
5 tahun kemudian.
"Sayang tolong pasangin dasi aku dong!" kata seorang pria mendekati pujaan hatinya.
Dengan senyuman di wajahnya wanita cantik itu memasangkan dasi di leher pasangannya.
"Sudah ganteng, sudah rapi. Ayo sarapan di bawah, aku udah masakin masakan kesukaan kamu."
Laki-laki itu menggenggam erat tangan wanitanya . Lengkap dengan tatapan yang menyiratkan kesakitan dan juga raut kekecewaan.
"Sayang! Berapa kali aku bilang! Cukup urus aku dan anak-anak saja. Urusan rumah sudah ada Bibi Kim yang mengerjakan! Aku ngak mau kejadian masa lalu terulang lagi. Apa kamu tahu bagaimana prasaanku waktu mendengar keputusan dokter?..."
"Syuuut!"
Cup
Cup
__ADS_1
Cup
Kecupan kecil berkali-kali di labuhkan oleh wanita itu pada pasangannya.
"Aku hanya memasak untuk sarapan. Dan itupun hanya pagi ini setelah aku tahu ada dia bersama diriku selama 2 bulan ini. Kamu jangan khawatir, adabpuluhan pelayan di rumah ini yang kamu pekerjakan. Tentu hal itu tidak akan tetjadi lagi. Kita akan tetap berdo'a dan semoga yang baik-baik menyertai rumah tangga kita."
Laki-laki itu memeluk wanitanya erat. Lalu berjongkok dan mencium mesra perut yang masih kelihatan datar karena bayi yang ada di sana baru berusia 2 bulan.
"Morning Daddy!"
"Morning Daddy!"
Pria itu mengecupi pipi kedua anak yang berusia 5 tahun itu. Dia tidak menyangka hidupnya akan selengkap ini. Dulu dia merasa semua ini tidak mungkin dia miliki di tambah kejadian mengejutkan yang tidak mampu dia hindari di masa lalu.
"Kamu nanti ikut aku ke kantor lagi seperti kemaren atau di rumah saja sayang?" Tanya pria itu pada wanita cantik yang merupakan istrinya juga ibu dari anak-anaknya.
"Anak-anak nanti akan sekolah dan akan di temani Maria. Aku hanya akan kesepian jika di rumah sayang. Dan Dedek bayi sangat merindukan Daddynya. Jadi dari pada aku lelah di siksa rindu lebih baik aku ikut Daddynya dedek bayi saja."
__ADS_1
"Bilang aja kamu ngak mau berjauhan dariku sayang!" kata pria itu dengan tatapan menggoda.
"Ih anak kita yang ngak mau jauh dari kamu! Aku mah udah biasa juga kamu tinggal-tinggal buat kerja, ngak ngaruh tuh!"
Pria itu tertawa lagi melihat kelakuan istrinya.
"Ngaruh ngak, tapi sampai bikin sekretaris Han harus jemput kamu pake jet pribadi untuk mengantar kamu bertemu denganku padahal kita baru pisah 2 hari." kata Pria itu sambil tertawa kecil.
"Udah aku ngak mau ikut. Aku juga ngak merindukan kamu. Sudah sana kamu nikahin aja kertas-kertas di meja kerja kamu. Sekalian jangan dekat-dekat sama aku lagi!" Kata wanita itu yanpa mau melihat suaminya.
"Sayang jangan ngambek dong! Iya-iya debaynya yang ngak mau jauh dari aku. Kan biasanya aku yang nemplok trus sama kamu jadi nular sama Debaynya. Jangan ngambek ya! Emang ngak malu sama anak-anak gantengnya kita dari tadi mereka perhatiin kamu loh sayang!"
"No Mommy, Kennan and Kendric akan segera pergi ke sekolah bersama Bibi Maria." Anak-anak yang tahu ibunya suka berubah-ubah moodnya hanya mampu melarikan diri secepat mungkin sebelum Mommynya menangis dan tidak akan mengizinkan mereka bermain video game nantinya.
Di sisi lain, ada pria yang berusaha tersenyum bersama dengan air mata yang terus mengalir menatap sebuah foto lama dan juga foto yang baru dia dapatkan dari emailnya melalui laptopnya.
"Penyesalan memang selalu di akhir. Apakah harus seperti ini takdir kita sayang. Hati ini masih mencintaimu sepenuhnya. Tapi jika kebahagiaanmu bersamanya, meski berat aku akan belajar ikhlas walau terlambat.
__ADS_1