Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 84


__ADS_3

"Mas Arka..." wanita itu terpekik saat melihat wajah pria yang menolongnya dari kecelakaan maut itu.


"Mas kamu harus bertahan, anak-anak kita masih butuh kamu. Mas! buka mata kamu! Mas Arka!" teriak Ila panik saat melihat Arka yang hanya diam saja dan berusaha untu berbicara tapi tidak sanggup mungkin karena menahan sakit yang dia rasa.


"Tolong hubungi Ambulance! Tolong hubungi Ambulance!" Ila berteriak dengan panik ke orang-orang sekelilingnya.


"Ma.. ma.. a f.. A..r..sa..ka.." hanya kata itu yang mampu Arka ucapkan sebelum gelap menjemputnya.


"Mas Arka kamu ngak bisa begini! Mas Arka bangun!"


Tak lama petugas medis dan Ambulance datang dan segera mengangkat tubuh rapuh Arka ke brankar.


Ila yang sedari tadi panik tidak mampu menguasai diri. Bahkan Ila juga jatuh pingsan karena yak kuasa menahan cemas, panik dan juga rasa bersalah di saat yang bersamaan.


Untung saja Kriss menghubungi Ila saat wanita itu jatuh pingsan. Sehingga Twins sekaarang aman di tangan ayah sambungnya. Disisi lain Kriss bersyukur Ila selamat. Sangat-sangat bersyukur tapi di sisi lain hatinya perih melihat Ila jatuh pingsan karena mengkhawatirkan mantan suaminya.


Kriss sadar meski pernikahan mereka sudah jalan 3 tahun, akan tetapi rasa Ila padanya tidak berkembang pesat seperti cintanya pada Ila. Meski begitu dia bersyukur Ila yidak menampakkannya secara gamblang. Hanya saja meski tidak terlihat, Kriss sebagai suami mampu merasakan.

__ADS_1


jari-jemari wanita cantik itu bergerak, perlahan matanya ikut terbuka. Di lihat sekelilingnya berwarna putih dan bau obat-obatan.


"Dimana aku?"


"Kak... Aku di mana?" tanya Ila pada Kriss yang saat ini menggenggam tangannya.


" Kamu pingsan tadi saat Arka di bawa dalam perjalan ke rumah sakit. Sekarang kita di Rumah Sakit," Kriss mengenggam tangan Ila erat lalu mengecup kening Ila.


Spontan air mata wanita cantik itu mengalir. Masih basah di ingatannya kejadian kecelakaan yang menimpa mantan suaminya karena menyelamatkan dirinya.


"Kriss jangan diam saja? Mas Arka baik-baik saja kan Kak?" tanya Ila dengan nada berteriak.


"Sayang tenang! Kakak mohon kamu tenang! Ingat ada anak kita dalam kandungan kamu. Kakak pasti akan kasih tahun keadaan Arka. Tapi kamu harus tenang dulu!" Kriss memeluk Ila dengan erat, dia tahu kalau wanitanya terguncang oleh kejadian ini.


Satu jam sudah berlalu. Kriss masih belum memberi kabar tentang Arka. Setelah Ila tenang Kriss baru membimbing Ila berjaan keluar untuk menemui Arka.


"Kak? Kenapa kita kesini? Ngak mungkinkan?"

__ADS_1


"Ngak? ngak mungkin Kak?"


Kriss mengangguk dan Ila semakin histeris bahkan badannya sudah tidak bertenaga lagi.


"Ini ngak mungkin Kak? Ini ngak mungkin! Mas Arka masih ada bersama kita kan? Dia ngak akan meninggalkan anak-anaknya? Seno, Arshaka dan Twins masih butuh Mas Arka!" Ila terus meracau dengan keadaan yang semakin kacau.


Tepat saat kain yang menutupi wajah jenazah terbuka, dan disana wajah Arka sudah sangat pucat dan dingin. Kedua matanya tertutup rapat. Tidak ada lagi pandangan penuh harap yang biasanya dia tunjukkan pada Ila. Tidak ada lagi senyuman penuh rasa bersalah yang selalu dia tampakkan ketika bertemu dengan Ila.


"Mas Arka!" tariak Ila semakin histeris.


"Kamu ngak boleh begini! kamu ngak boleh ninggalin aku dan anak-anak! Kamu ngak boleh balas dendam dengan cara yang begitu kejam sama aku Mas!" badan Ila meluruh bersama kesadarannya yang ikut pergi tenggelam dalam kegelapan.


Bersambung


Satu part lagi tamat ya.


Pantauin terus ya😊😊

__ADS_1


__ADS_2