Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 25


__ADS_3

Sejak kejadian di meja makan, mama Nabila menjadi lebih memperhatikan kelakuan putranya. Bahkan tidak sekali dua kali dia melihat putranya mencuri pandang pada sang pembantu saat di meja makan. Itu kah alasannya kenapa akhir-akhir ini Devan suka makan malam di rumah!


Malam ini udara sedikit panas, mama Nabila yang kehabisan air minum beranjak turun dari ranjang menuju lantai bawah. Saat membuka pintu ia melihat sang putra melintas melewati pintu kamarnya. Karena sibuk dengan hp nya Devan tidak menyadari bahwa pintu kamar orang tuanya sedikit terbuka. Mama Nabila yang memang sedang mengawasi putranya itu segera mengikuti Devan dengan mengendap-ngendap.


Terlihat Devan yang mendudukkan diri di kursi meja makan dapur. Lima menit kemudian nampak Dewi yang masuk ke dapur lewat pintu belakang. Devan berjalan ke arah sang pembantu dan segera memeluknya kemudian ia juga memberikan kecupan singkat di pipi Dewi. Mama Nabila yang bersembunyi di balik sekat antara dapur dan ruang makan melototkan matanya. Ia membekap mulutnya sendiri melihat kelakuan putranya. Ingin sekali ia keluar dan melabrak pembantunya itu. Akan tetapi dari apa yang ia lihat, justru putranya lah yang kelewat bucin pada sang pembantu.


Mama Nabila kembali mengintip kegiatan mereka dibalik persembunyiannya. Nampak Dewi sedang memasak mi instan dan setelah matang mereka memakannya dengan saling berbagi sepiring berdua. Melihat itu membuat semua kata-kata lili dan teman-teman arisannya kembali terngiang-ngiang di pikirannya. Ini tidak boleh di biarkan batinnya. Dengan pelan-pelan mama Nabila kembali ke kamar dan tidak jadi mengambil air minum.


Saat tiba di kamar, nampak papa rehan yang terbangun dari tidurnya.


" Mama darimana ? "


" Tadi mama haus pa, jadi kebawah ambil air minum " jelas mama Nabila sedikit gugup.


" Trus airnya mana ma " tanya papa rehan karena heran melihat gelas di tangan sang istri kosong.


" Mmmm habis pa, tadi mama langsung minum ", jawab mama Nabila sedikit tidak tenang.


" Ya sudah sebaiknya mama segera tidur, sudah larut malam mah ", kata papa rehan sambil menepuk ranjang sebelahnya. Mama Nabila yang mengerti segera beranjak naik dan memeluk sang suami. Pikirannya sungguh kacau saat ini.


🌸🌸🌸🌸


Saat sarapan pagi


" Mah besok papa ada kunjungan ke Lombok selama lima hari. Mama mau ikut gak ? kata papa rehan.


" Aku aja pah yang ikut, aku suntuk banget nih pah ", rengek Monica.


" Kamu kan kuliah sayang " balas sang papa yang membuat Monica manyun lima Senti. Monica yang ngambek segera berangkat kuliah setelah Salim pada papa dan mamanya.


" Gimana mah " tanyanya lagi pada sang istri.


" Mamah gak ikut ya pah. kepala mamah sedikit pusing ", bohong mama Nabila.


" Ya sudah gak apa-apa " kata papa rehan sedikit kecewa. Kemudian mama Nabila mengantar sang suami ke depan untuk berangkat ke kantor.


Saat hendak kembali ke meja makan, mama Nabila melihat Dewi yang sedang membereskan bekas makan suaminya. Entah kenapa rasa tidak suka pada Dewi mulai muncul di hatinya. Tapi ia tidak boleh gegabah, ia harus mencari cara untuk memisahkan Dewi dari putranya dengan cara sehalus mungkin.


Sebenarnya mama Nabila tidak tega, mengingat bahwa Dewi gadis yang baik. Tapi apa kata teman-temsnnya nanti kalau sampai putranya yang seorang CEO menikah dengan seorang pembantu.

__ADS_1


Saat mendudukkan kembali bokongnya di kursi meja makan, nampak Devan yang menuruni tangga.


" Tumben kamu telat bangun Van "


" Semalam Devan tidak bisa tidur ma " jawab Devan yang sudah duduk dan mengambil nasi goreng ke piringnya.


" Ya jelas tidak bisa tidur, wong kamu sibuk kencan sama pembantumu " batin mama Nabila kesal.


" Besok Devan akan ke Bandung lagi mah, mengontrol pembangunan kantor cabang di sana " mendengar perkataan putranya tiba-tiba ide cemerlang melintas di otaknya.


" Berapa hari Van ? "


" Dua hari mungkin " jawabnya datar dan kaku. Mama Nabila menghela napas kasar, ternyata putranya itu hanya tersenyum jika bersama Dewi saja. Ia jadi bingung sendiri harus bagaimana menyikapinya.


🌸🌸🌸🌸


Keesokan harinya, mama Nabila mengantar papa rehan ke bandara. Sebenarnya ia ingin sekali ikut sang suami, tpi mengingat ini adalah waktu yang tepat untuk menjalankan rencananya ia lebih memilih tinggal di rumah.


Saat ini di dalam kamar, Dewi membantu Devan mengemasi baju-bajunya. Devan mendekat ke arah sang kekasih dan memeluknya dari belakang.


" Nanti setelah pulang dari Bandung, aku akan membicarakan hubungan kita pada kedua orang tuaku ", kata Devan yang masih betah memeluk pembantunya.


" Tapi lambat laun mereka juga akan mengetahuinya wi. Aku tidak mau menjadi lelaki pengecut yang sembunyi terus-terusan.


Lagian apa kata ayah kamu nanti tentang aku wi ? Dia pasti berpikir bahwa aku hanya mempermainkan kamu saja ", kata Devan dengan menangkup ke dua pipi kekasihnya.


" Aku akan berjuang meski nanti kedua orangtuaku tidak menyetujui hubungan kita. Kamu gak keberatan kan wi " tanya Devan dengan nada memohon.


Dewi yang mendengar itu mendongak menatap manik mata majikannya. Ia bisa melihat begitu besar cinta yang diberikan sang majikan padanya. Dengan tersenyum ia menganggukkan kepalanya. Devan yang bahagia dengan jawaban Dewi segera merengkuh kembali tubuh sang kekasih dalam pelukannya.


Setelah baju-bajunya selesai di kemasi, Devan segera turun ke bawah. Sudah ada Kevin sang asisten yang menunggu di ruang tamu.


" Tuan biar saya bawakan kopernya ",


" Hemm " jawab Devan singkat.


Saat mobil Devan keluar dari kediamannya, nampak mobil sang mama memasuki halaman. Mama Nabila yang melihat Dewi saat berjalan memasuki rumah segera memanggilnya.


" Wi, kamu buatkan saya teh, dan antarkan ke ruang kerja suami saya "

__ADS_1


" Baik nyonya " jawab Dewi tanpa rasa curiga.


Saat Dewi membuat teh untuk sang majikan, tidak sengaja tangannya menyentuh panci panas yang di gunakan untuk merebus air.


" Aduh " teriak Dewi sedikit keras. Tiba-tiba perasaan Dewi menjadi tidak enak. Ada apa ini batinnya.


" Astaga wi hati-hati. Gak usah buru-buru " omel mbk Tina yang berjalan ke arah laci dan mengambil obat untuk luka bakar. Ia segera mengoleskannya pada jari Dewi yang terlihat memerah.


" Makasih ya mbk Tina ", kata Dewi seraya tersenyum.


" Lain kali hati-hati wi. Lagian kamu bikin teh buat siapa, bukannya tuan Devan sudah berangkat ", tanya Tina mengintrogasi.


" Buat nyonya mbak " jawab Dewi yang di angguki Tina. Setelah jarinya selesai di obati Dewi segera mengantar teh itu ke ruang kerja papa rehan.


Tok tok tok


" Masuk "


" Ini teh anda nyonya " kata Dewi sambil menaruh teh tersebut di atas meja kerja.


" Saya permisi dulu nyonya ",


" Tunggu wi ", cegah mama Nabila yang membuat Dewi tidak jadi keluar.


" Apa nyonya masih ada perlu sesuatu " tanya Dewi sopan. Bukannya menjawab mama Nabila malah bertanya lagi.


" Sudah sejak kapan kamu menjalin hubungan dengan putra saya ? "


Deggg


Klontangggg


Dewi yang sangat terkejut sampai menjatuhkan nampan yang di bawanya. Dewi sangat ketakutan. Bibirnya terasa membeku tidak tau harus menjawab apa.


" Sejak kapan wi " tanya mama Nabila mulai menaikkan oktafnya.


" se sejak " mata Dewi mulai berkaca kaca, ia tidak mampu meneruskan kata-katanya.


🌸🌸 like dan komennya kakak biar author semangat up date bab selanjutnya 😊🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2