menunjukkan pukul 8:30 Ila dan Arka baru saja siap tadarusan bersama. Saat ini Seno sedang di kamar nya sedang mengerjakan pr sekolah nya.
Sedangkan Arshaka terlalap lebih awal karena kata Bi Tina, Arshaka tadi ngak tidur siang jadi cepat tidur malam nya. Biasanya bangun tengah malam.
Saat ini Ila sedanng menyandarkan setengah tubuhnya pada sang suami yang sedang bersandar pada kepala ranjang mereka.
“Yang kamu banyak teman ya selama kuliah dulu,” Tanya Arka sambil mengelus sayang rambut panjang istrinya.
“Di bilang banyak ngak juga, di bilang dikit mereka lumayan banyak,” kata Ila sambil masih memain kan ponselnya.
“Teman kamu banyak yang bule ya?” Tanya Arka.
“Lumayan juga sih Mas, kan dulu sempat ikut pertukaran mahasiswi ke Amerika jadi temannya pasti bule,” kata Ila.
“Kamu ngak canggung gitu kalau berada lagi sama teman teman bule kamu?” Tanya Arka.
“Awalnya sih iya, tapi kan 1 semester di sana kan cukup lama jadi ya ngak asing sih,” kata Ila.
“Kamu pernah jatuh hati ke teman bule kamu ngak sih yang?” kata Ila.
“Ada apa nih nanya nanya, kek nya ada yang lagi cemburu nih?” Tanya Ila melihat ke arah suaminya. Seraya memberi tatapan menggoda.
“Bukan gitu Sayang, merakakan ganteng ganteng tuh. Putih - putih dan tinggi juga matanya pada biru biru pasti keren, masa kamu ngak kecantol?” Tanya Arka.
“Mereka ngak ada bedanya kali Mas sama aku. Mata aku juga biru, wajah juga perpaduan Western ama Chinese. Ya jadi serasa balik kampung aja.”
“Mas ngak sadar ya? kalau Ila ini cantik banget?" Ila menatap suaminya seraya dengan senyuman menggoda.
“Ih mukanya kenapa kayak gitu, ge er banget deh kamu Yang. Pd banget kamu Yang.”
“Emang aku pd, kan emang cantik,” kata Ila dengan tingkat kepercayaan diri di atas rata rata.
“Iya deh yang wajah kayak cewek cewek bule. Istri kesayangannya Mas. Mas tu cuman pengen tahu tentang masa lalu kamu,” kata Arka.
“Aduh Mas ngak usah bahas masa lalu. Kan Mas masa depannya Ila,” kata Ila mengecup pipi suaminya.
“Udah ah, dari pada galau bobok yuk. Biar cepet bangun buat sholat tahajjud nanti. Mas capek kan,” kata Ila.
__ADS_1
Ila sebenar nya sudah sangat mengantuk akan tetapi Arka masih gelisah dan pergerakan yang di lakukan Arka cukup membuat Ila terbangun.
“Mas kenapa? Badannya capek capek?” Tanya Ila.
“Mas ngak bisa tidur yang, gelisah dari tadi," kata Arka.
“Mau Ila buatin susu hangat biar perut nya nyaman trus bisa tidur?” tanya Ila.
“Boleh kalau ngak repot Yang," kata Arka.
“Masa buat cinta nya Ila, Ila repot sih,” Ila berlalu pergi ke dapur.
“Andai aja kamu tahu aku ngak bisa tidur gara gara mikirin kamu yang punya circle orang orang ganteng Sayang. Aku terlalu takut untuk kehilangan kamu Yang. 3 bulan berlalu aku sudah sangat terbiasa dengan mu istriku. Sehingga ketakutan terbesar itu sering kali datang menghampiri Sayang.” Batin Arka menatap nanar pintu yang tertutup.
Ila membuka pintu kamar dengan 2 gelas susu hangat di nampan yang Ila bawa.
“Mas ayo diminum mumpung masih anget,” kata Ila.
“Mas ada masalah? Kok ngak bisa tidur?” Tanya Ila.
“Kalau Mas ada masalah bagi sama Ila, kita ini teman hidup Mas. Jangan ragu buat cerita ke Ila apapun yang Mas rasakan,” kata Ila.
“Obat gelisah buat ila mah ngak ada yang lain dari pada mengingat asma Allah, Mas. Sebaik baiknya penenang adalah Allah. Kalau Ila susah tidur ya zikir aja ampe ketiduran sambil matanya di pejamin biar bisa ketiduran,” kata Ila.
“Sesimple itu Yang?” tanya Arka.
“Ya ngak gitu juga tergantung masalahnya apa. Tapi so far ya Mas, ngak ada masalah yang bisa di hadapin di atas sejadah. Itu ikhtiar awal kita. Karena Allah itu maha memiliki dunia dan segala isi nya,” kata Ila.
“Kamu pernah di titik terandah kamu ngak sih yang?” Tanya Arka.
“Ya pernah lah Mas ” kata Ila santai.
“Apa yang kamu lakuin?”
“Seperti yang Ila katakan di awal, sebelum Ila berikhtiar dengan manusia maka Ila minta dulu kepada pemilik manusia yaitu Allah SWT,” kata Ila.
“Yang kamu pernah di tinggalin orang yang kamu sayang ngak sih? Seperti seseorang yang kamu ingin dia jadi pasangan kamu?” Tanya Arka.
__ADS_1
“Emang Mas siap dengar? Ila ngak mau Mas cemburu. Itu Cuma masa lalu Ila, masa depan Ila itu Mas jadi jangan cari penyakit hati dengan ngungkit hal yang akan buat luka sendiri,” kata Ila.
“Mas serius sayang,” kata Arka.
“Pernah di tinggal nikah,” kata Ila sambil tertawa.
“Laki - laki yang kamu suka menikah dengan orang lain?” Tanya Arka.
“Ya begitulah,” Ila masih dengan senyumannya.
“Lalu gimana cara nya kamu move on dari dia Yang. Kayaknya enjoy banget ceritanya.” Tanya Arka.
“Cinta boleh Mas, goblok jangan. Itu yang selalu Ila bilang Kediri Ila. Tapi yang paling ampuh bukan itu. Ila bercerita di setiap sepertiga malam Ila kepada pemilik hati, jika Ila tak mau berlarut dengan rasa kecewa.”
“Karena bagaimana pun Ila takut nanti waktu Ila di panggil pulang karena galau Ila malah ngak punya bekal buat balik kampung. Bahaya Mas kebakar tangan waktu ngidupin kompor aja panas banget apalagi nerakanya Allah. Jangan di Tanya, nauzubillah hi minzalik,” kata Ila dengan wajah meneduhkan juga senyuman lebarnya yang terselip disana.
“Mas takut kehilangan kamu yang. Kayaknya teman teman kamu pada muda dan tampan semua,” Kata Arka.
“Mas Ila ngak bisa janjikan apapun sama Mas. Tapi satu hal bisa Ila katakan pada Mas.“ Ila menatap serius suaminya.
“Kita hanya bisa saling berusaha untuk saling menjaga. Jika Mas takut Ila di rebut oleh laki laki lain. Gimana kalau Ila di rebut takdir Ila sendiri? Semenit bahkan sedetik pun Mas ngak bisa nahan Ila kan?” jelas Ila.
“Jangan terlalu banyak berfikir negative Mas. Ngak baik buat kesehatan Mas sendiri,” kata Ila.
“Yuk tidur, istigfar ampe ketiduran. Insyallah Allah mudahkan,” kata Ila.
Pagi ini Ila sudah sibuk dengan aktivitas nya sebagai ibu dan istri. Ila menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Seperti biasa Ila sudah rapi dengan gamis senada dengan hijab nya.
Arka datang dari lantai 2 dengan tas kerja nya dan dasi yang tersangkut di leher nya tanpa di pasangkan dengan benar.
“Yang bantuin Mas dong, dasinya ngak mau kepakai.”
“Dasinya nakal, mau nya cuman ayang yang bantu makein,” kata Arka.
“Gombal terus!”
“Masih pagi Mas.” Ila lalu memasangkan dasi suaminya.
__ADS_1
See you guys…..