
Semua yang ada di meja makan terdiam mendengar permintaan dari Seno. Berbeda dengan Raya, dia berada di atas angin karena Sejo berpihak padanya.
"Seno, Mama akan tetap jadi Mama untuk Seno. Tapi tidak untuk tinggal di rumah ini bersama Papa dan Bunda."
Arka merasa suasana tegang memulai pembicaraan apa lagi Ila tidak memberikan respon apapun.
"Kenapa Pa? Apa Papa ngak kangen sama suasana keluarga kita sebelum Papa dan Mama bercerai? Seno ngak mau Mama pergi lagi!" Seno berteriak pada Papa nya juga matanya sudah berkaca-kaca.
"Tapi Mama dan Papa sudah pisah Seno. Sekarang ada Bunda Ila di rumah kita. Bunda juga Ibu kamu Seno! Jadi Papa harap kamu bisa ngerti sama situasi ini Seno!" Arka masih menjaga ritme suaranya. Bagaimanapun Seno hanya lah anak kecil dan anak kandungnya.
"Bunda ngak keberatan kan, kalau Mama tinggal sama kita?" Tanya Seno penuh harap.
Ila menghela nafas, ini adalah hal yang paling malas Ila hadapi. Berhadapan sama seseorang yang masa lalunya belum usai.
"Mama dan Papanya Seno itu sudah cerai sayang. Jadi ngak bisa tinggal bersama. Kalau memaksakan tinggal bersama nanti Mama atau Papa nya Seno bakal di tangkap pak polisi. Lagi pula agama kita juga melarang Papa dan Mama Seno untuk tinggal bersama.
Kalau Papa dan Mama Seno memaksa tinggal bersama maka jatuhnya akan berdosa dan nantinya Mama dan Papa Seno masuk Neraka! Seno mau papa dan Mama masuk Neraka?" Tanya Ila dengan tampang serius.
__ADS_1
"Kenapa bisa seperti itu Bunda?" Tanya Seno dengan wajah sendu dan mata yang berkaca-kaca.
"Karena sekarang Papa itu suaminya Bunda, bukan lagi suaminya Mama. Jadi Mama tidak boleh tinggal di sini."
Ila menatap datar semua yang ada di ruang makan. Tidak ada tampang bercanda di wajahnya.
"Hei! Anak kecil aturan dari mana sampai kamu bilang saya tidak berhak tinggal di sini! Saya Ibu kandung Seno dan Arshaka. Kamu di sini hanya menggantikan peran saya.
Kamu harusnya tahu diri, Arka masih sangat mencintai saya. Anak-anakpun juga berharap saya kembali ke rumah ini."
"Seno Sayang, Mama tetap bisa tinggal di sini kok kalau Papa kalian mengizinkan. Mama juga akan selalu bisa bersama kalian jika papa kalian menikahi Mama kembali!" Raya merasa di atas angin sekarang. Tidak dia perdulikan wajah Arka yang sudah memerah menahan marah.
"Apa kamu tidak menyayangi Bunda ... Seno?" Tanya Arka.
"Seno sayang sama Bunda. Tapi bagaimanapun Bunda bukan Ibu kandung Seno. Seno selalu merindukan Mama. Walaupun Mama jarang ada waktu untuk Seno tapi Seno selalu berharap akan ada hari di mana Mama selalu ada buat Seno."
Ila mengepalkan tangan nya sampai buku-buku tangan nya memutih. Emosinya di ujung tanduk, tapi Ila tidak ingin lepas kendali.
__ADS_1
"Apa Seno mau kalau Bunda pergi dari kita semua?" Tanya Arka dengan tegas.
"Bunda ngak akan meninggalkan kita Papa! Bunda sudah janji sama Mas kalau Bunda akan selalu ada buat Mas dan Arshaka! Iya kan Bunda?"
Ila diam tidak menanggapi pertanyaan itu sama sekali. Matanya memanas tapi dia juga tidak tahu harus berkata apa.
"Kalau Seno mau Mama Seno dan Papa Seno kembali bersama. Maka Bunda akan pergi dari kehidupan keluarga kalian. Karena posisi Bunda sudah tidak di butuhkan lagi."
Deg
Jantung Arka serasa di remas saat mendengar sang istri berkata begitu. Tidak! Arka tidak ingin kehilangan lagi.
"Sayang! Mas mohon bersabarlah. Mas janji kalaupun Raya tinggal di sini itu tidak akan lama Sayang. Mas mohon!" Arka berkata sambil memeluk tubuh Ila.
Sedangkan Seno sudah menangis keras.
"Bunda jahat! Bunda ngak sayang sama Seno dan Dek Arshaka!" Seno berlari ke lantai dua yang langsung di kejar oleh Bi Tina.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...