Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 36


__ADS_3

Saat ini Arka dan Bibi surti menunggu dengan panik di depan UGD menanti apa yang akan di katakan Dokter terkait kondisi Ila istrinya.


"Tuan, Anda dan Nyonya hanya salah faham. Nyonya sangat mencintai Tuan! saya harap sebagai seorang suami dan juga orang yang lebih dewasa dari Nyonya, Tuan mampu menyingkapi masalah ini dengan bijak."


Arka hanya diam mendengar nasehat dari Bi Surti, lebih dari apapun hatinya perih melihat tatapan purus asa sang istri saat menjelaskan dia mengkhianati Arka. Arka sangat menyesal karena gelap mata.


"Kandungan Nyonya lemah! Beruntung anak anak Tuan masih bisa bertahan. Karena itu Dokter menyarankan Nyonya unyuk bedrest selama dua hari. Sekarang apa yang terjadi ..." suara Bibi Surti melirih.


Tak lama Dokter keluar setelah menangani Ila. Arka dan Bi Surti segera menghampiri Dokter.


"Bagaimana kondisi istri dan anak saya Dokter?" Arka memandang Dokter itu harap harap cemas.


"Anda sangat beruntung Pak! Bayi Anda begitu menyayangi Ibu mereka, Alhamdulillah Ibu dan Baby bisa kita selamatkan." Jeda sejenak.


"Hanya saja kondisi Ibu tidak memungkinkan untuk rawat jalan! Istri Anda harus di rawat beberapa hari untuk memulihkan kondisinya. Tolong jaga emosi pasien agar tetap stabil bagaimanapun kondisi Baby sekarang lemah dan emosi si Ibu sangat mempengaruhi." Dokter pamit setelah memberikan penjelasan.


Baik Arka maupun Bi Surti tidak henti hentinya mengucap kata syukur karena Ila dan Baby twins berhasil di selamatkan.


Sekarang Ila sudah bisa di jenguk hanya saja Ila belum sadarkan diri. Mendengar penjelasan Bi Surti, Membuat Arka ingin mendengar penjelasan dari istrinya ini.


"Sayang! maafin Mas ya?" Arka berkata sambil mencium punggung tangan istrinya dan air mata penyesalan sesekali masih mengaliri pipi mulus Arka.


"Maaf karena Mas tidak mau mendengar penjelasan kamu malah membuat kamu harus berbaring di rumah sakit bahkan kita hampir kehilangan anak kita Sayang."


"Mas bahkan langsung menuduh yang tidak tidak sama kamu sayang. Mas mohon buka mata kamu! Di sini Mas sangat merindukan kamu Sayang."


Lain hal di rumah sakit maka yang terjadi di rumahpun juga berbeda. Seno mengamuk dan menangis keras menginginkan Bundanya. Seno cemas dan sangat khawatir karena melihat bundanya di bawa papa dalam keadaan darah yang mengalir eeras dari pergelangan tangan Bundanya. Terlebih bundanya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Mas Seno! Percaya perkataan Bibi, Bunda Mas baik baik saja! Lebih baik sekarang kita doakan kepada Allah agar Bundanya Mas baik baik saja."


"Bunda ngak akan ninggalin Senokan Bi? Bunda ngak akan kayak Bundanya Nabilakan Bi?" Tangis Seno semakin tak terkendali.


"Bunda Nabila di panggil Allah dan tidak bisa bersama Nabila lagi. Seno ngak mau Bunda juga pergi seperti Bunda Nabila!" Seno melemah dalam tangisannya.


"Sayang dengerin Bibi ya! Bunda Seno itu wanita kuat. Bunda akan baik baik saja dan akan kembali menjadi Bundanya Mas Seno yang baik hati dan sangat menyayangi Mas Seno!" Bibi tina mengelus kepala Seno dengan sayang.


"Bibi kita ke rumah sakit ya susul Papa dan Bi Surti biar bisa lihat kondisi Bunda ya bi!" Ajak Seno pada Bi Tina.


"Nanti Dek Arshaka tinggal sama siapa sayang? Bunda lagi berobat loh dan itu di Rumah Sakit Den nanti Dek Arshaka malah ketularan sakit." Bi Tina memberi penjelasan dengan kalimat yang mudah di mengerti oleh Seno.


"Iya deh Bi, Seno nunggu di rumah aja. Ya Allah sembuhkan Bunda Seno Ya Allah, Seno sayang banget sayang sama Bunda Seno. Seno ngak mau kehilangan Bunda Seno Ya Allah." Seno berdo'a sambil menangis.


"Aamiin." Bi Tina mengamini do'a Seno.


Di Rumah Sakit hari sudah larut Bi Surti sudah tertidur sedangkan Arka sedang melantunkan Al-Qur'an sambil menunggu kesadaran istrinya.


"Alhamdulillah kamu sadar juga Sayang! Sebentar aku panggilkan Dokter dulu ya Sayang." Arka mengecup pipi Ila sekilas dan berlalu memanggil Dokter keluar ruangan.


"Alhamdulillah, kondisi Ibu dan Baby sudah semakin membaik. Bu tolong kelola pikirannya ya jangan berbuat nekat lagi, jika memangbada masalah Ibu bisa komunikasikan dengan Bapak. Karena jika Ibu banyak fikiran akan sangat mengganggu perkembangan Baby twins ya Bu," kata Dokter.


Arka mengucapkan terima kasih ke Dokter yang memeriksa Ila dan Arka masuk ke ruangan Ila di rawat. Arka langsung memeluk erat tubuh istrinya sambil menggumamkan kata maaf pada istrinya. Ila tak mengatakan apapun hanya air matanya yang mewakili perasaannya saat ini.


"Mas kalau mau ceraikan saya, saya terima mungkin ini jalan yang terbaik buat kita saya ngak mau tindakan bodoh saya malah membahayakan anak anak saya..." Ila menjeda perkataannya Arka yang saat ini memeluk istrinya langsung melihat wajah sendu sang istri.


"Lagi pula kalaupun Mas menceraikan saya, saya masih punya anak anak yang ada di kandungan saya buat saya rawat dan besarkan .." perkataan Ila terhenti karena Arka ******* lembut bibir istrinya semakin lama ciuman itu semakin dalam, tidak ada nafsu yqng menyertai ciuman Arka pada Ila hanya kasih sayang yang Arka limpahkan pada ciuman yang Arka lakukan Pada Ila.

__ADS_1


"Mas ngak mau cerai Sayang. Mas sadar, Mas meraaa sangat cemburu karena Mas mendengar percakapan kamu dan Alex di Cafe. Saat Alex mengatakan kamu juga mencintainya dalam diam saat kuliah Mas merasa terpukul jauh. Bagaimanapun suami kamu ini sudah tua Sayang! "


"Mas sudah dengar apa perkataan aku pada Alex sampai selesai?" Arka menggeleng.


"Mas langsung pergi Mas ngak sanggup jika harus mendengar kamu mengatakan jika kamu juga mencintai dia Yang!" Arka mengalihkan matanya yang sudah berkaca kaca dari pandangan Ila.


Ila memegang pipi suaminya dan perlahan menghapuskan air mata sang suami.


"Mas dengar! Ila memang mencintai Alex..."


Degh bagai tersambar petir rasanya jantung Arka saat mendengar kata kata yang keluar dari bibir sang istri, air mata Arka langsung meleleh karena perkataan Ila.


"Tapi, itu dulu sebelum Alex bilang mau menikahi wanita yang dia cintai. Mas ingat waktu Ila bilang kalau Ila di tinggal nikah itu adalah Alex bahkan sejak lulus kuliah pertama Ila bertemu dengan Alex adalah di cafe milik Alex yang waktu itu mas juga datang buat makan siang."


"Ila ngak mungkin menerima Mas Arka jika Ila memang sudah punya pasangan. Ila juga ngak mungkin mau hamil anak Mas Arka kalau Ila memang mencintai laki laki lain. Sekarang terserah Mas mau ngambil tindakan apa. Jika memang Mas kukuh mau cerai Ila akan terima mas!" Ila membuang muka tak ingin menatap wajah tampan suami tuanya itu.


"Mas ngak mau cerai sama kamu Sayang. Mas sayang dan cinta sama kamu Sayang!" Arka memeluk erat tubuh istrinya lalu menciumi seluruh permukaan wajah sang istri.


"Ila juga sayang dan cinta sama Mas Arka. Jangan ngomong yang aneh aneh lagi, sebentar lagi anak kita mau empat Mas ngak muda lagi!" kata Ila


"Ya Allah Nyonya dan Tuan kalau mau mesra mesraan ngak lihat tempat, ingat masih ada Surti di sini Tuan dan Nyonya tega bener." Lirih hati surti saat pura pura tidur, karena Surti bingung mau keluar salah mau tinggal pun tetap salah.


Bye readers tercinta...


Komen..


Like...

__ADS_1


Vote..


Ya guys🤗🤗🤗💓💓


__ADS_2