Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 66


__ADS_3

Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Dua bulan sudah Kevin menunggu kesiapan Monica untuk ia lamar.


Setelah mamah Kevin memberitahu mamah Nabila tentang kebenaran hubungan anak mereka, Kevin dan Monica tidak lagi harus sembunyi-sembunyi untuk bertemu.


Seperti hari ini, Monica yang sudah dandan cantik tengah menunggu jemputan sang kekasih di ruang tamu. Mama Nabila yang melihat putri bungsunya tampak begitu cantik segera menghampirinya.


" Ehem-ehem " , dehem mama Nabila yang kemudian mendudukkan diri di depan sang anak.


" Mamah ", Monica nampak salah tingkah saat mamanya menatap dirinya dengan intens.


" Kamu mau keluar sama Kevin ? "


" Iya mah ",


" Kamu itu ya kalau di ajakin kencan aja mau, tapi kalau di lamar Kevin nolak Mulu. ada aja alasan kamu Monic ", sindir mama Nabila.


Monica yang mendengar itu hanya bisa tersenyum canggung sambil meremat ujung dress-nya.


" Kevin itu serius Lo sama kamu Monic. Jarang jarang ada lelaki yang kayak Kevin sekarang ini. Sudah ganteng, setia, rajin bekerja dan yang pasti sabar banget ngadepin sikap manja kamu. Kurang apalagi coba ? Jangan sampai karena kelamaan kamu kasih keputusan, Kevin malah di ambil orang lain. Ingat pesan mamah ini Monica. Pikirkan baik-baik tentang niatan baik nak Kevin ",


Monica yang mendengar Omongan mamanya hanya bisa menunduk. Apakah ia sangat keterlaluan pada kekasihnya. Memberikan harapan namun tak kunjung memberi kepastian.


Saat mama Nabila hendak melanjutkan ceramahnya, terdengar suara deru mesin mobil di luar. Tak berapa lama datanglah lelaki tampan yang tengah di nanti oleh Monica.


" Malam Tante ", sapa Kevin di ambang pintu yang kemudian berjalan mendekat menyalami calon mertuanya.


Kini Kevin telah mengubah panggilannya pada mama Nabila. sebab wanita paruh baya itu telah mengancam Kevin jika tidak mau merubah panggilannya ia tidak akan memberikan restunya.


" Malam Vin ",


" Saya minta ijin untuk mengajak Monica makan malam di luar Tante ",


" Iya silahkan. Pulangnya jangan malam-malam ya ? ",


" Baik Tante ",


.


.


Keduanya kini tengah berada di dalam mobil menuju restoran Jepang yang berada di tengah kota. Setelah sampai di restoran mereka segera memesan makanan. Setelah dari restoran, Kevin mengajak Monica ke sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari restoran tadi. Suasana di taman itu tidak terlalu ramai, jadi nyaman untuk Kevin mengajak bicara Monica.


Setelah turun dari mobil Kevin menggandeng tangan Monica menuju bangku taman. Mereka pun duduk berdampingan dengan tangan yang masih saling menggenggam.


" Monica, ini sudah dua bulan sejak kakak melamar kamu dulu. Apakah hari ini kakak boleh meminta jawaban yang sudah kamu janjikan dulu ",


Kevin menatap intens sang kekasih yang masih diam menunduk. Sepertinya Monica terlalu tertekan dengan lamarannya. Kevin pun menghela napas panjang.


" Jika kamu masih belum siap juga, kakak tidak akan memaksa Monic. Kakak akan sabar menunggu kamu sampai benar-benar siap menjadi istri kakak. Jadi jangan memberi kan jawaban yang bertentangan dengan hati kecilmu. Apapun keputusanmu kakak akan menerimanya ",


Monica yang mendengar ucapan Kevin seketika mendongak menatap wajah tampan yang selama ini ia cintai. Benar kata mamanya, Kevin adalah sosok yang sangat penyabar. Apalagi yang harus Monica pikirkan, bukankah laki-laki ini yang selama ini ia harapkan cintanya. Lalu kenapa di saat cintanya bersambut, ia malah menunda-nunda niatan baik kekasihnya.


Setelah terdiam sesaat, dengan mantap Monica menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Monica sudah siap menerima lamaran kakak, kapan pun itu ",


" Kamu serius Monica ", tanya Kevin tidak percaya.


" Sangat serius kak ",


" Tapi kenapa kakak masih tidak percaya ", kata Kevin sambil mencubit pipinya sendiri.


Monica yang melihat tingkah konyol Kevin sampai terkekeh.


Cup


Sebuah kecupan mendarat di pipi kanan Kevin yang membuat Kevin melongo seketika.


" Sekarang kakak percaya kan ",


" Belum ",


" Kenapa ? ", tanya Monica heran.


" Soalnya pipi yang kiri juga pengen di cium ",


" Ih kak Kevin, Monica serius ", rengek Monica sambil mencubit pinggang Kevin.


" Iya iya sayang kakak percaya ", kata Kevin sambil memeluk tubuh Monica.


" Terima kasih karena sudah mau menerima kakak dalam hidup kamu. Kakak janji akan selalu berusaha membahagiakan kamu sebisa kakak ",


" Monic percaya kakak pasti bisa bahagiain Monic ",


🌸


🌸


Di tempat lain terlihat Dewi yang tengah duduk bersandar pada sandaran tempat tidur ditemani sang suami. Dewi saat ini tengah melakukan video call dengan keluarganya di kampung.


" Mbak Dewi " teriak Amel dari seberang telepon.


" Iya sayang ",


" Mbk Dewi kapan pulang kesini ",


" Mungkin Minggu depan, soalnya mbak Dewi mau Adain acara tujuh bulanan di sana ",


" Beneran wi ", tanya pak Danu dengan mata berbinar. laki-laki paruh baya itu nampak antusias mendengar kabar gembira itu.


" Iya pak, ini keinginan mas Devan ", jawab Dewi seraya menatap suaminya.


" Benar begitu nak Devan ? ",


" Betul pak. Ini bisa di bilang saya yang lagi ngidam pengen acara tujuh bulanan di laksanakan di rumah bapak ", jawab Devan sambil tertawa. Pak Danu pun ikut tertawa mendengar ucapan menantunya.


" Ya gak apa-apa nak Devan. Bapak sama ibuk malah seneng loh, selain itu kami juga kangen sama kalian. Sudah lama sekali tidak pulang kemari ",

__ADS_1


" Maaf ya pak ", jawab Dewi tidak enak hati.


" Nggak apa-apa nduk bapak ngerti ",


" Ommmm Devannn ", teriak Amel sambil nyempil di depan bapaknya.


" Iya sayang ada apa ? ",


" Nanti kalau kesini Amel bawain buah stroberi yang gede-gede ya. Soalnya kemarin Amel lihat di hape ada orang makan buah stoberi yang gede-gede katanya manis ",


" Kemarin kan sudah bapak belikan Mel " kata pak Danu yang tengah memangku putri bungsunya itu.


" Stroberi yang kemarin asem, gak enak. Bapak sih belinya di pasar, harusnya kan di luar negeri ", kata Amel kesal.


" Emang Amel tahu luar negeri itu dimana ? " tanya Devan sambil mengulum senyumnya.


" Nggak tahu hehehehe ", jawab Amel sambil menyembunyikan wajahnya karena malu.


Mereka pun tergelak melihat tingkah lucu bocah kecil itu.


" Nanti Dewi bakal kasih tahu bapak kapan pastinya ya pak ",


" iya nduk, bapak tunggu ",


" Ya sudah kalau begitu, Assalamu'alaikum ",


" Wa'alaikum salam ",


Klikkk


" Sayang kapan jadwal kamu periksa kandunganya ? ",


" Besuk lusa mas. Kenapa ? ", tanya Dewi mendongak menatap wajah tampan suaminya.


" Besuk lusa mas ada rapat penting dengan tuan william, nanti kalau waktunya tidak ke buru kamu minta mama untuk menemani kamu ya. Nanti setelah rapat mas akan langsung menyusul ",


" Iya mas, gak apa-apa kok. Dewi mengerti, mas kerja juga buat masa depan Dewi dan anak kita ",


" Makasih ya sayang ",


" Iya ", jawab Dewi seraya tersenyum.


" emmm wi "


" Ya "


" Mas pengen "


" Pengen apa " goda Dewi.


" Pengen makan kamu ", kata Devan yang langsung menerkam istrinya. Akhirnya malam yang sedikit dingin dan di temani rintik hujan itu mereka habiskan dengan berbagi peluh dan *******. Menggapai kenikmatan yang tidak dapat di utarakan dengan sebuah kata-kata.


like dan komen selalu di tunggu

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2