Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 70


__ADS_3

Arka mengikuti Ila sampai ke dapur. Dalam hati Arka sebenarnya sangat gelisah, apalagi Ila sedari tadi hnya membisu. Selesai Ila membuat susu rasa vanila itu Ila duduk di meja makan yang ada di dapur.


Arka mengikuti istrinya untuk ikut duduk. sSaat ini keduanya sedang berhadapan. Baru saja Arka ingin berbicara, gangguan paling menyebalkan datang.


"Mas, kamu kok di luar sih?"


Raya menghampiri Arka dan mengelus pundah suaminya sensual. Jangan lupakan Raya juga memakai lingerie warna hitam yang terlihat sexy di tubuhnya.


"Malam ini, malam pertama kita loh Mas! Eh kamu malah keluyuran ke sini. Ila! Mbak izin bawa suami kita ke kamar Mbak ya!"


"Raya aku mohon mengertilah. Beri aku waktu sebentar untuk berbicara dengan Ila! Kamu tunggulah di kamar sebentar. Aku pasti akan ke kamar." Arka berbicara dengan nada memohon pada mantan istrinya. Ups istri kedua maksudnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih Mas? Ila juga pasti paham kalau ini adapah malam pengantin kita! Kamu udah jadi suami aku Mas! Kamu bukan hanya suami dari Ila!" Raya mengatakan hal itu dengan nada setengah berteriak.


Dia sungguh kesal, bahkan setelah berakhir memiliki Arka dengan tipu muslihatnya. Arka masih saja sangat memperhatikan Ila.


"Pergilah Mas! Kasihan Istri kedua kamu kayaknya udah ngak tahan! Saya ngak mau jadi penghalang bagi sepasang suami istri yang tengah di mabuk cinta, kalian bisa tinggalkan saya sendiri sekarang!"


Ila berkata sambil menatap keduanya datar. Hal ini sukses membuat hati Arka mencelos. Tidak pernah Ila berbicara sedatar itu padanya. Terlebih sudah menggunakan kata saya.


"Raya!" teriak Arka dengan mata melotot marah. Hal ini membuat Raya terkejut sekaligus merasa senang. Tentu saja Arka butuh waktu untuk membujuk Ila yang sedang terluka lahir maupun batin karena pernikahan dia dan Arka.


"Oke, aku tunggu Mas di kamar kita!" Raya menekan kata di kamar kita. Untuk membuat hubungan kedua suami istri itu makan memanas.

__ADS_1


Raya berlalu, sekarang hanya ada Arka dan Ila. Ila yang sudah selesai dengan susu vanila di tangannya memilih untuk berdiri akan tetapi dia terkejut saat Arka memeluk erat tubuhya dari belakang.


"Mas mohon kamu pahamin kondisi keluarga kita. Mas harap kamu mengerti. Mas menikahi Raya juga demi kamu sayang. Tolong jangan tatap Mas sedatar itu. Kita baru saja mereguk madu bersama sore tadi.


Mas yakin kamu pasti juga akan memikirkan nasip anak-anak kita. Ada dedek kembar disini, Mas ngak mau kamu masuk penjara. Mas ngak marah lagi sama kamu sayang!


Mas berusaha faham akan kecemburuan kamu ketika mantan istri Mas tinggal disini. Jadi Mas mohon relakan Mas menikahi dia sebagai bentuk tanggung jawab Mas akan perbuatan kamu kemaren."


Pundak Ila bergetar tapi bukan karena tangisan. Tapi dia tertawa. Ila sangka sang suami merasa bersalah karena pernikahan ini terjadi tanpa izin darinya. Tapi Arka dengan santainya meminta Ila memahami kondisi rumah tangga mereka.


Ila membalikkan tubuhnya. Hingga saat ini dia berhadapan dengan sang suami. Ila tertawa tetapi matanya sudah berkaca-kaca sepertinya sebentar lagi hujan itu akan segera turun membasahi wajah mulus Ila yang masih lembab karena air mata sebelumnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2