Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 67


__ADS_3

"Saya tidak meminta belas kasihan Anda. Harusnya Anda malu, Anda seorang wanita yang berpendidikan bahkan dari segi umur Anda jauh di atas saya.


Tapi Anda begitu picik memfitnah saya. Anda yang ingin mendorong saya, lalu Anda kena batunya sendiri. Sehingga Anda kehilangan anak dan rahim anda.


Lalu sekarang apa lagi ini," kata Ila berdiri sambil tersenyum sinis pada kedua orang di depannya. Bahkan air mata Ila sudah tak kuasa dia bendung.


"Anda mengfitnah saya dan sekarang berhasil merebut suami saya. Selamat anda dapat semua yang Anda inginkan.


Dan kamu Mas... Saya tidak ingin di poligami. Saya ingin cerai!"


Arka mengepalkan kedua tangannya. Dia kesal, kecewa juga sedih dengan keadaan ini. Dia juga tidak ingin melakukan ini. Tapi situasi yang memaksa dia melakikan hal ini semua.


"Ila! Saya tidak akan pernah menceraikan kamu. Kamu sedang mengandung anak saya. Saya tidak ingin anak-anak menanggung akibat akibat dari keegoisan kamu.


Kamu sadar tidak dengan perkataan ka..." perkataan Arka terpotong karena teriakan Ila.


"Brengsek!" teriak Ila lantang.


"Kalau kamu memikirkan anak-anak kita kamu ngak akan mau nikah lagi Mas. Apa karakterku begitu meragukan bagimu?


Bahkan jika memang harus mendekam di kantor polisi karena fitnah inipun aku siap. Aku uakin kebenaran pasti akan terungkap.

__ADS_1


Jadi stop mengatakan demi anak-anak. Egois? Kamu yang egois Mas. Kamu!" teriak Ila pada Arka.


Ila terduduk setelah berteriak. Dia merasa sangat bodoh saat ini karena harus terjebak dalam pernikahan sialan antara Raya dan Arka.


"Seharusnya kamu bisa menyelidiki hal ini lebih dalam. Atau kamu memang masih ada rasa sama wanita tua ini?.


Jika kamu memang ada rasa sama nenek peot ini kamu bilang Mas. Kalian serasi sama-sama T-U-A!"


Plak


Sebuah yamparan mendarat ke pipi Ila. Hal itu membuat Ila termenung.


" Jaga bicara kamu ya. Yang kamu lakukan pada saya itu sudah keterlaluan. Bahkan jika saya ingin memenjarakan kamu, dengan mudah bisa saya lakukan.


Saya dan Arka jauh lebih serasi dan kami sudah punya pemikiran yang matang. Terlebih saya dan Arka memiliki 2 anak.


Seharusnya kalau kamu cemburu bukan dengan mencelakakan saya kamu bertindak. Kamu masih muda dan pintar, kamu punya mulut untuk mengatakan pada Arka jika kamu tidak nyaman saya ada di sini.


Asal kamu tahu kamu telah membunuh anak saya. Bukan hanya itu, kamu juga membuat saya tidak bisa memiliki keturunan lagi!


Pembunuh! Dasar pembunu..."

__ADS_1


Plak


Plak


Dua tamparan Raya dapatkan spontan dari Ila. Saat Raya akan membalas tangan Raya di tahan oleh Ila.


"Heh nenek sihir sialan. Anda jatuh karena diri anda sendiri. Bukan karena saya! Harusnya Anda malu berkata begitu.


Sebagai wanita anda kehilangan harga diri dan juga karakter."


Saat mereka ingin beradu mulut lagi Arka berteriak.


"Diam!" teriak Arka menggema di seluruh ruangan.


"Ila cobalah unyuk mengerti. Raya sangat sedih karena kehilangan bayinya. Jangan memperkeruh suasana. Beruntung kasus ini tidak berakhir di pengadilan.


Jadi terima atau tidak, nanti malam saya akan menikah dengan Raya. Saya tidak akan menceraikan kamu. Bahkan jika kamu masih ngotot saya akan mengurung kamu di kamar."


Arka menarik Raya bersamanya dan meninggalkan Ila yqng berteriak dan memanggil namanya.


"Mas kamu ngak lagi bercandakan Mas? Rasamu padaku tidak sedangkal itu kan Mas? Mas kamu ngak akan menikahi wanita itu nanyi malamkan Mas?

__ADS_1


Mas Arka!" Teriakan dan racauan Ila hanya di sambut oleh angin yang berhembus. Arka pergibyanpa menoleh lagi.


__ADS_2