Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 56


__ADS_3

Melihat Arka berada di pilihan yang menyulitkan. Ila memutuskan keluar dari kamarnya. Bismillah di mulai langkahnya.


"Ya Allah, aku tidak tahu ini ujian atau berkah darimu. Namun apapun itu lapanhkan hatiku dalam menerimanya." Batin Ila bermonolog.


Ila tiba di samping sang suami. Di genggamnya tangan suaminya, lalu di usap air mata Arka yang jatuh bertepatan saat Ila datang ke sisi nya.


"Putuskan hal yang menurutmu benar Mas. Insyaallah, jikapun Itu ujian bagi rumah tangga kita. Kita masih punya Allah tempat meminta pertolongan.


Bagaimanapun Dia adalah ibu dari anak-anakmu dan juga bagian dari dirimu selama 10 tahun. Bantulah dalam hal sewajarnya." bisik Ila di telinga Arka.


Arka merasa lega. Jujur saja semenjak Ila hamil Arka lebih berhati-hati dalam bertindak. Suasana hati istrinya sering berubah tidak menentu. Dalam harapnya Arka berdo'a agar tidak ada yang terjadi pada keluarga kecilnya.


"Terima kasih Sayang." Arka mengecup pipi istrinya.


Melihat sikap romantis Arka pada Ila membuat Raya mencibir.

__ADS_1


"Huh dasar anak kecil, mau saja di perlakukan dengan manis oleh laki-laki kere dan tua seperti Arka. Jika saja aku yang muda dan secantik dirimu, maka sudah ku cari pria yang lebih kaya dan tampan dari Abimana sialan itu.


Arka hanya persinggahan sementara bagiku. Sebelum aku menemukan Inang yang lebih ber duit dari pada Arka." kata batin jahat Raya.


"Baiklah Seno! Mama kamu boleh tinggal di sini. Tapi hanya sementara. Nanti saat Mama kami sudah melahirkan dan juga mendapat pekerjaan, maka Mama kamu harus tinggal di rumahnya sendiri.


Ini berkat Bunda yang mengizinkan Mama kamu tinggal di sini. Terakhir Papa ingin menegaskan padamu Seno. Papa dan Mama tidak akan mungkin pernah lagi bersama. karena Papa sudah menikahi Bunda." Arka berlalu dari ruang tamu.


Lalu Ila memanggil Bi Surti dan menyuruh Bi Surti merapikan kembali pakaian Raya pada lemari kamar tamu yang sekarang Raya tempati.


Seno berlari dan menubruk punggung Bundanya.


"Terima kasih Bunda, Seno sayang sekali sama Bunda. Terima kasih sudah izinkan Mama Seno tinggal bersama Seno kembali."


Ila menahan sesak di dadanya. Lagi dia harus merasakan hal yang dia takutkan. Yang seharusnya terjadi maka terjadi juga.

__ADS_1


Seno akan mengabaikan nya milai saat ini. Ila bisa melihat pancaran kerinduan yang begitu mendalam di mata anak sambungnya. Ila merasa jika belum punya anak maka anak yang ada akan tetap bulan anaknya meskipun itu adalah anak sambungnya.


Ila mengusap tangan kecil seno di perutnya.


"Sekarang Seno jangan sedih lagi. Mama Seno sudah kembali. Sepertinya Bunda harus ke kamar, kepala Bunda terasa pusing. Seno tolong Bunda untuk menemani Mama ya.


Mama seno kan lagi hamil. Ngak baik kalau Mama Seno sendirian. Bi Surti juga sibuk dan Bi Tina harus mengurus Adek Arshaka. Jadi hanya Seno yang bisa bantu menjaga Mama."


Tangisan Seno semakin deras. Dia merasa Ibu tirinya semakin baik padanya. Padahal Dia susah membuat bundanya sedih dengan mengatakan bahwa bunda hanyalah bunda sambungnya.


Meskipun itu kebenaran tapi Seno tahu jika bundanya sedih saat mendengar penuturan darinya.


"Bunda ke kamar dulu ya!" Ila berjalan ke kamar tanpa mau melihat ke arah Seno.


Di dalam kamar Ila mendapati Arka yang sedang menunaikan sholat Duha. Ila bahagia melihat suaminya mendekatkan diri pada Tuhannya. Tidak ingin hanya menonton Ila pun ke kamar mandi untuk berwudhu.

__ADS_1


Ila ingin mengadu, mengadukan kegelisahannya pada sang pemilik dunia dan segala isinya.


__ADS_2