Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 76


__ADS_3

Arka sangat tidak menyangka, kesalah-pahaman yang terjadi antara dia dan Ila begitu dalam. Dan hal ini semua terjadi karena anak yang mati-matian dia bela. Astagfirullah, dia harus bagaimana.


Sekarang istrinya tidak tahu ada dimana. Bahkan sudah 1 minggu dia menelpon Ila tapi tidak terhubung ke ponsel istrinya. Arka yakin daddy Abraham sudah mendapat kabar tentang Ila, hanya saja jika bertanya pada Daddy Abraham hanya akan menabur garam dalam luka.


Setelah mengetahui kebenaran dari kasus Raya dan Ila, Arka memilih diam. Semuanya berjalan seperti biasanya. Hanya saja sikap Arka cenderung lebih dingin dan tidak peduli. Arka tidak lagi peduli dengan apapun yang di katakan Raya dan Seno. Fokus Arka sekarang hanya pada Balita 2 tahun yaitu Arshaka.


2 bulan berlalu


"Tanda tangani!" Arka memberikan sebuah surat pada Raya.


"Apa ini Mas?" tanya Raya.


Arka tidak menjawab hanya memberi kode jika Raya sudah harus membuka dan juga membacanya sendiri.


"Surat gugatan cerai? Kamu mau menceraikan aku Mas? Emang aku salah apa sama kamu?"


Air mata Raya sudah berjatuhan, jelas hanya air mata kadal saja. Agar Arka kasihan padanya.

__ADS_1


"Dengarkan ini baik-baik!"


Terdengar rekaman pembicaraan Raya dengan Seno. Tidak hanya sampai di sana, Arka mendapatkan rekaman juga video perdebatan dan juga Raya yang memaki-maki Ila.


Bahkan Berkali-kali Raya berusaha menyerakkan Air, minyak, sabun dan kelereng di depan kamar Ila. Hanya saja karena Ila sepertinya sudah jaga-jaga akan hal ini maka Ila tidak mengalami hal-hal yang tidak di inginkan.


"Kamu sudah bukan istri saya lagi sekarang. Silahkan angkat kaki dari rumah saya!"


"Mas! kamu ngak bisa begini sama aku. Aku ini ibu dari anak-anak kamu dan kamu sungguh kejam jika mengusir aku dari sini. Lagi pula putusan hakim mengenai sidang perceraian kamu sama Ila sudah jelas. Apa kamu mau kehilangan istri lagi Mas?" Raya menangis sejadi-jadinya.


"Kita menikah karena kamu mengancam Saya! Kamu berbohong dengan memanfaatkan anak kamu. Jadi hubungan yang salah ini harus segera di akhiri!


"Mas aku mohon jangan begini padaku Mas! Aku mau kemana jika bukan di sini. Keluarga besarku sudah tidak menginginkanku lagi. Mas aku mohon jangan ceraikan aku. Aku janji akan berubah Mas. Aku akan minta maaf pada Ila dan juga keluarganya Mas!"


Arka mengusap wajahnya kasar. lalu menatap nyalang pada wanita di depannya ini.


"Mau kamu minta maaf bagaimanapun pada Ila dan keluarganya, mereka belum tentu mau menerima saya kembali menjadi menantu mereka. Kamu tahu gara-gara saya yang terlalu bodoh saya harus kehilangan istri yang begitu berharga bagi saya! Dan itu semua karena kamu dan anak kamu!"

__ADS_1


Seno yang dari tadi melihat pertengkaran orang tuanya menangis diam-diam. Meski Mama sama sekali tidak berubah tapi Seno tidak ingin kehilangan sosok ibu lagi. Cukup Bunda yang pergi karena kesaalahannya, Mama jangan pergi juga.


"Kalau Papa menceraikan Mama, Seno akan ikut Mama. Lagi pula ini semua salah Seno. Seno yang berbohong dan semua atas inisiative Seno. Karena Mama bilang kalau bunda sering mukul Mama kalau Papa ngak ada!"


"Dan Kamu percaya?"


Seno menganggukkan kepalanya. Hal itu sukses membuat Arka tertawa lalu menengadahkan dengan kepalanya karena menahan tangis.


"Baik, kamu boleh ikut Mama kamu! Papa lepaskan semua tanggung jawab Papa sama kamu. Kamu pilih Mama kamukan? Jangan anggap Saya Papa kamu lagi!"


"Bi Surti! Bi Tina! Kemaskan Pakaian Seno ke dalam koper dan juga pakaian Nyonya Raya. Pastikan Sebelum jam 5 sore ini mereka sudah meninggalkan rumah ini!


Jika mereka menolak, maka minta bantuan Mang Mamang dan Pak Ujang untuk mengusirnya!"


Arka berlalu ke lantai 2 untuk mengambil Arshaka. Arka akan tidur sejenak di kamar sang istri yang sekarang tidak di ketahui dimana.


"Ila kamu di mana Sayang? Mas rindu..." Arka hanya mampu menangis dalam diam sambil menatap foto sang istri dan juga menatap wajah kecil Arshaka yang harus kehilangan sosok ibu karena ulahnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2