
Di siang hari yang cerah ini suasana terasa hening, Ila dan Arka sedang duduk berdua sambil menonton drama televisi di kamar mereka.
Jam menunjukkan pukul 3 sore sepasang suami istri ini hanyut dengan ke syahduan moment romantis di antara mereka. Sambil menonton sinema korea, ya mereka menonton vicenzo yang di perankan oleh actor kesayangan Ila, Song Joong Ki yang berperan sebagai Vicenzo Cassano.
“Yang kamu suka banget ya nonton drakor beginian kalau lagi sengang begini?”
“Iya Mas seru , soalnya,” jawab Ila tanpa menoleh ke arah Arka. Sedang Arka hanya diam saja berusaha memahami kesukaan istrinya yang memang berbeda jauh umurnya darinya.
“Ya Allah ganteng nya suami ku.” seru Ila dengan sedikit berteriak, hal itu sukses membuat Arka terperanjat mengelus dada.
“Iya sayang mas emang ganteng, tapi ngak usah teriak juga begitu. Mas kan ngak lari,” kata Arka mencium pipi Ila seketika.
“Ih siapa yang bilang Mas sih,” kata Ila sedang matanya masih fokus ke layar televisi.
“Mas kan suami kamu Sayang, emang ada suami yang lain lagi?” Tanya Arka heran sekaligus bingung dengan sikap istrinya ini.
“Ya Allah, Ya Allah Song Joongki Oppa kalau savage gitu makin ganteng, ahh jadi pengen gigit!”
“Bakar bakar semua oppa, tahu rasa dia oppa aku diremehin, mampus lu!” kata Ila seaking menghayati drama Vicenzo episode 1 yang dia tonton.
“Akkhh!” Ila spontan teriak saat lehernya seperti di sengat sesuatu dan ternyata suami tercinta lah yang berulah dengan menggigit leher Ila kecil yang kebetulan sedang tak menggunakan hijab di karenakan hanya berdua dengan Arka.
“Ih Mas kenapa sih ganggu orang aja, jarang jarang Ila tu bisa nonton Song Song Oppa nya Ila, Ya Allah Ya Allah keren keren,” kata Ila yang langsung bertepuk tangan melihat Song Joongki yang ingin dibunuh orang tapi malah berhasil membuat mobil lawannya terbakar sedang yang ingin membunuhnya malah di bantai habis sama Song Joong ki.
“Yang Mas ngak suka ah, suami segede kebo disini kamu muji muji pria lain.”
“Muji Mas aja.” Arka menarik wajah Ila untuk melihat kearah nya dan dengan ritme cepat mencium seluruh bagian wajah istrinya.
Secara tanpa sadar, Ila televise sudah di matikan oleh Arka.
“Ngak usah ngebayangin duda lain, udah dapet om duda **** kayak Mas.” Suara Arka semakin terdengar serak. Wajah nya hanya berjarak beberapa centi dari Ila.
“Mending kita ikhtiar buat cepat dapet baby, semalem aja nangis pengen cepat hamil."
“Yuk Sayang ikhtiarnya.” Ila tak menjawab otaknya blank melihat suaminya mendadak manis begini. Di tambah Arka menggendong nya ala bridal style dan juga meletaknya di ranjang.
Arka mencium seluruh wajah Ila, lalu beralih membuka kancing baju ila perlahan.
“Istri Mas nakal ya! Beraninya bilang mau gigit laki laki lain di depan Mas.”
__ADS_1
“Jadi harus di hukum, biar Dedek bayi nya cepet tumbuh di perut Bundanya.” Arka mulai melakukan ritualnya yang semakin membuat Ila tak berdaya. Badannya bahkan tak berdaya karena sesuatu yang tak bisa iya jelaskan.
Seolah melupakan pesona Song Joong Ki, Ila terhanyut dengan pesona sang suami yang sedang mengusai diri nya saat ini. Baik Ila maupun Arka seolang lupa dengan orang yang ada di bumi. Bahkan seaking menikmati waktu Ila dan Arka sampai lupa pada anak mereka yang mungkin sudah terbangun sekarang. Dunia rasa milik berdua yang lain pada ngontrak.
Tak terasa waktu cepat berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 4:45 sore hari. Arka sedang bersandar mengelus kepala istrinya yang masih terlelap setelah pertempuran dahsyat yang mungkin memporak porandakan bumi Ila dan Arka. Bahkan puing puing dari pertempuran itu terlihat jelas di sana. Seolah menunjukan seberapa sadis peperangan yang terjadi yang sudah meluncurkan ribuan peluru dan juga bom meriam.
“Sayang!”
“Sayang! bangun. Nanti waktu ashar abis kita belum sholat lh." Arka membangunkan istrinya.
“Hmmggg, capek Mas!” kata Ila yang bahkan semakin memeluk tubuh suaminya.
“Mas gendong mau?” Ila hanya menganggukkan kepalanya.
“Manjanya istriku.” Arka menggendong Ila ke kamar mandi mereka harus segera menyelesaikan mandi sore nya agar bisa menunaikan sholat ashar.
Saat ini Arka sedang di ruang keluarga bersama Arshaka yang di pangkuannya berbicara dengan bahasanya yang belum terlalu jelas di mengerti oleh orang dewasa.
Saat ini Arka sedang melakukan video call dengan ibu serta ayah nya yang di Kalimantan di kediaman Dimas dan Airin. Airin adik iparnya baru saja melahirkan anak laki laki keduanya satu bulan yang lalu.
“Gimana keadaan Dimas dan Airin Ma?” Tanya Arka.
“Kamu sama Ila gimana? Akur kan? Mama ngak mau ya ada drama pernikahan perjodohan kayak di tv tv!" kata Ibu Farida menimpali.
“Alhamdulillah aman Ma, Ila maupun Arka belajar saling mencintai dan menerima satu sama lain.”
“Bahkan Arka dan Ila sedang program anak ketiga sekarang Ma,” jawab Arka.
“Wah bakal ada sinyal bucin ni Mas kayaknya!” sahut Dimas yang tiba tiba muncul disamping Mamanya.
“Bahkan dari tadi kami nelpon ngak di angkat angkat, trus nelpon ke telepon rumah kata Bibi begini “Tuan dan Nyonya belum keluar kamar sejak makan siang tadi Tuan!” Ya Allah dunia rasa milik berdua,” kata Dimas kembali menggoda kakak nya itu.
“Yang lain pada ngontrak, gini amat ngontrak di bumi.” jawab Dimas.
“Balik ke Khayangan aja Mas, daftar jadi warga Mimi Peri.” Ila yang datang seraya membawa minum dan cemilan untuk anak dan suaminya.
“Ya Allah amit amit Mbak, gitu amat.” Dimas menanggapi perkataan Ila dengan senyuman.
“Thanks Yang.” Arka refleks mengatakan itu pada Ila.
__ADS_1
“Ma, udah ada yang ayang ayangan. Padahal mah dulu nolak abis!” kata Dimas.
“Bagi resepnya dong Mbak,” kata Dimas.
“Resepnya di taburin bubuk cinta tropi kangen tiap hari!”
"Jie elah si Mbak bisa aja."
“Gimana kabar Mbak Airin, Mas Dimas?” Tanya Ila.
“Alhamdulillah baik Mbak, Mbak kapan nih nyusul kami buat punya momongan?” Tanya Dimas.
“Di usahakan secepatnya Mas Dimas.” kata Ila dengan senyuman manisnya.
“Yang rajin Mas ikhtiarnya biar cepat jadi.”
“Jangan di tanya yang itu Dimas, tadi juga kamu susah kan menghubungi kami. Setiap ada kesempatan peperangan antara Korea Utara dan Korea Selatan itu selalu terjadi.”
“Wah wah kasian aku sama Mbak Ila kalau kayak gini. Ini nih Mbak akibat dari buku novel Om Duda Terima CIntaku. Eh malah dapat duda omes. Jadi prihatin aku sama mbak ku ini!” kata Dimas.
“Alah Mas! kayak kamu ngak aja, bukti konkrit kamu juga ngak kalah sadis dari aku tu baby Ikra dan Reno jadi bukti nyatanya." ledek Arka.
“Ih ngak ya Mas," kata dimas.
“Ngak salah lagi maksudnya Mas!" tiba tiba Airin muncul dilayar hp.
“Kapan kapan main lah ke Kalimantan Mbak Ila.” kata airin.
“Maunya juga gitu Mbak, tapi Mas Arka belum libur mengajar,” kata Ila sendu.
“Mungkin nanti liburan sekolah Mas dan Ila akan ketempat kalian, sehat sehat ya. Semangat jaga kesehatan buat begadang jagain Dek Ikra nya!”
Ya begitulah komuikasi mereka , meski terhalang jarak mereka selalu mengusahakan untuk selalu berkominukasi via jaringan seluler.
See you guys.
Salam sayang dari padang….
Kritik dan saran ya….
__ADS_1