
"Kepa-rat!"
"Breng-sek kau Arka!"
Bugh
Bugh
Bugh
Pukulan dan hantaman sedari tadi menghujami wajah Arka dan juga tubuhnya. Akan tetapi Arka pasrah tanpa melawan sedikitpun.
"Jika kau memang tidak sanggup menjadi pelindung bagi putriku! Harusnya kau katakan padaku Sialan!"
"Bukan begini caranya kau menunjukkan jika memang sudah yidak menginginkan putriku lagi!"
"Aku juga tidak ingin begitu, tapi situasi ini tidak bisa di atasi. Kalau aku tidak menikahi Raya, maka Raya akan melaporkan Ila ke kantor polisi."
Bugh
__ADS_1
Bugh
"Kau laki-laki tolol menyesal saya mempercayakan putri saya pada kamu! Apa kamu fikir saya akan berdiam diri saja jika putri saya di penjara. Saya tidak sebodoh itu Arka!"
Laki-laki itu sudah sangat naik pitam sedari tadi. Bagaimana tidak, putrinya di siksa lahir dan batin oleh suami juga madunya! Sungguh sebagai seorang ayah dia sangat terluka melihat hal ini bisa terjadi.
"Karena itu saya memutuskan untuk mengambil keputusan sendiri. Karena akan sangat tidak adil untuk Raya jika Daddy ikut bertindak dalam kasus ini." Kata Arka tanpa berani menatap mata Abraham.
"Bagus! Bagus! Kamu begitu takut mantan istri kamu teraniaya dan masa bodoh dengan anak dan istri kamu yang sekarang tidak tahu entah kemana! Suami macam apa kamu ini Arka? Kamu itu laki-laki paling pengecut yang pernah saya temui!"
"Saya akan segera bawa kasus ini ke pengadilan. Saya pastikan kamu dan putri saya akan berpisah secara resmi bagi negara maupun agama. Dan Kamu!" Daddy Abraham memandang tajam pada Raya yang sedari tadi ketakutan karena juga ikut tersambar amarah dari Mommy Selena yang menghadiahi tamparan di pipinya kiri dan kanan.
"Dad! Daddy tidak bisa seenaknya memisahkan saya dan Ila begitu saja. Saya melakukan ini juga demi keselamatan Ila dan juga bayi kami. Dad, Arka mihin jangan pisahkan Arka dan Ila. Arka sangat mencintai Ila, Dad!"
"Omong kosong kamu mencintai anak saya! Kalau kamu benar-benar mencintai anak saya. Seharusnya kamu selidiki dulu kasus ini sebelum menikahi perempuan Iblis ini.
Saya tidak akan membiarkan Ila kembali pada laki-laki lembek dan tidak punya pendirian seperti kamu!"
Abraham menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Arka. Bahkan dia mengepalkan kedua kepalan tinjunya juga menggelatukkan giginya menahan emosi.
__ADS_1
Selena yang tahu suaminya sedang di landa emosipun menggenggam tangan Abraham.
"Jangan hiraukan dia. Putri kita leboh membutuhkan kita sayang..." Perkataan Selena terpotong saat Abraham menghempaskan tangannya dan berbalik menghajar Arka tanpa ampun.
"Apa kamu bilang? Ila dan bayinya membuyuhkan kamu?
Dengar! Saya akan carikan laki-laki yang jauh 1000 kali lebih baik dari kamu dan juga mampu memberikan apa yang tidak mampu kamu berikan pada putri saya.
Saya Abraham Osborn pastikan hal itu akan terjadi. Anak dan cucu-cucu saya tidak butuh suami dan ayah pengecut dan pecundang seperti kamu!" Abraham menghempaskan kerah baju Arka dengan kasar hingga pria itu tersungkur, lalu berlalu dari sana.
"Jame cepat sebat anak buahmu untuk menemukan Ila secepatnya. Saya tidak mau tahu, dalam kuring waktu 24 jam kalian sudah harus menemukan keberadaan putri ku!"
"Baik Tuan."
Abraham dan selena berlalu dari rumah Arka yang sudah sangat berantakan karena di acak-acak oleh bodyguard Abraham dan Selena.
Sedangkan Arka hanya mampu menangis sambil mencengkram selembar surat di tangan kanannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1