
"Untuk calon kakak iparku tersayang!" kata seorang gadis sambil meletekkan semangkuk salad buah-buahan dan juga segelas susu segar di samping wanuta hamil yang sedang sibuk dengan keyboard laptopnya.
"Apasih Liv kalaundi dengar kakak kamu, aku malah jadi ngak enak. Thank ya!" kata wanita itu sambil tersenyum manis.
"Ualah Mbak senyumanmu meluluhkan hatiku. Pantes kakak aku masih betah ngejomblo, lah yang di tunggu semanis ini!"
"Aku ini janda, Olivia! Ngak pantes sama kakak kamu yang masih bujangan. Lagi pula kakak kamu beghak dapat yang lebih baik dari aku. Aku juga mau fokus sama anak yang ada di dalam kandunganku dulu."
"Kak, aku mungkin dulu juga sempat berfikir hal yang sama seperti kamu. Tapi kak Kriss serius sama kakak. Hanya saja kak Kriss belum mau mengungkapkannya pada kakak karena kakak bilang belum mau memikirkan tentang pasangan hidup dulu."
"Anak-anak kakak itu butuh sosok Ayah kak. Ya kalau kakak mau balikan sama mantan suami itu beda cerita ya!"
Ila termenung sejenak, rasa yang selama ini dia rasakan pada Arka memang masih ada. Akan tetapi rasa kecewanya pada Arka jauh lebih besar. Hubungan tanpa rasa percaya hanya akan jadi percuma. Arka dengan masa lalunya tentu tidak bisa di ubah.
Benarkah di hatinya masih berharap bisa kembali pada Arka? Benarkah hatinya masih merindukan suaminya? Entahlah, Ila tidak ingin memikirkan hal-hal yang semakin membuatnya sakit kepala.
Apalagi menurut HPL dia akan melahirkan 2 minggu lagi. Lagi pula sekarang dia tinggal di apartmentnya sendiri. Ya Olivia hanya mengunjunginya ketika gadis itu sedang libur sekolah. Olivia seumuran dengan Theo adiknya di kampung.
__ADS_1
Terakhir dia dengar dari ibunya di kampung Theo sudah mulai ikut les untuk persiapan masuk universitas. Meski Ila menutupi aksesnya untuk di huhungi akan tetapi Ila selalu menghubungi orang tuanya di kampung setiap akan mengirim uang bulanan. Tentunya dengan nomer telepon yang berbeda-beda.
"Kak, kak Kriss bertemu dengan Daddy Abraham tadi di kantor." kata Olivia memberi tahu.
"Daddy Abraham dan Mommy Selena memeng akan menetap di Korea Selatan selama 2 minggu kedepan. Soalnya khawatir, kakakkan sendirian di apartmen ini Olivia. Bibi ART kan hanya datang untuk bekerja lalu pulang kerumahnya." beritahu Ila.
"Hmm, iya ya."
"Kak!"
"Kak!"
"Hmm"
"Awal mula kakak kenal dengan kak Kriss bagaimana sih? Olivia jadi kepo?" Tanya gadis itu dengan mata berbinar.
"Memangnya kenapa?" Tanya Ila santai sambil memakan salad buah yang di buat Olivia untuknya.
__ADS_1
"Soalnya kak Kriss itu Playboy cap katak kak, tapi sejak kenal kak Ila dia tidak pernah lagi menjalin hubungan dengan teman2 wanitanya kecuali dalam urusan bisnis."
"Prasaan kamu saja kali! Terakhirkan Kak Kriss berkencan dengan model cantik asal china yang bernama Chelsy Li!" Imbuh Ila tanpa menanggapi serius pertanyaan Olivia.
"Itu hanya gosip kak! Realnya Chelsy Li yang ngejar-ngejar kak Kriss. Bahkan Kak Kriss sampai mengancam akan membawa kasus ini ke pengadilan baru tuh si ondel-ondel nyerah!"
kata Olivia dengan wajah yang semangat 45. Ila yang mendengar hanya tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepala mendengar perkataan Olivia.
"Dari tadi kamu ngerumpiin kakak kamu. Tugas sekolah kamu sudah selesai belum?"
Olivia termenung sejenak...
"Ya Tuhan, besok aku ada quiz di sekolah dan tugas sama pak Lee belum selesai. Mampus sudah! Kak izinkan aku gunakan kamar tamu, aku harus selesaikan semuanya hari ini atau kak Kriss akan berubah jadi Hulk!"
Olivia langsung mengambil tasnya dan ngacir ke dalam kamar tamu yang ada di apartmen Ila.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1