
Sudah 2 hari Seno tak bertemu dengan sang bunda tercinta, saat ini Arka sedang menjemput Seno di sekolah karena saat ini sudah jam pulang sekolah.
"Papa, Bunda kapan pulang?" tanya Seno saat sudah memasang pengaman diri di kursi mobil.
"Mungkin tiga hari lagi. Seno bantu do'ain Bunda ya biar Bunda cepat sembuh!"
"Papa, boleh ngak hari ini Seno ke tempat Bunda di rawat? Seno kangen banget sama Bunda?" Seno menatap penuh harap pada papanya.
"Tapi harus janji dulu sama Papa kalau nanti saat ketemu Bunda Mas seno ngak boleh peluk perut Bunda kencang kencang." Arka memperingat kan anak sulungnya.
"Kenapa Papa? Mas kangen banget sama Bunda."
"Karena dalam perut Bunda ada dedek bayi yang nanti akan jadi Adek nya Mas Seno juga. Oke?"
"Oke Papa! Ye sebentar lagi Seno dapat Adek lagi. Seno mau Adek cewek Papa!"
"Kenapa Mas pengen punya Adek cewek?" Arka bertanya sambil tetap menjaga fokusnya saat menyetir mobil.
"Biar nanti jadi Ratunya buat Seno dan Dek Arshaka dan kami akan lindungi Adek dari orang yang mau jahatin dia." kata Seno semangat.
"Aamiin, berarti Mas Seno harus belajar yang rajin dan saat dewasa nanti biar bisa lindungi Adek Adeknya. Oh iya kalau seandainya Dedek nya cowok gimana Mas?" tanya Arka.
"Ya ngak papa Pa. Berarti nanti kita bisa main bola bareng dan kemana mana bareng dan yang pasti kita bertiga akan jagain Bunda sepenuh hati!" kata Seno semangat.
"Oalah Mas Seno sekarang sayangnya cuman sama Bunda aja? Papa ngak di sayang nih?" Tanya arka seraya memasang wajah pura pura sedih.
"Sayang dong masa ngak sayang sama Papa, nanti ngak dapat uang jajan kalau ngak sayang Papa!" kata Seno seraya tertawa.
__ADS_1
"Oh jadi sayang sama Papa cuman karena uang jajan aja nih. Ah Papa ngambek ih sama Seno awas nanti Papa kaduin Bunda!" kata Arka pura pura ngambek.
"Yah Papa ngak seru ih masa ngadu Bunda. Ngak jadi deh, sebenernya tanpa Papa kasih uang jajan pun Seno juga sayang banget sama Papa. Makasih ya Pa untuk tetap bersama Seno dan Adek Arshaka walau pun tanpa Mama di samping kita dan makasih juga Papa udah kasih kita Bunda sebaik Bunda Ila, yang sayang dan perhatian sama Aku dan Adek." kata Seno dengan wajah berbinar.
"Itu udah kewajiban Papa sayang. Jadi sekarang tugas Seno rajin belajar nanti ketika sudah dewasa maka tugas Seno adalah jagain Bunda dan Adek Adeknya mas Seno ya!" kata Arka memandang lirih anaknya.
"Bunda!" Teriak Seno yang membuat Bi Surti sefang mengupas buah untuk Ila jadi kaget.
Meski kangen berat dengan bunda tercinta Seno memeluk perut bundany pelan. Setelah puas memeluk sabg bunda dan mencurahkan kerinduannya Seno mengecup perut bundanya.
"Bunda jangan sakit lagi ya, nanti Dedek Bayinya jadi sedih. Seno juga sedih, bahkan Dedek Arshaka di rumah juga sering nangis sejak Bunda di rawat!" kata Seno sambil memeluk Bundanya.
"Masyaallah anak Bunda, kangen ya sama Bunda? Bunda juga kangen sama Seno sama Dek Arshaka juga Bunda kangen. Mas Seno do'akan Bunda ya biar cepat sembuh!" Ila mengelus kepala anaknya dan meminta Seno mendekat ke arahnya lalu menciumi seluruh permukaan wajah Seno dengan sayang.
"Sayang Mas juga mau di kecup manja kayak Seno!" Arka menimpali perlakuan Ila pada anak sulung mereka.
"Mas kan bisa tunggu aku sehat jangankan kecup manja lebih dari itu juga Ila kasih buat Mas suamiku tersayang," Ila mengedipkan mata genit pada sang suami.
"Bi Surti cemburu nih ceritanya, itu pak Asep di rumah udah kode keras sama Bi Surti tapi Bi Surti ngak mau." Arka pun meledek Bi Surti.
"Udah Mas kasian Bi Surti tuh mukanya jadi merah." Mereka tertawa bersama.
"Bunda masih lama ya di sini?" Tanya Seno pada Ila.
"Ngak Mas, Mas Seno do'akan Bunda ya! Insyallah jika tidak berhalangan dan Dedek kembarnya sehat Bunda akan pulang 3 hari lagi."
" Wah Dedeknya kembar Bunda? Asik bentar lagi Mas Seno nambah dua adek lagi, semoga Adek nya cewek ya bunda," Seno menciumi perut Bundanya bertubi tubi.
__ADS_1
"Cewek ataupun cowok yang penting Adeknya lahir selamat dan bisa kita rawat dan jaga baik baik Dedek nya bersama sama!" Ila berusaha menyampaikan makna kata katanya pada anak sulungnya itu.
"Yang selama kamu di rawat Alex telpon telpon kamu terus," kata Arka.
"Angkat aja Mas, kabarin juga ke dia aku masuk rumah sakit! Alex nelpon karena mau nanyain pesantren Darussalam di Bogor, untung untung di sela sela dia nenangin diri dia dapat jodoh di sana," kata Ila.
"Kamu ada kenalan sama orang pesantren Sayang?" tanya Arka yang memang baru mengetahui jika sang istri punya kenalan orang pesantren.
"Alhamdulillah Mas, Aku kenal dengan anaknya kyai Abdullah. Kebetulan waktu novel aku terbit pertama yang menerbitkan novelku Mas Haris anaknya kyai Abdullah." kata Ila.
Arka hanya ber oh ria. Ya mau bagaimana lagi ternyata pergaulan istrinya cukup luas dan dia juga ngak mau memicu pertengkaran lagi dengan sang istri.
"Kok kamu ngak bilang sih La kalau masuk runah sakit! Ini apa lagi pakai acara percobaan bunuh diri. Kamu tahu itu dosa kenapa di lakukan, ingat sekarang lagi hamil anak kembar. Ya Allah aku ngak habis pikir sama kamu Ila Ila." Alex mengomel dari panjang x lebar x tinggi \= Luas pada Ila.
"Udah ngomelnya? Habis aku kalut karena Mas Arka cemburu sama kamu dan mau ceraikan aku. Kamukan tahu wanita hamil itu sensitive!" Alex menghela nafas panjang mendengar penjelasan Ila padanya.
"Mas kayaknya kita perlu bicara deh! Saya ngak mau Ila kenapa napa hanya karena Anda cemburu buta dengan laki laki yang dekat dengan Ila. Meski saya tidak bisa memiliki Ila tapi setidaknya saya masih bisa berteman dengan Ila dan tentunya juga berteman dengan Anda Mas Arka!" kata Alex pada Arka.
"Jadi gimana sama pesantren Darussalam tempat Ayah kenalan kamu itu Ila?" tanya Alex.
Ila memberikan alamat yang sudah di kirim Haris padanya Sore tadi dan melengkapi nomer telepon Haris agar Alex tidak tersesat dan mudah menghubungi orang pondok.
"La, ngak papakan ya gua yang udah tua belajar di sana?" tanya Alex yang sebenarnya agak takut takut mengingat dia sudah 21 tahun dan baru belajar ke pesantren.
"Ngak ada batasan menuntut ilmu Alex! Siapa tahu nanti kamu kecantol sama aalah satu ukhti di situ!" kata Ila.
"Apalagi Mas Haris juga punya Adek perempuan, jika kamu beruntung siapa tahu bisa meminang anak pak Kyai Abdullah." kata Ila.
__ADS_1
"Do'akan saja yang terbaik buat aku La!'' kata Alex.
See you guys