
"Aaaaaakkkg" Teriak Raya kesal.
Prang
Terdengar suara barang pecah, Raya melempar vas bunga yang ada di ruang tamu ke dinding.
"Abimana!" Raya berteriak sambil menangis.
"Kalau kau memang tidak mencintaiku, kenapa kau ganggu aku bersama suamiku."
"Arka tidak pernah menghina ku sampai seperti ini, bahkan meski sudah mendapati cintanya ku duakan dia masih bersikap baik."
"Abimana sialan. Aaaaaghh, kau tahu ayah keparat mu sudah meninggal kan kita. Dia tidak mau mengakuimu sebagai anaknya! kamu jelas tahu, jika aku bukan ibu yang baik bayi. Dua anak ku sebelumnya bahkan tidak ragu aku tinggalkan pada mantan suamiku. Lalu harus ku apakan kau?" Tanya Raya penuh dendam pada perutnya yang membuncit besar.
__ADS_1
Raya tidak akan mengambil tindakan bodoh seperti saat dia hamil Arshaka. Ya saat hamil Arshaka, Raya memukul mukul perutnya karena menolak kehadiran sang anak dan berakhir harus di rawat selama 3 hari bedrest di rumah sakit.
Jadi Raya sudah cukup pintar untuk tidak melakukan hal gila dengan memukul perutnya seperti orang gila.
Berbeda dengan kondisi rumah tangga Raya dan Abimana yang harus berakhir dengan kata cerai. Maka di sebuah ruangan segi empat yang lumayan mewah sepasang anak adam sedang berbagi kehangatan, meneguk manisnya madu dunia demi menggapai ridho ilahi.
Arka memeluk istrinya erat seraya mengucapkan terima kasih. Tak luput seluruh wajah cantik sang istri dia kecupi sayang.
"Mas, ke kamar mandi dulu buat bersih-bersih. Setelah itu Mas buatkan kamu susu hangat ya."
Jalinan kasih yang halal memang terasa sangat indah di jalani, romantisme di dalamnya terdapat gudang pahala. Sangat rugi bagi kaum muda mudi yang selalu mengatakan pacaran islami. Jika sudah Allah haramkan mengapa kau katakan halal. Ibaratkan makan Babi, tidak ada istilah makan babi islami, sekali haram tetap haram tidak ada tawar menawar di dalamnya.
Apalagi yang bertahun tahun pacaran, 5 tahun pacaran datang sebagai tamu undangan. Sakit hati sudah pasti, kecewa jangan di tanya. Tak jarang kita malah menyalahkan takdir, padahal Allah sudah tunjukan jalan yang lebih baik tapi kita yang tidak ingin melirik. Laki-laki yang baik tidak mengajak mu pacaran yang sudah jelas mendekati zina dan maksiat. Laki-laki yang baik akan mengajakmu pada jalan yang memang di ridho-Nya, yaitu sebuah hubungan yang di dalamnya terdapat ikrar di hadapan Allah.
__ADS_1
Sebuah ikrar yang akan di ucapkan penuh tanggung jawab dan di akhiri dengan sebuah hubungan yang berlabel halal di buku nikah.
Saat ini Ila sedang duduk bersandar di kepala ranjang sambil melantunkan ayat suci Al-Qur'an, tidak terasa air mata Ila turun bercucuran. Sebentar lagi dia akan melahirkan ada sangat banyak ketakutan yang tidak mampu dia ungkapkan. Melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an itu Ila menyampaikan ke gundahan hatinya.
"Kalau sudah selesai tadarusannya, susunya di minum ya Sayang," Arka meletakkan susu di nakas samping ranjang.
"Mas ke kamar mandi dulu mau berwudhu, Mas tinggal ya,"
Arka berlalu lalu dia memanggil sang istri, hingga membuat alunan Al-Qur'an yang Ila bacakan terhenti sejenak.
"Sayang!" kata Arka sedikit keras.
Ila menoleh dalam tatapannya seolah bertanya, ada apa?.
__ADS_1
"Jangan rindu, Mas cuma sebentar," kata Arka dengan senyuman konyolnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...