Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 80


__ADS_3

Arka hanya mampu memandangi foto anak kembar laki-laki yang sekarang tinggal bersama istrinya. Meski sedih dan harapannya kandas tapi Arka tetap bersyukur karena masih bisa melihat anak-anaknya dan juga sesekali menemui si kembar.


#Flashback On


"Pak kami dengan sangat mohon maaf, kami telah berusaha semaksimal mungkin. Akan tetapi..." Dokter itu menghentikan sejenak perkataannya. Lalu menatap sendu pada Kriss.


"Istri anda mengalami pendarahan hebat dan sekarang dalam keadaan koma! Kita hanya bisa berdo'a agar Istri Anda bisa melewati masa kritisnya. Kabar baiknya, selamat! Anda memiliki 2 anak laki-laki yang tampan dan lahir dalam keadaan sehat.


Anda boleh melihatnya setelah istri Anda dan Baby twins di pindahkan ke ruang perawatan."


Dokter berlalu, Kriss terduduk mendengar kabar wanita yang di cintainya kini sedang terbaring koma dan dalam keadaan kritis. Air matanya tak mampu Kriss bendung lagi, kedua tangannya bergetar menutupi wajahnya dan hanya mampu menangis tanpa suara.


"Sayang, kamu ngak boleh ninggalin aku lagi! Ingat saat ini bukan hanya aku yang butuh kamu! Tapi anak-anak kamu yang begitu lucu akan sangat membutuhkan sosok ibunya."


Di sela kegundahan hatinya Handphone Kriss berdering.


Daddy Mertua Calling....

__ADS_1


" Halo Uncle, Ila sudah melahirkan dan sekarang di Seoul International Hospital. Ila dalam keadaan kritis Uncle."


"Uncle segeralah kesini. Nanti akan aku ceritakan."


Tut... Sambungan telepon terputus.


Kriss menatap nanar ke depan. Masih basah di ingatan Kriss hari-hari yang dia lalui bersama Ila selama 3 bulan setelah Ila melarikan diri dari Indonesia.


Kriss menatap jam di pergelangan tangannya. Kriss menyadari jika dia belum menunaikan kewajibannya sebagai seorang Muslim.


Kriss mengirim pesan singkat pada Uncle Abraham lalu ia langsung menuju lokasi Masjid terdekat dengan Rumah Sakit.


Dengan berjujuran air mata sebagai hamba yang tidak berdaya Kriss mengadukan jeritan hatinya.


"Ya Allah, hamba mohon selamatkan dia. Selamatkanlah wanita yang hamba cintai Ya Allah. Karena sungguh segala sesuatu berada dalam kuasamu Ya Allah. Dan hamba hanyalah hambamu yang lemah dan tidak berdaya. Hamba mohon berikan hamba kesempatan untuk membahagiakan wanita yang hamba cintai ya Allah."


Saat ini Kriss, Abraham dan Selena berada dalam ruangan Ila di rawat. Selana dari tadi tidak berhenti menangis dia terus menyalahkan dirinya yang tidak menemani Ila hingga harus mengalami kejadian fatal seperti ini.

__ADS_1


Abraham jangan di tanya, hanya penyesalan demi penyesalan yang dia rasakan. Karena dia lebih memenyingkan prusahaannya yang sedang ada masalah cukup serius hingga dia memaksa Selana ikut turun tangan membantunya ke Kantor.


Padahal Selena sudah menolak tegas untuk ikut, akan tetapi karena dia memaksa dan Ila pun ikut memaksa Selena ikut serta bersamanya. Harusnyq Abraham sadar putrinya melakukan itu karena merasa tidak enak padanya.


"Sayang kau sudah merencanakan nama untuk cucu-cucu kita?" tanya Selena pada suaminya.


"Aku memberikan mereka nama Kennan Osborn dan Kendric Osborn!"


"Bagaimana menurutmu Kriss? Apakah namanya sudah pas?" tanya Abraham pada pria yang menjaga anaknya selama Ila di Korea Selatan.


"Nama yang bagus Uncle."


"Tadi apa yang kamu katakan di telinga si Baby Twins Kriss? Kau seperti membisikkan sesuatu. Aku mengumandangkan Adzan di telinga si Baby Uncle!"


"Apa itu tradisi umat Muslim juga?" Tanya Abraham lagi. Sedangkan Selena hanya mampu menatapi cucu-cucunya dengan linangan air mata.


"Itu suatu kewajiban bagi kami umat Muslim Uncle."

__ADS_1


"Oh baiklah, aku faham!" kata Abraham seraya mengaggukkan kepalanya.


__ADS_2