Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 65


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu. Hubungan Arka dan Ila saat ini sangat pasif. Seno sudah pulang ke rumah. Akan tetapi anak itu menatap ibu sambungnya penuh aura permusuhan.


Raya masih belum sadarkan diri. Bi Tina dan Bi Surti sangat sedih melihat hubungan Nyonya majikan bersama Tuan Majikannya.


Bagaimanapun mereka tahu bagaimana sepak terjang Nyonya Raya. Meski yang mengatakan kalau Ila mendorong Raya itu adalah Seno tetap saja kedua wanita paruh baya itu meragukan kebenarannya.


Saat ini Arka sedang di rumah sakit. Sambil mengerjakan laporan dan juga memeriksa tugas para mahasiswanya. Terdengar teriakan histeris dari Seno.


"Papa.. Papa!"


"Jari-jari tangan Mama bergerak!" kata Seno dengan antusias dan wajah penuh kebahagiaan.


Tidak lama Raya perlahan membuka matanya. Arka yang melihat itu semua memutuskan untuk memanggil dokter.


Raya di periksa oleh Dokter yang menangani Raya selama di rawat di rumah sakit. Mengingat Raya yang baru saja siuman Dokter mengatakan pada Arka maupun Seno jangan dulu memberi tahu kebenaran yanh terjadi.

__ADS_1


Minimal nanti malam baru katakan uang sebenarnya. Biar tim dokter yang mengatakan pada Raya mengenai apa yang menimpa wanita itu.


Bagaimanapun Ini bukan masalah kecil. Wanita manapun pasti akan terguncang ketika tahu jika rahimnya telah di angkat.


"Mas, Mas Arka memangnya tidak bekerja? Ini masih jam 10 pagi biasanyakan Mas ke kampus?" tanya Raya.


"Hari ini aku sedang tidak ada jadwal mengajar. Jadi aku disini lagi pula tidak mungkin Ila yang menjaga kamu di sini. Karena Ila tengah hamil dan aku tidak ingin dia kelelahan."


"Oh iya Mas, anak aku udah lahir ya? Dia dimana Mas? Laki-laki atau perempuan babynya mas?" Tanya Raya beruntun.


"Alhamdullah kalau bayi aku selamat Mas. Aku sangat bahagia. Setidaknya walaupun Ila sudah menjahati aku, aku tidak akan perpanjang masalahnya. Karena bayi aku selamat.


Tapi Mas jangan marahi Ila ya. Itu mungkin karena dia cemburu. Sebagai sesama perempuan aku tahu pasti bagaimana rasanya cemburu.


Apalagi ketika masa lalu sang suami kembali kerumah mereka. Oh iya sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakannya. Tapi kamu jangan marah ya?"

__ADS_1


Arka hanya diam dan mendengar ocehan dari Raya. Arka sangat berharap apa yang barusan Raya katakan adalah bohong. Tapi bagaimana mungkin hal itu jadi bohong jika Seno sendiri mengatakan bahwa sang ibu sambunglah yang telah mencelakakan ibu kandungnya.


Anak seusia Seno itu masih polos. Sangat tidak mungkin dia berbohong.


"Begini Mas, ini terserah ya. Mas mau percaya atau ngak. Aku bukan ingin mengadu domba. Hanya saja tidak baik jika seorang perempuan hamil memiliki temperament yang buruk.


Selama 2 minggu aku tinggal di kediaman Mas. Kejadian yang kemaren bukanlah yang pertama. Ila sudah sering mengata-ngataiku dengan kata-kata kasar.


Tidak cukup hanya mencaci-maki aku. Tapi Ila juga menamparku. Bahkan selama 2 minggu ini aku sudah mendapatkan 5 kali tamparan dari Ila.


Awalnya aku tidak ingin mengadukannya padamu Mas. Tapi yang terakhir ini sudah sangat keterlaluan. Aku hampir kehilangan anak yang aku kandung juga nyawaku. aku berharap sebagai seorang suami kamu mampu mendidik dan mengarahkan Ila.


Dia mungkin masih muda tapi itu bukan alasan dia bertindak semena-mena padaku." Kata Raya demgan wajah mengiba dan sendu yang di buat-buat untuk melengkapi sandiwaranya.


"Ila... Ila... sudah aku katakan bukan. Aku akan merebut semua yang ada padamu. Suami, anak-anak dan juga pernikahanmu." batin jahat Raya bermonolog.

__ADS_1


__ADS_2