
Hari sudah larut tapi Arka dan Seno masih di rumah sakit. Operasi Raya baru saja berakhir 30 menit yang lalu. Jarum jam menunjukkan angka 11:30 malam.
Arka sangat merasa bersalah pada mantan istrinya. Terlebih mendengar pernyataan dari Seno. Malu dan kecewa adalah perpaduan yang Arka rasakan pada saat ini.
Istri yang dia sangka layaknya malaikat ternyata adalah jelmaan iblis. Arka tidak akan percaya jika yang mengatakan adalah Raya. Tapi yang menyatakan pernyataan itu adalah Seno.
Tidak mungkin rasanya Seno memfitnah ibu sambung yang begitu dia sayangi. Banyak fakta mengejutkan yang Arka tahu dari seno yang sudah berlangsung selama 2 minggu ini.
Ya Raya tinggal di kediaman Arka sudah 2 minggu. Terhitung sejak hari pertama wanita itu datang.
#Flasback
"Pokoknya Papa harus usir Bunda dari rumah!"
"Seno benci dengan Bunda Ila! Asal Papa tahu selama 2 pekan ini setiap Mama dan Bunda hanya berdua di rumah, Mama selalu di siksa oleh Bunda!"
"Kamu jangan mengada-ngada Seno! Bunda tidak sekejam itu!"
Arka yang masih menunggu di depan ruang operasi merasa kesal karena Seno seperti menyiram minyak bensin di bara api. Membuat masalah yang ada kian meluap dan melebar.
__ADS_1
"Seno ngak mengada-ngada Papa!"
"Kamu yakin? Apa kamu lihat sendiri dengan mata kepala kamu Seno?"
Seno mengangguk pasti, dia sangat bersemangat mengadu pada sang ayah. Seno tidak ingin mamanya meninggalkan dia lagi.
Sehingga Seno akan berusaha memberikan kenyamanan pada sang ibu.
""Selama 2 pekan ini susah 5 kali Bubda menampar Mama. Hal jni terbukti jelas dan meninggalkan bekas. Bukti paling akurat adalah tadi Papa.
Bunda pasti dengan sengaja mendorong Mama hingga Mama jatuh dan harus masuk rumah sakit."
Wajah Dokter itu terlihat lesu. Dokter itu berjalan mendekati Arka dan Seno.
"Pak bisa keruangan Saya sebentar?"
Arka mengiyakan perkataan dokter tersebut. Saat di perjalanan tidak ada yang di bicarakan. Baik dokter maupun Arka sama diamnya. Terlebih Arka pikirannya sekarang bercabang. Jujur saja di malam yang begitu larut dia khawatir Ila masih menunggunya pulang.
Terlintas ingin menghubungi Ila via telepon seluler. Mengingat perkataan sang anak tentang istri dari pernikahan ke duanya. Jujur perkaataan Seno membuat dia kaget kecewa.
__ADS_1
Lamunan Arka buyar saat dokter menyapanya dan memulai percakapan.
"Bagaimana ke adaannya Dokter?"
"Apakah ibu dan anaknya selamat Dokter?" Tanya Arka.
"Alhamdulillah Ibu selamat. Hanya saja saat ini masih dalam masa kritisnya. Yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah berdo'a agar sang Ibu bisa selamat.
Hanya saja ada kabar duka yang ingin saya katakan pada bapak. Karena kecelakaan, hari ini Ibu Raya harus kehilangan bayinya. Satu hal yang lebih menakutkan adalah.... Ibu Raya harus kehilangan rahimnya. Karena benturan yang begitu keras bukan hanya anak yang tidak bisa di selamatkan tapi juga rahim Ibu Raya mengalami kerusakan parah dan harus di angkat.
Saya harap bapak bisa tabah menghadapi cobaan ini bersama istri."
#Flasback off
Ila dari tadi mondar-mandir menunggu sang kekasih hati. Sudah jam 2 dini hari Arka masih belum pulang.
Ila sudah berkali-kali mencoba menghubungi sang suami hanya saja tidak di angkat sama sekali oleh Arka.
"Mas kamu dimana? Bagaimana keadaan kamu sekarang. Kenapa kamu saat masih belum pulang. Separah apa keadaan Mbak Raya?"
__ADS_1
...****************...