Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab.46


__ADS_3

Tangisan Ila semakin deras di dekapan Selena. Sedangkan Arka tersenyum melihat dari kejauhan. Arka menggendong Arshaka di gendongannya dan Seno memegang tangan kanannya.


"Papa, Bunda kenapa nangis?" Tanya Seno pada sang ayah.


"Bunda lagi seneng makanya nangis. Bunda lagi ketemu Papa dan Mama nya yang asli."


"Maksudnya gimana Papa, emang Bunda punya Papa dan Mama yang palsu?" Tanya Seno.


"Sayang, kamu punya Mama dan juga punya bunda. kalau di posisikan jika Bunda itu adalah Seno. Maka maksud Papa, Seno lagi ketemu sama Mama. Mama Raya maksud Papa."


"Oo jadi Bunda ketemu Papa nya Bunda ya Pa?"


"Iya sayang!"


Selena dengan sabar mengelus punggung anak sambungnya. Abraham tak sanggup menahan air mata. Pelukan itu Abraham juga inginkan, dia ingin merasakan di peluk hangat oleh anak kandungnya sendiri.


Terlebih wajah dan perawakan Ila sangat mirip dengan Yinxia hanya mata dan warna kulit serta warna hijau zamrut mata Ila yang sangat mirip dengannya. Selebihnya Ila adalah Fotocopy dari Yinxia.


"Kamu mau mengawali hubungan ini sebagai sebuah pertemanan?" Tanya Selena.


"Aku bingung Mom, ini terlalu tiba tiba. Hari kemaren aku masih anak Ibu dan Bapak bagaimana mungkin jika aku keturunan China dan Amerika."


Ila mengutarakan kebingungannya di sela - sela tangisnya.


"Sayang! meski kita tidak satu keyakinan. Tapi Mommy percaya ini adalah takdir tuhan. Mommy bahagia bisa memiliki anak seperti mu. Mommy yakin kamu hanya butuh waktu."


"Aku sudah maafkan kesalahan Daddy, aku juga ngak mau marah lagk sama Ibu dan Bapak."


"Ibu maafin Ila ya, Ila hanya bingung mau berlaku seperti apa."


"Ngak papa sayang. Ibu tahu Nak, kamu pasti bingung dengan semua ini. Dan maafkan juga Ibubyang tidak mengatakan ini sejak awal. Ibu hanya takut jika kamu membenci Ibu. Jika tahu kebenarannya."


Ila memeluk Ibu Tia dengan erat dan mencium pipi ibunya. Berkali - kali kata maaf dan terima kasih dia ucapkan pada sang ibu.

__ADS_1


Ila pun menerima pelukan penuh harap dari sang Daddy, bagaimanapun sekarang hanya Daddy kandung nya yang tertinggal. Dia tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan berbakti pada orang tua. Apalagi ibu kandungnya telah tiada.


"Terima kasih Sayang! Daddy sangat menyangimu."


Setelah pembahasan penuh drama tangis - tangisan saat ini semua berkumpul di ruang keluarga rumah Arka.


"Silakan di minum Tuan dan Nyonya," kata Bi Surtu dan Bi Tina yang mengantar minuman dan makanan ke ruang keluarga.


"Makasih Bi," Kata Ila dan Arka bersamaan.


"Oh iya sweety kemungkinan 2 atau 3 hari lagi Daddy akan kembali ke New York. Mengenai tawaran Daddy tadi bagaimana? Apakah kamu dan suami kamu mau tinggal sama Daddy dan Mommy di New York? Daddy sangat berharap kalian bisa ikut serta ke rumah Daddy dan Mommy di New York."


"Dad, sebenarnya aku masih nyaman di sini. Kalau aku ikut Daddy dan Mommy pasti suasana baru dan juga sangat asing. Apalagi aku sedang hamil baby kembar. Mungkin untuk sementara kami belum bisa ikut ke tempat Daddy dan Mommy. Lagi pula Daddy dan Mommy masih tetap bisa mengunjungi kita di Indonesia." kata Ila menanggapi permintaan Daddy Abraham.


"Sayang! lagi pula urusan di kantor masih bisa di handle sama orang kepercayaan kamu. Kenapa kita tidak menetap saja di Indonesia selama masa kehamilan putri kita. Apalagi ini kehamilan pertama kan.


Langsung kembar 2 lagi. Akan sangat baik jika kita turut mendampingi putri kita hingga melahirkan cucu kita Sayang."


"Baiklah sayang nanti aku akan bicarakan dengan David tentang pekerjaan yang di sana."


"Ila senang jika Daddy dan Mommy menetap di Indonesia selama maaa kehamilan Ila yang kurang lebih 4 bulan lagi akan lahiran Baby twins.


Oh iya Ibu dan Bapak tinggal sementara ya di sini sama Ila dan Mas Arka. Mengenai Theo nanti Ila minta mbak Ririn tinggal di rumah bersama anaknya dan juga Theo. Apalagi suami Mbak Ririnkan masih di Bali untuk bekerja.


Ibu dan Bapak mau kan temanin Ila sampe lahiran?"


"Tentu saja kami mau Nak. Makasih karena sudah tidak marah lagi pada Ibu dan Bapak Nak. Bapak sangat bahagia." kata Pak Faiz dengan mata berbinar bahagia.


Ibu Tia langsung memeluk anak nya dengan tangisan bahagia. Dia tidak menyangka Ila akan menerima kebenaran ini dalam waktu yang singkat dan dengan fikiran terbuka.


Saat ini Ila sedang mengetik naskah untuk Novelnya sedangkan Arka nonton bersama kaum bapak bapak di luar. Abraham, Faiz dan Arka ketiga lelaki beda generasi itu sibuk dengan pembahasan dunia sepek bola.


Hingga Arka pamit ke dapur untuk membuat susu hamil. Ya sudah jadi kebiasaan rutin jika menjelang tidur Arka akan membuar susu hamil rasa vanila untuk istri tercintanya.

__ADS_1


Saat di perjalanan menjelang masuk ke kamar. Selena menegur Arka.


"Kau suka minum susu sebelum tidur Arka?" Tanya Mommy selena.


"Itu mengingatkan ku pada kebiasaan Abraham yang selalu minta di buatkan susu hangat agar bisa tertidur lelap. Itu sangat manjur untuk membuat badan vit kembali setelah terbangun," kata Mommy Selena.


"Mommy mau kemana?" alih alih menjawab Arka malah bertanya kembali.


"Mommy mau melihat Ila, apa dia sudah tidur apa belum. Tapi karena kamu mau beristirahat, maka Mommy ngak jadi lihat Ila."


Saat Selena ingin pergi Arka menjawab pertanyaan Mommy selena.


"Ila belum tidur jam segini Mom, Pling juga yang tertidur Seno dan Arshaka. Masuk saja Mom, Arka juga mau memberi susu hamil untuk Ila. Kalu tidak di ingatkan dia akan tertidur larut malam,"


Terdengar Arka mengucap salam dan langsung du jawab penghuni kamar. Arka melihat seno yang tertidur pulas di samping Arshaka.


Selena masuk ke kamar dan kebetulan Ila sedang membaca Al Qur'an.


"Sayang minum susu dulu, biar dedeknya ada tenaga dan cepat tumbuh besar." Arka memberikan susu hamil pada istrinya.


Sedangkan Mommy Selena mengelus pipi Arshaka yang tertidur di pelukan Seno. Keduanya tidur di samping Ila yang sedang membaca buku. Selena sering dengar buku yang di baca anak sambungnya sebagai kitab suci bagi yang beragama Muslim.


"Jangan malam malam, selesai baca Al - Qur'an kamu harus bobok ya sayang." kata Arka pada istrinya.


"Mommy senang melihat kau sangat di perhatikan oleh suamimu Sayang. Mommy pikir kamu sudah tidur, makanya Mommy mau melihatmu karena Arka masih menonton bersama Daddy dan Bapak di ruang televisi.


Sayang apa kamu selalu membaca buku itu sebelum tidur?" tanya Selena pada putri sambungnya.


"Iya Mommy,"


"Apa manfaat baca kitab itu Sayang?" Tanya Mommy Selena lagi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2