
Di sebuah ruangan serba putih, seorang wanita cantik terbaring lemah tidak berdaya. Di wajahnya terpasang selang-selang penunjang kehidupannya.
Dia hanya seorang diri di sana. Maklum hari sedang menunjukkan pukul 03.50 sore. Mungkin sekitar beberapa menit lagi akan tiba pria tampan yang selama ini menemaninya di ruangan sunyi ini.
"Assalamu'alaikum." Ucap seseorang dari luar. Terdengar jelas suaranya, suara seorang laki-laki.
"Assalamu'alaikum Sayangnya Mas!" Pria itu mengecup kening dan pipi wanita itu.
Sedangkan hidup dan bibir manisnya terselingkup oleh selah uap oksigen.
"Sayang, Twins sudah 6 bulan. Kapan kamu mau membuka mata?" Laki-laki itu mengelus kepala istrinya yang sepertinya sedang bermimpi indah.
"Sayang bangunlah! Mas rindu." Arka memeluk tubuh istrinya yang sudah 6 bulan terbaring lemah.
Perlahan jemari lentik itu bergerak dan perlahan mata indah itu mengerjap. Arka yang melihat itu semua sontak memanggil dokter.
"Dokter! Dokter! Istri saya sudah siuman toling periksa kondisi istri saya!" Arka berlari mengatakan itu ke meja penjaga di depan kamar. Bahagia sangat bahagia itulah yang dia rasakan. Bagaimana tidak bahagia 6 bulan penantiannya terjawab sudah.
"Ma.. Ma.. ss.. Ar.. kaa," terbata-bata Ila memanggil nama sang suami. Air mata keduanya berjatuhan. Tangan Ila menggapai-gapai ke arah Arka.
Arka dengan segera menggenggam erat tangan mungil itu lalu mengecupnya berkali-kali.
"Terima kasih sudah kembali Sayang! Mas dan anak-anak sangat merindukan kamu. Anak kembar kita sudah lahir mereka semuanya jagoan yang nanyi akan menjaga ibunya yang baik hati layaknya Malaikat ini."
Ila hanya menangis, dia menatap nanar pada sang suami. Dalam fikirannya bertanya-tanya kenapa suaminya ada di sini. Apakah Arka suaminya? Dan mengapa malah dia yang terbaring koma? Sebenarnya apa yang terjadi? Ila sungguh merasa bingung.
"Bagaimana keadaan istri saya Dokter?" tanya Arka pada Dokter.
"Alhamdulillah, keadaan ibu Ila baik-baik saja. Ini sebuah keajaiban Pak Arka. Akhirnya penantian Anda selama 6 bulan berbuah manis juga. Ibu Ila beruntung memiliki suami yang sangat mencintai Ibu Ila seperti Pak Arka!"
"Hanya saja, mungkin otot-otot kaki Buk Ila akan sedikit tegang karena lama dalam ke adaan koma. Jadi perlu di latih berjalan. Dan jika memang belum bisa berjalan normal jangan terlalu di paksakan ya pak Arka. Pelan-pelan saja, seiring waktu sering berlatih kondisi ibu Ila akan normal kembali."
"Terima kasih Dokter!"
"Sudah tugas kami Pak," Dokter pun berlalu.
"Mas sangat bahagia Sayang. Terima kasih sudah kembali di tengah-tengah kami. Saat ini Twin di rumah di jaga oleh Bi Tina bersama Seno dan Arshaka."
"Daddy kekeh ingin memberi nama sesuai dengan nama besar keluarga mu. Nama putra-putra kita sangat indah sayang. Mas yakin kamu akan suka,'' kata Arka seraya mengecup tangan Ila sekali lagi.
__ADS_1
"Siapa namanya Mas?" kata Ila dengan suara pelan.
"Muhammad Kennan Osborn dan Muhammad Kenndric Osborn."
"Daddy Abraham sangat ingin nama belakangnya di sematkan pada si kembar. Katanya si kembarlah yang nanti akan mewarisi kekuasaannya. Bahkan Mommy Selena sampai menetap 3 bulan di Indonesia kemaren ini. Hanya saja karena satu dan lain hal kemaren sore Mommy Selena kembali ke New York bersama Daddy Abraham."
"Raya?"
"Untuk qpa juga kamu tanyakan wanita Jahannam itu Sayang! Gara-gara wanita tidak tahu diri itu juga kamu berakhir koma selama 6 bulan. Hanya karena tidak bisa menerima niat busuknya terbongkar lebih awal dia malah bertindak nekat."
"Raya?" Ila sangat ingin banyak bertanya tapi dia tidak kuasa, mungkin effek pasca koma.
"Sudahlah jangan mengingat orang yang begitu jahat padamu. Dia sudah hampir merebut suamimu yang tampan ini dari mu. Bahkan hampir membuat kamu dan Twins meninggal.
Sayang jangan pikirkan dia lagi. Raya tidak akan bisa mengganggu rumah tangga kita lagi. Raya sudah meninggal dunia pada saat di larikan ke Rumah Sakit pasca kecelakaan 6 bulan lalu."
Deg
Ila kaget sangat kaget. Kenapa semua yang dia ingat sangat berbeda dengan yang terjadi.
Sorenya meski Ila masih bertanya-tanya dalam hati apa yang sebenarnya terjadi. Tapi dia memutuskan untuk mengamati suasana saja dulu. Apakah ini mimpi?
"Maafin Mama Seno ya Bunda, maaf karena Mama. Bunda jadi sakit dan tidak bisa melihat tunbuh kembang dedek Kenan dan Erik."
Di sana bikan hanya ada Seno, tetapi ada Arshaka dan juga twins yang saat ini dalam stroller yang di dorong oleh Bi Tina.
1 Bulan sudah berlalu.
Saat ini Ila sedang duduk di gazebo kolam renang. Sambil menjaga kedua buah hatinya yang tertidur lelap.
"Bunda..."
"Syuutt" Ila mengamit tangan nya denga isyarat agar Seno dan Arshaka mendekat padanya tanpa suara.
Kedua anak laki-laki itu mendekat dan memeluk Ibu sambungnya dengan penuh sayang. Jangan lupakan wajah Ila yang di hujani kecupan-kecupan manja dari keduanya.
"Gimana hari nya Mas di sekolah?" tanya Ila pada putra sulungnya.
"Biasa aja, Seno kangen masakan Bunda." kata Seno dengan manja.
__ADS_1
"Mas jaga dedek kembar dan Abang Saka sebentar ya. Bunda ambil di kulkas dulu. Tadi Bunda buat salad buah dan juga Cheesecake."
"Oke Bunda," kata Seno dengan semangat.
Arshaka yang masih dengan wajah bantal karena baru bangun dari tidur siangnya langsung mengekori Ibunda tercintanya seolah tidak ingin lepas. Maklum efek gagal jadi anak bungsu karena Twins keburu lahir.
Malam ini Ila baru saja memasuki kamar dengan segelas susu hangat untuk suami tercinta.
"Mas di minum dulu Susunya mumpung anget. kamu jangan kerja terus dong ini udah jam 10 malam aku udah ngantuk. Ngak mau bobo sendiri , maunya di temenin. Titik ngak pake koma." kata Ila dengan suara manjanya.
"Iya iya sayangku. Ini udah selesai, manjanya Istriku yang cantik ini. Udah wangi aja?" tanya Arka dengan wajah jenakanya dan jangan lupakan sambil menaik-turunkan alisnya.
Dan ya kamu tahulah apa yang terjadi. Cukup jadi performance di antara mereka berdua. Ibadah yang syahdu dan menggugurkan dosa.
Saat ini Arka sedang memeluk Ila dari belakang. Arka mengelus puncak kepala istrinya tak luput juga mengecup pundak telanjang Ila. Arka mendengarkan apa yang Ila ceritakan.
Semuanya, mulai dari Arka menikah lagi dengan Raya, sampai ke kejadian-kejadian tragis berikutnya. Hingga sampai pada titik Ila yang menikahi kakak seniornya yang bernama Kriss Kim di korea selatan. Arka yang mendengarnya hanya mampu mengidikkan bahunya ngeri. Tidak terbayang oleh Arka kalau seandainya apa yang di katakan Ila adalah hal yang nyata. Untungnya Itu hanya mimpi.
"Untung hanya mimpi ya sayang. Berarti sebelum kamu sadar dari koma kamu memimpikan aku meninggal dunia setelah menyelamat kan kamu? Ya Allah, ngeri banget. Tapi kamu langsung sadar Yang? berarti itu tandanya kamu sayang banget sama aku, Sayang."
Cup
Cup
Cup
Arka mengecupi seluruh wajah manis sang istri.
"I Love You so much!"
"Love you too Hubby," Ila mencuri ciuman di bibir sang suami.
Lalu mereka sama sama memasuki alam mimpi dalam kondisi berpelukan. Tentu saja mereka telah dalam keadaan berwudhu sebelum tidur.
Ya saat ini Ila sangat menikmati hari-harinya sebagai istri dan juga Bunda bagi anak-anaknya dan Arka.
Selesai.....
Terima kasih untuk semua readers ku tercinta, yang menemani tulisanku dari awal hingga tamat seperti ini.
__ADS_1
sampai jumpa di karya berikutnya๐๐๐๐