Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 10


__ADS_3

Udara malam hari ini sedikit lebih dingin dari biasanya. Dewi yang baru pulang mentraktir mbk Tina dan Puput buru-buru masuk ke dalam kamar. Jarum jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Tadi setelah mentraktir mbak Tina dan Puput bakso, mereka lanjut jalan-jalan ke pasar malam di lapangan yang tidak jauh dari komplek perumahan elit majikannya. Di sana Dewi membeli beberapa potong pakaian untuk ganti. Ia mulai mengeluarkan semua belanjaannya di atas kasur.


Saat melihat-lihat kembali baju yang dia beli, nampak kantong kresek hitam yang belum ia buka. Saat dilihat isinya, Dewi baru sadar tadi ia juga membeli somay. Segera ia membawa bungkusan itu ke dapur. Setelah mengambil piring dan sendok, ia membuka bungkusan itu di atas meja makan yang tersedia di dapur kotor. Ia mulai menyuapkan potongan somay itu ke mulutnya. Baru beberapa suap somay yang masuk ke mulutnya, Dewi dikejutkan dengan deheman seseorang.


Ehem


" Tu tuan ", Dewi yang melihat Devan berdiri di sampingnya sangat terkejut. Sontak dewi langsung berdiri dari duduknya. Tapi Devan segera menahannya agar Dewi duduk kembali.


" duduklah ", perintah Devan dan Dewi pun duduk kembali.


" makan apa ", tanya Devan sambil mengintip isi bungkusan yang Dewi makan. Ia kemudian menjatuhkan pantatnya di kursi yang berada tepat di depan Dewi. Karena meja makan di sana tidak terlalu besar, maka jarak di antara keduanya pun cukup dekat.


" Somay tuan. Apa tuan lapar, saya bisa hangatkan lauk untuk anda ", tanya Dewi dengan sangat gugup. Telapak tangannya sampai terasa dingin.

__ADS_1


" Tidak perlu", kata Devan. Devan justru meraih sendok di tangan Dewi dan memasukkan potongan somay ke mulutnya. Mata Dewi mendelik sempurna melihat apa yang dilakukan majikannya. Reflek tangannya meraba bibirnya. Bekas bibirku, batinnya. Dengan santainya Devan terus melahap somay milik pembantunya.


" Astaga, apakah tuan Devan tidak merasa jijik makan menggunakan sendok bekas ku pakai ", batin Dewi bertanya-tanya. Matanya sampai tidak berkedip menatap majikannya. Devan yang merasa diperhatikan, menatap balik pembantu di depannya.


" Kenapa? Apa kamu keberatan saya memakan somay milikmu? ",.


" Ti tidak tuan. Tapi sendok itu bekas saya, biar saya ambilkan sendok yang baru ", kata Dewi hendak beranjak dari duduknya.


" Tidak perlu ", Tolak Devan


Blushh


Wajah Dewi seketika merona merah, seakan-akan ada ribuan kupu-kupu berterbangan di hatinya. Buru-buru ia memalingkan mukanya, ia tidak ingin Devan melihat semburat merah di tulang pipinya.

__ADS_1


Devan mengulum senyum melihat tingkah malu-malu Dewi. Manik mata Devan menangkap ada setitik noda di bibir pembantunya itu. Di ambilnya tisu di depannya. Tangan kekarnya meraih dagu Dewi, dan tangan satunya menghapus dengan lembut sisa makanan di bibir pembantunya itu.


Perlakuan Devan yang sungguh tidak biasa itu, membuat Dewi salah tingkah. Tangannya sibuk meremat roknya hingga menjadi kusut. Entah kenapa, melihat Dewi salah tingkah memjadi kebahagiaan tersendiri untuk Devan. Perasaan seperti ini sudah lama tidak dia rasakan.


" Sudah malam, sebaiknya kamu segera tidur ", kata Devan beranjak dari duduknya


" Baik tuan ", kata Dewi menatap bahu lebar majikannya yang berlalu pergi. Ia sontak terduduk lemas di kursi meja makan. memegangi bibirnya yang tadi disentuh oleh majikannya.


" Sepertinya aku tidak akan mencuci muka tujuh hari tujuh malam", gumam Dewi tersipu malu. Ia segera membereskan piring kotornya dan kembali ke dalam kamar.


Devan yang telah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, memejamkan kedua matanya. Bibirnya melengkung sempurna mengingat kelakuan konyolnya barusan. Ia jadi senyum-senyum tidak jelas, persis ABG yang sedang kasmaran.


" Astaga, apakah aku mulai menyukainya, pembantuku yang polos dan menggemaskan ", batin Devan terus saja senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Hatinya sungguh sedang berbunga-bunga. Hatinya yang telah lama membeku, sepertinya akan segera mencair. Tidak lama kemudian terlihat mulutnya sudah mulai menguap. Mungkin karena perutnya yang kenyang membuat matanya jadi mengantuk. " Semoga bertemu di alam mimpi Dewi, pembantuku yang menggemaskan ", gumam Devan tidak jelas.


🌸 like dan komen ya kakak 🌸


__ADS_2