
Ila saat ini di kamarnya, Ila mwnghapus kasar air matanya. Dia mengingat masa-masa awal pernikahan mereka. Dimana Arka begitu takut kehilangan dirinya, terlebih perbedaan yang sangat banyak di antara mereka. Kenapa perubahan itu begitu cepat terjadi.
Pernikahan mereka baru seumur jagung. bHakan baru 1 tahun lewat satu bulan. Mengapa Arka begitu tolol dan begitu mudah terhasut akan perkataan mantan istrinya.
Tidak masalah jika Arka percaya akan perkataan Seno dan Raya. Tapi apakah hatus menelan perkataan itu bulat-bulat?Tanpa berusaha melihat dan mencari kebenarannya?
Seperti sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang Ila rasakan saat ini. Tidak ingin berlarut Ila memilih mengistirahatkan tubuhnya.
Sedangkan di tempat yang berbeda, ada seorang anak yang berada dalam dilema. Bagaimana tidak dilema. Papa dan mamanya memang kembali bersatu, tapi dia juga tidak buta. Bunda Ila lebih sering menangis sejak kejadian Mamanya masuk rumah sakit.
Seno memang merasa bersalah karena berbohong pada Arka mengenai Ila yang mendorong Raya. Tapi Seno juga teramat bahagia karena Mamanya kembali tinggal bersamanya.
__ADS_1
"Bunda! Maafin Seno. Seno yakin Bunda, kalau Bunda adalah ibu yang kuat untuk Seno, Arshaka dan dedek bayi. Bunda ngak akan tinggalin kami. Dan Bunda juga ngak akan marahkan sama Seno." lirih hati seno penuh harap. Iya Seno tadi keluar ingin mengambil air minum ke dapur tapi dia melihat Ila menangis tergugu sendiri setelah Arka tinggalkan sendiri.
1 minggu sudah berlalu sejak pernikahan tanpa izin yang Arka lakukan pada Raya. Semuanya berlangsung damai dan tentram. Apapun yang Raya lakukan tidak pernah jadi permasalahan bagi Ila.
Mulai dari memonopoli Arka sesuka hati, bahkan selama 1 minggu ini Arka belum pernah tidur di kamar Ila sama sekali. Bukan hanya Arka yang di monopoli Raya, begitupun Arshaka dan Seno. Meskipun Arshaka sempat kesulitan karena anak itu lebih dekat dengan Ila dan Bi Tina.
Seperti pagi ini Ila dan keluarga kecilnya sedang sarapan. Ila duduk di kursi yang berhadapan dengan Arka sedangkan Raya duduk bersebelahan dengan Arka.
Sedangkan Ila hanya memakan salad buah-buahan yang baru saja dia buat dan juga susu hamil rasa vanila.
"Seno sini Mama ambilkan nasinya!" Kata raya meminta piring Seno.
__ADS_1
"Seno mau Bunda saja yang ambilkan, sudah lama rasanya Bunda ngak ambilkan makanan buat Seno. Seno rindu Bunda yang perhatian seperti dulu." kata Seno seraya menatap ibu sambungnya yang sangat jarang bicara dan juga tersenyum setelah Mamanya resmi jadi istri Papanya.
"Tangan Bunda pegel! Sama Mama kamu saja!" Ila meninggalkan meja makan serya membawa buah yang belum habis dia makan.
"Tidak ada yang meninggalkan meja makan! Duduk kembali Ila!" kata Arka penuh penekanan.
"Jangan buat saya bertengkar dan mengatakan kata-kata kasar. Ada anak Anda yang akan mendengar Tuan Arka yang terhormat!" Ila berlalu tanpa memperdulikan panggilan Arka padanya.
Sedangkan Seno semakin merasa bersalah pada Ibu sambung dan juga papanya. Dulu Ibu sambungnya begitu menyayanginya. Sekarang karena kebohongan yang Seno lakukan keadaan rumah tangga papa dan bundanya di ujung tanduk.
"Sudah Mas! Jangan di marahi. Mungkin Ila lahi sensitive namanya juga wanita hamil apalagi Ola masih muda." Raya menjadi orang bijak seolah-olah dialah yang paling sabar di sini.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...