
Dewi segera ke dapur untuk membuatkan kopi majikannya. Di dapur terlihat mbak Tina sedang sibuk mengupas bawang dan bumbu- bumbu lainnya bersama mbok Siti. Dewi yang tidak tau selera kopi majikannya pun bertanya pada mbk Tina.
" Mbak Tina, tuan Devan biasanya suka kopi yang seperti apa ? ",
" Tuan suka kopi hitam yang tidak terlalu manis wi. Gulanya cukup satu sendok saja ",
" Baik, makasih mbk Tin ", Dewi segera membuat kopi pesanan Devan sesuai petunjuk dari Tina. Setelah selesai ia segera mengantar kopi tersebut ke lantai atas. Sesampainya di depan pintu kamar majikannya, Dewi menarik napas dalam dan membuangnya. Itu ia lakukan demi mengurangi rasa gugupnya. kemudian ia mulai mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok tok tok
Devan yang baru saja membuka kemeja kerjanya, mendengar pintu kamarnya di ketuk segera berjalan ke arah pintu dan membukanya. Dewi yang mendengar gagang pintu di putar, rasa gugupnya kembali datang. Jantungnya kembali berdebar-debar tidak karuan.
Kreeeekkkk
__ADS_1
Terbukalah pintu di depannya, menampilkan sosok Devan yang sedang bertelanjang dada. Dewi yang melihat penampilan Devan sampai melototkan matanya. Ia di buat lemas seketika melihat tubuh atletis Devan ditambah perut kotak-kotaknya terpampang nyata di hadapannya. ia sampai susah payah meneguk salivanya.
Bagaimana kira-kira ya rasanya jika dirinya dipeluk oleh lelaki bertubuh indah di depannya. Astaga, Dewi segera menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir pikiran mesum di otaknya. Devan yang melihat tingkah aneh pembantunya sampai mengernyitkan dahi. Ada apa dengan pembantunya?
" Tu tuan, ini kopi anda ", Dewi yang dua kali lipat lebih gugup dari tadi, membuat nampan yang dia bawa ikut bergetar.
Etek etek etek
Begitulah kira-kira suara getaran cangkir yang sedang Dewi bawa 😆.
" Letakkan saja di atas nakas ", perintahnya.
" Ba baik tuan ", Dewi segera meletakkan kopi tersebut dan segera pamit undur diri. Ia tidak mau sampai pingsan di kamar majikannya. Setelah menutup kamar Devan, ia menyandarkan tubuhnya pada daun pintu yang sudah tertutup itu. Di rabanya debaran dadanya yang semakin kencang...
__ADS_1
"Ya ampun apa kah aku masih baik-baik saja? apa perlu memeriksakannya? kenapa jantungku berdebar kencang sekali? Ah sudahlah lebih baik aku segera menyelesaikan pekerjaanku yang tertunda", batinnya. Ia segera turun menyelesaikan kembali pekerjaannya.
🌸🌸🌸🌸
Malam harinya nampak keluarga Aditama sedang menikmati makan malamnya. Aneka menu telah tersaji dengan rapi di atas meja makan. Devan yang sedang menikmati makanannya, melirik pembantu barunya yang sedang sibuk mengambilkan minum untuk keluarganya. Entah kenapa sejak kejadian tadi sore, ia jadi kepikiran terus dengan pembantu barunya itu. Ini pertama kalinya ia tertarik mengamati perempuan setelah pengkhianatan kekasihnya delapan tahun lalu.
Sesekali terlihat Dewi tengah melirik ke arahnya. Ketika mata mereka saling bertemu, dengan sengaja Devan menatapnya sangat tajam bermaksud untuk menjahilinya. Kelakuannya itu sukses membuat Dewi mendelik kaget, sampai-sampai nampan yang ia bawa nyaris jatuh dari tangannya. Devan yang melihat itu sampai mengulum senyumnya berulang kali. Sungguh menyenangkan sekali menggoda pembantunya itu, pikirnya.
.....
Semua pekerjaan Dewi sudah ia selesaikan, di sinilah ia sekarang berada. Di kamar pembantu yang menjadi rumah keduanya. Dewi duduk bersandar pada kepala ranjang, meluruskan kaki sambil memijat-mijatnya. Tiba-tiba terdengar suara panggilan telepon dari hp jadulnya. di lihatnya nama yang tertera dilayar. Senyumnya mengembang mendapati nama ridwanlah yang tertera di layar hp miliknya. Jemari lentik itu segera memencet tombol di sana.
" Kakak ", nampaklah wajah-wajah bahagia adik-adiknya. Rasa lelah yang ia rasakan seketika hilang melihat senyum terukir di bibir mereka. Baru beberapa hari jauh dari keluarga ia sudah sangat merindukan mereka. Tak terasa air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya. Buru-buru ia menyeka air mata itu. Dewi tidak ingin membuat adik dan orang tuanya mengkhawatirkan dirinya.
__ADS_1
Akhirnya malam itu ia habiskan dengan bercerita kepada keluarganya tentang pengalamannya selama tinggal di keluarga Aditama.
🌸Jangan lupa like dan komennya kakak🌸