Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 71


__ADS_3

"Pahami? Anda ingin Saya mengerti?" Ila tertawa dan tawanya semakin kencang. Tapi siapapun bisa melihat kepiluan itu dimata indah itu.


"Jika memang percaya itu sudah hilang! Rasa juga sudah memudar! Untuk apa memaksakan? Itu hanya akan meninggalkan luka yang semakin dalam!"


Ila mesih tersenyum meskipun dia menekan setiap perkataannya sambil memandang suaminya. Tangan Ila mengelus pipi Arka dan juga memqndang lamat wajah sang suami yang teramat dekat dengannya.


"Sayang! Mas ngak mau kamu masuk penjara. Ada saksi dan hal yang kamu lakukan teramat fatal. Raya hampir kehilangan nyawanya."


Saat Arka akan berbicara lagi Ila meletakkan jari telunjuknya di depan bibir sang suami.


"Kriminal? Pembunuh? Tersangka?" Ila tersenyum lebar pada sang suami.


"Bukankah itu tuduhan termat keji bagi Saya? Dan Anda sebagai orang yang paling mengenali saya di rumah ini! Dan Anda percaya?" Ila tertawa sambil mengalihkan pandangannya ke samping.

__ADS_1


"Mari bercerai!" kata Ila dengan wajah penuh senyuman sedang air matanya sudah mengalir perlahan.


"Ila!" Bentak Arka pada sang istri.


"Aku tahu kamu kecewa! kamu fikir sqya ngak kecewa sama yang kamu lakukan? Saya juga ngak mau punya istri dua! Tapi saya juga ngak mau kamu di penjara! Meski saya sempat ragu untuk melanjutkan pernikahan ini tapi kamu adalah Ibu dari anak-anak saya yang ada di perut kamu!" Arka sudah tidak mampu menahan emosinya lagi.


"Apa kamu pernah mencintai aku? Sekali saja selama pernikahan kita?" Tanya Ila.


"Apa itu penting sekarang? Cinta? Bagi saya itu bukanlah hal yang menarik. Buktinya kita menikah tanpa cinta tapi bisa saling menerima bukan? Dan saya juga merasa nyaman bersama kamu!"


"Kamu tidak ada rasa sama sekali padaku Mas?" Ila masih bertanya.


"Lalu kata yang kamu umbarkan selama pernikahan kita sebelum dia datang apakah itu hanya dusta?"

__ADS_1


"Itu tidak dusta Ila. Saya tulus dengan kamu. Hanya saja dengan semua perlakuan kamu pada Raya semuanya jadi terasa hambar. Tapi saya tidak ingin egois bagaimanapun ada anak kita dalam rahim kamu. Dan kedua anak-anak kita butuh sosok Ayah dan Ibu yang lengkap!"


Arka yang sudah tidak tahan melihat air mata sang istri memilih meninggalkan Ila di dapur sendirian.


"Ayo kita bercerai Mas! Percuma rumah tangga tanpa rasa ini tetap di pertahankan! Hanya akan membawa luka bagiku juga untukmu! Aku akan berusaha mengiklaskan kamu untuk Mbak Raya!


Karena dari awal kalian memang sepasang suami istri. Biarlah anak-qnqkku menjadi milikku seutuhnya. Aku tidak akan melarang kamu menjenguk mereka. Tapi lepaskan Aku!" Ila berkata sambil memegang tangan sang suami.


Arka benar-benar berusaha menahan emosinya. Bagaimanapun Ila adalah istrinya. Dia tidak ingin terus marah-marah pada sang istri. Dia akan menganggap semua kejahatan sang istri bisa di bayar melalui pernikahan yang dia berikan pada Raya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu Ila. Kamu istri dan juga ibu untuk anak-anakku. Cukup dengan Raya anak-anak menjadi korban. Tapi tidak untuk sekali lagi."


Arka melepas genggaman tangan sang istri yang ada di tangannya.

__ADS_1


Setelah Arka berlalu Ila tertawa sambil menangis. Kenapa, kenapa harus percintaannya yang begitu naas dia terima. Apa dia tidak layak bahagia? Kejahatan apa yang dia lakukan hingga bayarannya harus begitu mahal untuk dia terima!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2