Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 39


__ADS_3

Siang ini suasana terasa sangat menyenangkan terlihat Seno sangat bahagia dari tadi dia terus memonopoli ibu sambungnya bahkan sedari tadi Arka tak bisa bermesraan dengan Ila karena Seno selalu menemani ibunya itu.


"Seno kamu ngak ada PR gitu?" tanya Arka yang mulai jengah dengan anaknya sendiri.


"PR nya Mas udah di bereskan semuanya kemaren. Pokoknya hari ini special buat Bunda tersayang Seno,'' Perkataan Seno malah membuat Arka bertambah galau.


"Nanti pokoknya Mas ngak mau menerima penolakan ya Papa! Mas mau tidur di kamar Bunda dan Papa, masa cuma Arshaka yang boleh bobok bareng Bunda. Mas juga mau pelukan manja sama Bunda!'' Seno bersikeras bahkan memeluk Ila dengan erat.


"Sayang jangan terlalu erat meluk Bunda Nak. Nanti Dedek kembarnya terjepit,''


"Oh iya! Dedek maafin Mas ya. Jangan salahin Mas salahin Papa aja, dari tadi Papa cemburu terus karena Mas meluk bunda kita,'' kata Seno seraya mencium perut bundanya.


"Mana ada Papa cemburu, udah Papa mau ke dapue cari minum. Panas di sini lama lama,'' Arka nwmbwri kode karas pada sang istri agar mau membujuk Seno keluar kamar mereka, tapi malah Ila tanggapi dengan wajah jenaka seolah mengejek Arka yang tengah kesal pada Seno.


Saat ini keluarga kecil Arka sedang makan malam bersama. Terlihat Ila sedang mengambil makanan untuk Seno dan juga Arka. Saat Ila mau menyuapi Arsaka yang sedang duduk di kursi khusus untuknya.


"Sayang biar Bi Tina aja yang suapi kamu langsung makan sama aku dan Seno."


"Mas ngak terima penolakan atau Mas langsung yang menyuapi Arshaka tapi kamu langsung makan sama kita. Mas ngak mau kamu kelelahan Sayang."


"Mas ngak usah lebai deh"


"Bi Tina bisa bantu suapin Arshaka, Ila belum sembuh betul."


"Mas ngak enak loh sama Bibi! Aku kan Ibu nya Arshaka!"


"Iya justru itu Mas ngak mau kamu kelelahan Sayang! Kamu baru keluar dari rumah sakit dan masih pemulihan kesehatan. Jadi jangan bantah terus." Arka melototkan matanya pada istrinya agar tak keras kepala.


Usai drama makan malam saat ini Ila dan keluargabkecilnya berkumpul di kamar Ila dan Arka.


"Papa Seno ngantuk, pengen bobok peluk Bunda. Boleh ya Pa?" tanya Seno dengan wajah memelas pada sang Ayah karena biasanya Ila akan mendongeng buat Seno sebelum tidur di kamarnya Seno. Tapi karena Ila pasca dari Rumah Sakit makanya Arka tak mengizinkan Ila melakukan tugas yang berat versi Arka.

__ADS_1


"Boleh asal kamu ngak minta dongeng sama Bunda, langsung tidur!"


"Iya Papa, Seno langsung tidur kok."


Arka mengalah melihat wajah mengiba Seno saat meminta untuk tidur bersama dia dan istrinya.


Saat Seno sudah tertidur pulas. Arka masuk kekamar tidurnya bersama Ila. Arka baru saja menyiapkan pekerjaannya dan juga melihat anak bungsunya yang memang malam ini tidur bersama Bi Tina. Jika kalian bertanya apa alasan sampai Arshaka tidur dengan Bi Tina malam ini tentu saja kerena sikap super protektif dan posesif Arka yang ngak mau Ila kelelahan.


Clek


Pintu kamar tidur terbuka di kasur Arka melihat istrinya dengan baju tidur polkadot sepaha yang membuat istrinya makin menggemaskan bagi Arka. Seno tertidur pulas di samping ibunya. Ada yang berbeda di sini, Ila membolak balikkan tubuhnya gelisah. Satu kesimpulan istrinya ngak bisa tidur.


"Kenapa Sayang? Mas tahu kamu belum tidur?" Arka mengelus kepala istrinya sayang. Perlahan Ila membuka matanya dan menatap Arka memelas.


"Mas boleh pindahin Seno ke pinggir kasur?" Tanya Ila sendu menatap dirinya.


"Kenapa ada yang sakit? Perutnya ketendang ya sama Seno? Ya ampun dari tadi kan Mas mau pindahin ke kamar Bi Tina kamu malah ngak mau." Arka mengangkat anaknya ke pinggir tempat tidur. Tenang Seno tak akan jatuh mengingat kasur Arka dan Ila itu langsung berbatasan dengan dinding kamar sehingga Seno akan baik baik saja.


"Mas mau kemana?" Tanya Ila saat melihat suaminya berdiri dan menjauh darinya.


"Mas mau lanjut kerjaan Sayang! Jadi besok bisa libur tenang tanpa gangguan pekerjaan."


Perkataan Arka malah membuat mata Ila berkaca kaca dan perlahan air mata Ila keluar.


" Eh kok nangis Sayang? Ada yang sakit?''


"Ila ngak bisa tidur dari tadi karena belum Mas peluk. Ila pengen Mas peluk saat tidur, pengen di manja manja gitu!" perkataan Ila sukses membuat Arka tersenyum, melihat tingkah menggemaskan sang istri yang bergantung padanya.


"Ualah Istriku yang cantik ini manja banget, tapi Mas suka. Sini sini Mas kekep erat erat, uuu pengen gigit rasanya tapi malah ada bocil nanti dia tercemar ngak baik," kata Arka sambil memeluk istrinya sayang sesekali kecup kecup manja Arka layangkan di wajah dan juga bagian sensitive tubuh istrinya.


"Mas Ila jadi pengen," kata Ila sambil menatap Arka dengan wajah mupeng nya.

__ADS_1


"Mas juga mau Sayang tapi kamu baru sembuh Mas ngak mau kamu kelelahan. Hal lain yang pasti di sini ada Seno. Tenang aja Sayangku, Cintaku, Bidadari surga ku, nanti kalau kamu sudah sembuh Mas ngak akan menahan lagi." Arka mengecup pipi istrinya mesra.


"Kitakan bisa lakuin di kamar Seno di sebelah Mas supaya ngak mengganggu Seno tidur. Ini bukan aku yang mau loh Mas tapi Baby Twins kita. Mau ya ya, Please," Ila semakin memasang wajah memelasnya.


"Sayang jangan jadikan Baby kita sebagai alasan, ingat kamu sedang tidak sehat. Mas ngak mau kamu kelelahan." Arka mengecup sayang pipi istrinya.


"Pokoknya aku mau sekarang Mas, Ila ngak tahan pengen banget." Kata ila mengedip ngedipkan mata pada Arka.


"Sayang jangan keras kepala. Masih banyak waktu buat kita berbagi keringat dan itu bukan malam ini." Kata Arka seraya mengeratkan pelukannya pada sang istri.


"Kalau mas ngak mau Ila ngambek, satu minggu Mas ngak boleh tidur di kamar yang sama dengan Ila. Mas tidur aja di kamar tamu!" Ila membalikkan badannya seraya membelakangi Arka tapi tangannya masih memeluk lengan Arka yang ada di perutnya.


"Idih ngambek bilang bilang. Ya udah sekarang kesayangan Mas bobok karena ada Baby twins yang butuh istirahat. Jadi Bunda yang cantik dan menggemaskan ini ngak boleh nakal! Sekarang pejamin matanya sambil Mas tetap memeluk hangat kesayangan Mas ini."


"Mas aku ngak bercanda. Aku ngambek Mas tidur di kamar tamu. Ila kesal sama Mas! Jadi ngak mau bobo sama Mas selama satu minggu kedepan!"


"Yakin?" Tanya Arka santai, Arka tahu istri kecilnya itu tak akan bisa tidur tanpa dirinya.


"Yakin, sudah pergi sana!" Ila melepas paksa tangan Arka pada pinggangnya.


"Yaudah, Bunda langsung bobok ya. Mas ke kamar tamu dulu buat Istirahat. Ngantuk banget Sayang!" Arka bangkit ingin meninggalkan kamar dan seketika Ila terduduk dari posisi berbaringnya. Ila tak kuasa menahan air matanya lagi, hujan itu keluar semakin deras dari mata bening milik Ila dan jangan lupakan Ila memegang erat tangan Arka.


"Mas! Ila tu ngak bisa tidur kalau ngak Mas peluk."


"Loh Mas lagi kena hukum harus tidur di kamar tamu. Ya udah Mas kesana ya."


"Mas tega kalau Ila ngak tidur semalaman? Mas udah ngak sayang sama Ila?"


"Masyaallah Cintaku, sok atuh tidur sini mas peluk."


"Ya Allah waktu belum hamil saja Ila sangat manja sekarang setelah hamil jadi makin komplikasi manja, cengeng, moody, tapi ngak papa namanya juga bumil. Sehat terus sayangnya Mas. Kalian di dalam baik baik! jangan nakal." Arka mengecup perut istrinya yang sudah terlelap dengan sayang.

__ADS_1


__ADS_2