Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 78


__ADS_3

"Akkkhh"


"Akkhhh, sakit. Ya Allah ini sakit sekali."


Ila saat ini di apartment sendirian, wajar saja jam baru menunjukkan pukul 2 siang. Tentu Daddy Abraham dan Mommy Selena sedang di kantor.


Ya Ila saat ini sudah pecah air ketubannya dan dalam kondisi terduduk di kamar mandi. Sedangkan HPnya ada di ruang keluarga. Sedangkan Ila tidak mampu untuk berdiri.


"Ya Allah, aku ngak kuat. Ibu, Ayah! Ila ngak kuat berdiri." Air matabsudah tidak mampu Ila bendung. Ingin berteriakpun percuma karena gedung ini kedap suara. Sungguh Ila tidak ingin membiarkan dia dan bayinya dalam bahaya.


Akan tetapi pandangannya mulai buram. Ila tidak jatuh hanya saja karena beberapa kondisi kandungan Ila lebih special dari ibu-ibu kebanyakan.


"Honey!"


"Honey!"


"Where Are You?"


"Your's Prince coming!"


Ila mendengar suara seseorang hanya saja terdengar jauh. Dan Ila tidak kuasa menjawab karena kepalanya sudah berat.


Merasa tidak ada tanggapan Kriss mendengar melihat ke arah kamar Ila yang terbuka.


"Sayang!"

__ADS_1


"Sweetheart!"


"Hei, jawab aku atau aku akan masuk saja!"


"Jangan membuat aku berfikir macam-macam Ila!" Kriss mulai merasa cemas karena tidak ada tanggapan sama sekali.


Kriss nekat masuk ke dalam kamar Ila dan Ila tidak ada di dalamnya. Lalu Kriss pergi ke kamar mandi untuk melihat apa ada yang tidak beres dengan wanita kesayangannya itu.


"Sayang! Ya Tuhan Ila!"


Dengan panik Kriss menggendong Ila dan segera membawanya ke luar dari apartmen. Wanitanya harus segera mendapat penanganan medis.


Kriss mengemudikan mobil seperti orang kesetanan. Sungguh dia sangat panik, bahkan matanya sampai memerah menahan air mata.


Saat tiba di rumah sakit Kriss langsung menggendong Ila sambil berteriak memanggil petugas kesehatan.


"Dokter! Dokter! Tolong istri saya pingsan!"


Dokter segera menangani Ila yang sudah tidak sadarkan diri.


"Pak tolong urus administrasinya segera dan istri Anda harus segera kami operasi sesar. Keadaan Pasien yang sudah tidak sadarkan diri tidak mampu kami rlakkan untuk operasi!"


Kriss hanya mengangguk dan segera berlari ke bagian administrasi. Tanpa banyak kata Kriss langsung menangani hal-hal terkait biaya dan identitas. Bahkan seaking paniknya Kriss sampai melupakan Abraham dan Selena selaku orang tua Ila.


"Pak keadaan sangat genting Ibu mengalami pendarahan hebat, kami mungkin hanya mampu menyelamatkan salah satu dari mereka. Ibu atau anak-anaknua pak? "

__ADS_1


Air mata Kriss tidak mampu lagi dia bendung dia tak sanggup menahan kesedihannua. Ila pasti akan sangat terpukul jika anak-anaknya tidak mampu di selamatkan.


"Ibunya, tapi usahakan selamatkan ketiganya Dokter! Saya ... saya... Kau hatus selamatkan semuanya!"


Kriss mengguncang-guncang bahu dokter yang nenangani Ila.


"Pak tolong kerja samanya. Istri anda harus di tangani dengan tepat dan cepat atau kita bisa kehilangan ke-tiganya!"


Kriss menandatangani surat pernyataan dengan tangan gemetar.


Setelah itu kriss mondar-mandir seperti setrikaan di depan ruangan operasi. Dia sangat khawatir akan kondisi wanita yang dia cintai juga bayi yang di lahirkan wanitanya.


1 jam


2 jam


3 jam


4 jam


5 jam


Dokter keluar dari ruangan operasi dengan wajah lelah dan lesu. Hal itu semakin membuat jantung Kriss bertalu-talu.


"Pak kami dengan sangat mohon maaf, kami telah berusaha semaksimal mungkin. Akan tetapi..."

__ADS_1


__ADS_2