Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 35


__ADS_3

Melihat Ila tak mengacuhkan dirinya Arka memilih keluar. Teringat masih ada toko yang harus di urusnya Arka memilih pergi ke tokonya yang ada di wilayah B berharap dengan sedikit kesibukan mampu membuat dia melupakan masalahnya dengan Ila.


Ila sungguh tak kuat menggerakkan dirinya dari kasur sehari kemaren apapun yang dia makan tak ada yang lewat dia selalu memuntahkan makanannya.


sebenarnya Ila muntah muntah begini bukan hanya hari ini, sudah 2 bulan blakangan Ila sering mengalami mual mual bahkan smapai muntah hanya saja tak separah yang hari ini.


Ila menelpon bi surti dari telepon genggamnya untuk membantu membawa ia ke rumah sakit untuk periksa.


"Ya Allah nya kok sakit seperti ini tuan malah ngak di rumah. Saya telpon tuan dulu ya nya, biar tuan Arka bawa nyonya ke rumah sakit." Bibi Surti segera mencari kontak ponsel majikan laki lakinya itu.


"Bi jangan kabari mas Arka, bibi saja yang bantu bawa saya ke rumah sakit dan tolong jangan bilang ke Seno kalau saya sedang sakit!" kata Ila.


Dengan perlahan bi Surti membantu Ila berjalan pelan pelan agar Ila tak jatuh di karenakan Ila mengeluh pusing.


Saat tiba di rumah sakit dokter mengatakan jika Ila tak apa apa. Hanya saja Ila harus bedrest selama 2 hari dan Ila juga di anjurkan untuk periksa ke dokter kandungan.


Ila tak tahu harus sedih atau bahagia saat mengingat apa yang di katakan oleh dokter kandungan tentang dirinya.


#Flasback on


"Alhamdulillah ibu Ardila tidak apa apa dan saat ini kondisi janin masih bisa kita selamatkan. Ibu Ardila harus mengurangi stress ya bu itu sangat mempengaruhi kehamilan di tiga bulan pertama ini." Ila meneteskan air matanya mendengar penjelasan dokter itu, dia sedang mengalami konflik dengan sang suami dan sekarang dia di mengandung anak dari suaminya.


Ila sangat berharap dengan adanya anak ini di antara mereka hubungan dia dan sang suami bisa kembali membaik seperti semula.


"Sepertinya janinnya bukan hanya satu buk. Babynya kembar bu, ini baru usia 2 bulan 2 minggu masih sangat rentan bu."


"Jangan beraktivitas yang berat berat dulu ya bu. Karena kondisi kedua janin ibu Ardila sangat lemah jadi saya sangat menganjurkan jangan stress dan hindari pekerjaan pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih!"


"Ini resep saya berikan dan saya harap kontrol kandungan kedepannya harus bersama suaminya ya bu!" kata dokter yang memeriksa Ila.

__ADS_1


#Flascback off


"Alhamdulillah nya, saya seneng banget tuan akan punya baby dari nyoya Ila."


"Nyonya jangan banyak pikiran, ingat sekarang nyonya ngak lagi sendiri tapi bertiga jadi saya harap nyonya segera menyelesaikan masalah dengan tuan."


"Tuan Arka sebenarnya orang yang bijak dan juga dewasa. Jika memang telah terjadi kesalah fahaman di antara nyonya dan tuan saya mohon di selesaikan. Saya ngak sanggup melihat anak anak tanpa orang tua yang utuh lagi nyonya. Cukup, cukup den Seno dan Arshaka yang menjadi korban perceraian jangan ada lagi yang menjadi korban perceraian lagi." Bi Surti mengatakan itu sambil memegang tangan Ila dengan erat.


"Saya juga ngak tahu sebenarnya masalahnya apa bi, saya juga ngak mau kehilangan suami saya. Ila sangat mencintai mas Arka bi. Tapi mas Arka malah menuduh Ila yang tidak tidak hanya karena Ila bertemu dengan sahabat Ila di depan kampus mas Arka mengajar." Akhirnya rasa sesak yang dari tadi Ila coba tahan keluar juga. Bahkan karena marahnya suaminya dia juga ngak tau jika semalam Ila pingsan semalaman di kamar mandi.


"Bisa jadi tuan cemburu nya. Bisa juga tuan mendengar hal yang seharusnya tidak beliau dengarkan, tuan sudah pernah gagal berumah tangga jelas tuan sangat trauma dengan hal itu."


"Saya bukannya peramal nyonya hanya saja apakah sahabat nyonya yang nyonya temui kemaren adalah laki laki yang mencintai nyonya atau punya rasa lebih pada nyonya? Jika memang sahabat nyonya punya rasa lebih pada nyonya tak menutup kemungkinan jika tuan mengetahui hal itu sehingga beliau cemburu dan marah pada nyonya," kata bi Surti.


Sekarang baik Ila maupun bi Surti terdiam sampai mereka tiba di rumah. Saat di rumah ternyata Arka sedang makan siang bersama Seno dan Arshaka sedang makan dan sangat rewel bersama bi Tina.


"Mau unda, dak au ii Ina!" Arshaka berlari mendekati Ila dan saat Ila ingin menggendong Arshaka bi Surti langsung memberi isyarat tegas.


Tak berselang lama Ila selesai menyuapi Arshaka makan dan saat Arshaka ingin mengejaknya bermain Ila mengatakan jika dia ingin tidur. Hal ini sukses menjadi tanda tanya besar bagi Arka.


"Bi Surti!" teriak Ila karena bi Surti ada di dapur.


"Ya nyonya!"


"Bantu saya ke atas, saya lemas." Ila tidak bercanda soal badannya yang lemas, bahkan menaiki tangga saja dia tak mampu rasanya.


Saat Ila akan menaiki tangga bersama bi Surti, Arka menghampiri mereka dan menggendong sang istri yang terlihat tidak baik baik saja. Arka membawa Ila ke kamar tamu tempat yang sekarang di huni oleh Arka semalam.


"Kamu sakit apa?" tanya Arka.

__ADS_1


"Aku ngak sakit mas hanya saja butuh istrihat selama dua hari. dokter menyarankan untuk aku bedrest selama dua hari."


"Iya tapi karena apa? Kenapa kamu harus bedrest?" Ila berusaha membuang rasa kesal dan juga sesak di hatinya mendengar pertanyaan dari sang suami.


Pelan Ila memegang telapak tangan Ila dan meletakkan telapak tangan Arka dengan posisi mengelus perut Ila yang masih tampak datar di usia kandungan yang 2,5 bulan.


"Mas akan punya anak lagi. Anak yang selama ini kita nantikan hadir mas!" Ila menangis antara senang dan sedih. Senang karena dia akan segera menjadi ibu dan sedih melihat Arka malah membuang muka dan memasang wajah muram melihat ke arahnya.


"Kamu harus bersabar lagi karena jika ingin bercerai denganku minimal setelah bayi itu lahir dulu. Kamu tenang saja saya tidak akan menuntu ..." perkataan Arka terpotong.


Ila ******* bibir suaminya dalam, Ila tak tahu apakah sang suami mampu menerjemahkan rasa yang di rasakan Ila saat ini atau tidak. Karena Arka membeku saat Ila menciuminya ganas, tak ada respon sama sekali dari Arka atas tindakan sang istri.


"Beginikah pertemanan mu dengan Alex atau jangan jangan bayi itu adalah anaknya Alex?" Perkataan kasar Arka sukses membuat Ila tak berkutik lagi. Air matanya keluar semakin deras dan di sana dia melihat ada pisau buah yang cukup besar Ila dengan cepat mengambilnya dan berdiri menjauh dari Arka meski kepalanya terasa berputar.


"Kamu ingin segera jadi duda mas, bagi aku kabuli. Sepertinya hanya aku yang mencintaimu nyaris gila, bahkan aku menolak sahabatku yang hanya memintaku menjadi pendengar di sela kegiatan patah hatinya karena takut kamu cemburu!"


"Tapi kamu bukan cemburu kamu ingin mencampakan aku setelah semua yang kita alami!"


"Ila kamu jangan gila, bunuh diri itu dosa!" teriak panik Arka saat istrinyabbertindak semakin nekat.


"Persetan dengan itu semua!" teriak Ila


Splas Ila mengiris pergelangan tangannya dan tak berselang lama kegelapan menghampiri Ila. Beruntung Arka cepat menyambut tubuh mungil istrinya.


"Sayang maaf, buka mata mu!"


"Yang buka matamu!" Arka berteriak panik seraya mengangkat tubuh Ila dan membawanya ke mobil. Bi Surti ikut menemani kedua majikannya dalam perjalanan ke rumah sakit.


"Sayang kamu harus selamat ada anak kita di tubuh kamu, mas mohon jangan begini yang kamu harus kuat" sepanjang jalan Arka menyetir dengan kencang, kalut dan tangisan deras yang mengalir tanpa henti.

__ADS_1


Noted: Ila itu bumil ya guys jadi dia mood swigs jadi jangan salahin dia kalau main pisau ya. Her still human not angel. oke😅😁


__ADS_2