
Tubuh Ila sudah terasa sangat lelah. Sedari tadi dia menghubungi Arka namun ponsel suaminya tidak tersambung.
Teringat Ila lupa meminum susu hamilnya dikarenakan yang biasa menyiapkan susu hamilnya Ila adalah Arka.
Ila memilih berjalan ke dapur dan membuat susu hamil rasa vanila untuk dirinya sendiri.
Ila melihat ke lantai 2 dimana Arshaka tidur bersama Bi Tina disana. Sepertinya anak itu cukup mengerti jika suasana rumah sedang kacau.
Sedari tadi belum terdengar tangisan Arshaka. Mungkin dia mengerti jika Bundanya sedang tidak baik-baik saja.
Ila duduk di ruang keluarga sambil meminum susu yang tadii di buatnya. Tepat pukul 3 dini hari Ila selesai dengan susu vanila yang tadi di minumnya.
Ila tertidur di sofa ruang keluarga. Dia membawa harapan suaminya pulang ke alam bawah sadarnya.
Ila neringkuk di atas sofa seperti janin dalam rahim ibunya. Seolah Ila ingin menyatakan jika dia akan melindungi anak-anak yang ada dalam rahimnya.
__ADS_1
Ila tidur dalam keresahan karena Arka mengabaikanya sejak kejadian kecelakaan Raya tadi.
Di rumah sakit Arka memandang sendu ponselnya. Dia memang tidak menerima telepon apapun dari Ila malam ini. Memang dia percaya apa yang Seno katakan, hanya saja hati kecilnya menolak untuk percaya.
Arka memandang sendu foto istrinya yang tersenyum begitu menawan di ponselnya. Foto itu Arka ambil 4 bulan setelah pernikahannya dengan Ila.
"Sayang! Mas memang kecewa sama kamu. Tapi Mas juga masih sulit menerima jika ini nyata.
Apa harus hanya karena rasa cemburu kamu sampai sejauh ini. Kamu lagi hamil anak kita. Tapi kenapa kamu tega membunuh anak seorang ibu hamil.
Ya Allah aku harus bagaimana? Mengapa hal ini semua menimpa keluargaku!" Batin Arka bermonolog.
Tak terasa pagi menjelang. Hingga pagi menjelang Arka masih di rumah sakit bersama dengan Seno. Arka yang ingat jika ini bukanlah hari libur memilih izin untuk ke kampus. Arka juga mengirim pesan singkat pada guru Seno di sekolah bahwa Seno hari ini izin dari sekolah.
Terasa badan sudah tidak nyaman dan lengket sedari kemaren tidak mandi. Arka memilih untuk kembali kerumah. Untuk sekedar mandi dan membawa perlengkapan Seno dan Raya.
__ADS_1
Saat tiba di rumah, Arka melihat ada gelas bekas susu di ruang keluarga. Arka juga melihat selendang Ila di atas sofa. Dugaan Arka, istrinya menunggunya semalam. Terlebih Ila juha menghubungi Arka sampai jam 2:30 dini hari.
Tidak ingin pusing Arka masuk ke kamarnya bersama dengan Ila. Di sana dia melihat Ila sedang tertidur dalam balutan mukenah dan juga memeluk al-qur'an.
Di mata istrinya ada jejak air mata yang mengering. Arka membiarkan saja Ila tertidur. Arka bergegas masuk ke kamar mandi.
Tak berselang lama Arka siap mandi dan ingin mengambil pakaian. Secara tidak sengaja Arka menjatuhkan buku yang ada dekat dengan lemari pakaian.
Hal ini menimbulkan suara yang cukup keras. Ila yang belum sepenuhnya tertidur kembali terbangun. Senyum lebar langsung menguara dari wajah manisnya ketika sang suami di depan matanya.
Arka yang masih menggunakan handuk di pinggangnya lantaran sibuk mencari baju terkejut melihat sepasang tangan melingkar di pinggangnya.
"Mas..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1