Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 47


__ADS_3

Ila tersenyum mendengar pertanyaan Mommy Selena. Ila menghentikan bacaannya dan mengakhiri bacaan Al-Qur'an, lalu memegang tangan Selena dengan hangat.


"Mommy, bagi umat agama kami sebagai seorang muslim. Mendekatkan diri kepada Allah adalah hal paling menenangkan dan menentramkan hati."


"Ila juga berharap dengan Ila rutin membaca Al-Qur'an akan menimbulkan rasa cinta akan agamanya bagi bayi yang Ila kandung."


"Melalui membaca Al-Qur'an Ila juga berharap bisa mencerdaskan cabang bayi dan mendidik bayi agar memiliki akhlak yang baik di masa depan."


Selena mengangguk-anggukan kepala nya mendengar penjelasan dari Ila.


"Dengan membaca Al-Qur'an, untuk melindungi sang cabang bayi dari gangguan makhluk tak kasat mata. Masih sangat banyak manfaatnya Mommy, bahkan jika subuh menjelang jika di jelaskan satu satu maka tidak akan ada habisnya." Sahut Arka sekembalinya dari mengantar Arka ke kamar sebelah dan juga memindahkan Arshaka ke box baby di kamar mereka.


"Ya sudah kalian istrahat lah lagi. Tidak baik ibu hamil tidur larut malam. Mommy mau ke ruang tv mau lihat Daddy, Mommy sudah mengantuk. Sweet night honey," kata Selena berlalu keluar kamar.


Lain di tempat keluarga Arka maka berbeda pula yang terjadi di kediaman Raya dan Abimana. Keduanya bertengkar hebat karena Raya menemui Abimana bermain gila dengan wanita lain di luar sana.


"Kenapa kamu tega pada ku Abi? Apa kurangnya aku selama ini padamu?" tanya Raya penuh penekanan pada suaminya.


Sedangkan Abimana hanya memandang jengah wanita hamil 8 bulan ini. Baginya saat ini Raya hanya lah barang rongsokan yang tidak berguna.

__ADS_1


"Tidak ada yang kurang Raya. Kamu melakukan semua yang aku inginkan, meninggalkan anak-anak mu bersama Arka. Berselingkuh denganku sejak awal pernikahanmu dengan Arka. Aku sangat puas sayang ku. Hanya saja....


Abimana menghentikan perkataannya, lalu menatap Raya yang sedang berlinang air mata karena pertengkaran mereka.


"Hanya saja, jika kau ingin aku kembali mencintaimu maka lakukan sesuatu untukku sayang." kata Abimana seraya mengelus pipi Raya yang berlinang air mata.


"Lakukan apa lagi Abimana? Apalagi yang kamu inginkan?"


"Aku sudah menghianati suamiku demi cintaku pada mu. Bahkan dengan tidak berperasaan kamu selalu menghasutku untuk meninggalkan bayi merah yang bahkan baru beberapa menit aku lahitkan. Arshaka adalah korban ke egoisan mu Abimana!" Raya berteriak pada suaminya.


"Arshaka bukan korban keegoisan ku Raya. Arshaka hanya terlalu malang terlahir dari perempuan ****** seperti kamu Raya!" kata Abimana sambil tersenyum pada istrinya.


"Apa ****** katamu! Brengsek!" Raya menampar Abimana dengan kencang.


Terdengar suara tamparan mendarat di pipi Abimana karena Raya tak mampu menahan emosinya.


Plak


Bibir Raya berdarah karena tamparan Abimana, Abimana menyeringai pada sang istri.

__ADS_1


"Kau menamparku Abi? Ka kau te tega padaku?" Tanya Raya pada sang suami dengan mata yang berkaca kaca.


"Aku bukan Arka, pria bodoh yang mau saja kau jadikan sapi perah dan juga duakan." Abi tersenyum sinis pada Raya.


"Sepertinya pernikahan kita memang sudah tidak bisa di pertahankan. Aku bahkan ragu anak yang kau kandung anak ku atau bukan. Arka saja kau duakan, apalagi aku. Aku akan segera urus perceraian kita Raya," Saat Abimana inginpergi dari ruangan itu Raya langsung memeluk tubuh suaminya erat.


"Sayang kau bercandakan? Kau mencintaikukan?"


"Aku sedang hamil anak kita, bagaimana mungkin kamu menceraikan ku Sayang."


Tangis Raya seraya memeluk erat tubuh Abimana.


"Percuma Raya, aku sudah tidak mencintaimu lagi. Lagi pula aku dan Raisa akan segera bertunangan. Kedua keluargaku pun setuju jika aku bertunangan dengan Raisa." Abimana menghempaskan tangan Raya.


"Ak aku aku akan lakukan apapun yang kau inginkan Abi," Raya yang panik berkata tergagap dan berharap apa yang di tawarkannya bisa di gubris sang suami.


"Maaf Raya, aku sudah tidak tertarik dengan penawaran ku tadi. Semuanya hangus saat kau menamparku."


"Hari ini juga kau Arraya Calista aku jatuhkan talak 3 pada mu," kata Abimana pada sang istri.

__ADS_1


"Abi kau tidak bisa begini padaku," Teriak Raya sambil menarik tangan sang suami uang berakhir dengan tangannya yang di hempaskan ke belakang oleh Abimana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2