Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 25


__ADS_3

Pagi ini semua aktivitas di rumah sudah selesai. Ila sedang mengerjakan pekerjaan nya di  dalam kamar nya, sedangkan Arshaka sedang tertidur di sampingnya setelah Ila mandikan dan menyuapi anak batita itu sarapan tadi.


“Ah iya aku mau lihat dulu transferan dari Mas Dimas atau Kak Santi, udah masuk belum ya?” Ila segera melihat Brimo nya.


“Alhamdulillah akhirnya sudah masuk, saat nya ngirim buat Ibu dan Ayah di kampung.” Ila mengirim sebagian rezeki yang di peroleh nya untuk ayah dan ibunya di kampung. Terlebih kemaren dia teringat adiknya itu bertanya ada atau tidak nya uang untuk dia mulai ikut bimbingan belajar.


Setelah ila mengirim 5 juta ke rekening sang ibu, Ila menelpon ibunda tercintanya.


“Assalamu’alakum Ibu,"


“Walaikumussalam Nak, Ila apa kabar?” Tanya Ibu Tia.


“Kabar baik Alhamdulillah Ibu. Ibu, Bapak dan Theo gimana kabarnya?” Tanya Ila


“Alhamdulillah kita semua disini dalam keadaan baik Nak. Gimana hubungan kamu sama Nak Arka? Baik baik aja kan?” Tanya Bu Tia


“Alhamdulillah baik baik aja bu, Mas Arka memperlakukan Ila dengan sangat baik,”


“Oh iya Bu Ila tadi udah kirim uang buat kebutuhan Ibu, Bapak dan Theo di kampung, nggak banyak emang cukup lah buat bantu Ibu dan Ayah di kampung,” kata Ila.


“Bulan lalu kan kamu udah kirim uang Nak, nanti kebutuhan kamu sama suami kami terganggu. Ibu ngak mau kamu cekcok sama Nak Arka cuma karena keluarga kita Nak," jelas Ibu Tia yang merasa cemas. Bagaimana pun banyak suami istri berakhir di pengadilan karena uang.


“Insnyaallah Mas Arka ngak akan marah Bu. Itu uang pribadi Ila dari penjualan buku  dan royalty buku Ila yang ke 3 akan di film kan Bu,” jelas Ila.


“Alhamdulillah, Ibu senang karir mu makin bersinar Nak.”


“Semua juga ngak luput dari dukungan Ibu yang selama ini mendo’akan Ila dari jauh,” kata Ila.


“Theo mana Bu?”


“Theo masih sekolah Nak, ini kan baru jam 11 jadi ngak ada di rumah," kata Bu Tia.


“Oh iya Bu tolong sampaikan pada Theo Insyaallah untuk ikut bimbel tes perguruan tinggi Ila ada dananya. Suruh Theo cari tahu berapa anggarannya dan dimana Theo akan bimbel Bu,” jelas Ila.


“Nak kamu jangan pusingin soal Theo. Theo biar Bapak dan Ibu yang pikirkan biaya pendidikannya. Ibu ngak mau kamu banyak pikiran Nak. Terlebih kata Nak Arka kemaren kamu sempat masuk rumah sakit karena stress dan darah tinggi."


“Ngak papa Bu, Theo kan adik Ila. lagi pula Ayah sudah sepuh. Ayah tak sekuat dulu untuk pergi jadi buruh tani Bu. Ila ngak mau Ibu atau pun Bapak merasa kekurangan. Ila akan sangat merasa berdosa jika Ibu dan Bapak meresa kekurangan uang.”


“Karena itu Ila selalu berusaha berikan yang tebaik untuk keluarga kita," sambung Ila dengan suara lembut.


“Makasih Nak, Ibu merasa sangat membebani kamu Nak.” kata Bu Tia.

__ADS_1


“Apa yang Ila lakukan tak sebesar apa yang sudah Ibu lakukan untuk Ila. bahkan jika Ila melakukan Ibu seperti seorang ratu seumur hidup Ila tetap tak akan mampu membayar semua yang Ibu lakukan buat Ila. karena Ibu adalah surga nya Ila.” terdengar tangisan Bu Tia di seberang sana.


“Andai kamu tahu siapa kamu sebenar nya dan apa yang Ibu dan Ayah sembunyikan dari mu. Apakah kamu akan sesayang ini pada kami Nak?” batin Ibu Tia berkata.


“Ya Allah kau yang maha melindungi, jangan biarkan mereka tahu dimana putri ku Ya Allah. Aku tak ingin mereka mengambilnya dari ku Ya Allah. Meski aku tahu jika aku tak berhak atas putri yang sudah aku besar kan 21 tahun dengan penuh kasih sayang.”


“Ya sudah nanti pertengahan bulan Insyaallah Ila akan kirim lagi, dan kalau memang uang nya kurang Ibu jangan sungkan untuk kabarin Ila."


“Ibu jangan nangis, Ila sayang sama Ibu."


“Oh iya Ila titip salam buat Ayah dan Theo. Ila kangen banget ama ponakan Ila ah udah lama Ila ngak hubungin Mbak Ririn.”


“Hp Mbak Ririn mu rusak, jadi ngak punya ponsel,” kata Ibu Tia.


“Kok Mbak Ririn ngak kasih tau Ila?” kata Ila.


“Yaudah nanti Ila tf lagi buat belikan Mbak Ririn hp, Ila kangen ama ponakan Ila yang lucu.”


“Oh iya Bu, Ila mau ke sekolah nya Seno dulu. Mas Arka ngak sempat pergi jemput Seno karena ada jam mengajar siang ini. Ibu jaga kesehatan ya. Kalau Theo libur Ibu main ke kota tempat Ila."


“Iya Nak, kamu jaga kesehatan juga. Cepat kasih Ibu cucu, Ibu mau nimang cucu dari kamu,” kata Ibu Tia.


Telepon berakhir. Ila bergegas merapikan laptop dan pakaian nya. Siang ini Ila tak hanya menjemput Seno tapi juga akan pergi ke cafe teman semasa kuliahnya dulu. Katanya dia buka kafe nuansa perpustakaan jadi sangat cocok untuk karakter Ila yang introvert.


“Bibi!”


“Iya Nyonya.”


“Bibi aku titip Arshaka ya. Ila mau jemput Seno. Ila ada janji sama teman, mungkin nanti pulang nya sama Mas Arka ba’da ashar," Kata Ila.


“Arshaka nya di kamar Ila Bi lagi bobok, kalau bangun nanti tolong jagain ya Bi. Ila ketempat rame juga ada beberapa yang harus di kerjakan jadi Ila cuma bisa bawa Seno,” jelas Ila.


“Iya Non.”


Saat ini Ila sedang di depan sekolah Seno dan bertepatan Ila langsung melihat anak nya berlari menghampirinya


“Bundaaaaa!”


“Mas jangan lari lari. Nanti kalau Mas terluka Bunda jadi sedih,” kata Ila mengelus kepala anaknya.


“Maaf Bunda," kata Seno.

__ADS_1


“Jangan di ulangi,"


“iya bunda."


Saat ini Ila sudah di depan cafe nuansa perpustakaan milik temas semasa kuliah nya dulu. Jika kamu pikir temannya perempuan maka kamu salah. Teman Ila yang punya cave adalah laki laki. Parahnya teman Ila ini sudah memendam rasa suka nya pada Ila selama 4 tahun dan menjadi teman dekat Ila selama di kampus.


“Assalamu’alaikum Lex, wah makin jaya aja nih,” kata Ila saat berjumpa dengan sahabat nya yang selama 6 bulan tak ia temui.


“Walaikumussalam, Alhamdulillah. Ke atas yuk, kalau mau nulis di atas suasana nya enak banget. Siapa ni La?” Tanya Alexander William ya teman Ila adalah blasteran Indo Amerika. Kerena orang tua perempuanya asli Indonesia  makanya Alex menetap di Indonesia.


Sebenarnya sudah sering Daddy nya mengajaknya ke New York untuk menjalan kan bisnis ayah nya. Hanya saja dia memilih memulai dari awal. Tentu saja factor pendorong nya adalah karakter Ila yang sangat mandiri sehingga menjadi pendorong tersendiri bagi Alex.


“Oh ini anak gua, Mas salim sama Om nya." suruh Ila


“Namanya Seno."


Perkataan Ila sukses membuat Alex shock. What the hell, dia yang menunggu dan berusaha mendekati gadis pujaannya selama 4 tahun dan sekarang gadis pujaannya sudah menikah.


“Kamu udah nikah La?"


“Alhamdulillah udah, oh iya nanti makan siang suami gua kesini ngak papa kan ya?” Tanya Ila.


“I I I I iya ngak papa”


“Maklum, wanita bersuami kemana mana ya harus ada yang nemenin."


“Kamu kapan Nikah?" Tanya Ila.


“Bukannya kemaren sudah dekat ya sama gadis pujaan mu?” Tanya Ila.


“Dia keburu dinikahin orang La, sia sia aku mencoba mendekatinya selama 4 tahun terakhir,” kata Alex dengan nada lirih.


“Ngak ada yang sia sia. Allah punya kejutan terindah nya buat kamu,” kata Ila.


“Dosa ngak sih La, kalau aku nungguin jandanya?” Tanya Alex.


“Kamu itu ganteng, tajir, jangan putus asa gitu!”


“Allah maha punya scenario terbaik," jelas Ila di sela sela ketikannya di keyboardnya.


 See you guys……………

__ADS_1


__ADS_2