Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 60


__ADS_3

Tak terasa waktu cepat berlalu. Kini usia kandungan Dewi sudah menginjak empat bulan. Rasa mual dan juga pusing yang di alami Dewi juga sudah mulai berkurang. Namun yang jadi masalah sifat manja dan posesif Devan bukannya sembuh malah semakin bertambah parah.


Seperti Minggu pagi ini, saat Dewi tengah membeli sayur di Abang sayur yang lewat di depan rumah,ia bertemu dengan pria tampan anak dari tetangga sebelah. Lelaki itu menyapa Dewi sambil tersenyum ramah. Lelaki tampan yang awalnya ingin membeli kerupuk itu, karena melihat Dewi jadi berbasa basi sebentar.


Di teras rumah terlihat Devan yang tengah duduk santai sambil menikmati secangkir tehnya. Namun saat manik matanya mendapati sang istri yang tengah berbicara dengan seorang pria asing langsung membuat Devan bergegas menghampiri Dewi.


Ehem ehem


Dewi yang tengah sibuk memilih sayur sambil berbicara dengan lelaki tadi langsung menoleh ke belakang. Tampak sang suami yang tengah berdiri di dekat gerbang sambil memasukkan kedua tangannya di saku.


Devan yang tengah cemburu itu berjalan menghampiri sang istri dan menarik pinggang Dewi hingga merapat ketubuhnya.


" Mas ", Dewi nampak tidak nyaman dengan sikap Devan.


" Sayang kamu milih sayurnya lama banget. Teh mas sampai habis kamu belum selesai juga milihnya ",


" Astaga ", batin dewi gemas.


Belum juga sepuluh menit ia memilih sayur kok di bilang lama. Dewi pun menghela nafas panjang. Sepertinya ia harus banyak-banyak bersabar menghadapi sikap posesif suaminya itu.


Lelaki tampan anak tetangga sebelah tadi merasa tidak enak mendapat tatapan tajam dari Devan saat ia tidak sengaja melihat ke arahnya. Ia buru-buru membayar kerupuk yang dia bawa. setelah itu Ia menganggukkan kepala ke arah Devan dan bergegas pergi dari sana.


" Mas tunggu di teras aja ya, Dewi belum selesai ini milih sayurnya ",


" Nggak mau, mas mau menemani kamu milih sayurnya sampai selesai. Aku gak mau kalau sampai ada buaya darat lagi yang mencoba menggoda kamu ", jawab Devan cemberut.


" Terserah mas aja ", Dewi pun hanya bisa pasrah.


Setelah selesai memilih sayur dan membayarnya, Devan segera menggandeng tangan Dewi masuk ke dalam.


Saat melewati pos satpam, Devan menoleh ketika mendapati abdi tengah berdiri di sana. Abdi nampak bernyanyi sambil bergelayut manja pada gawang pintu pos satpam.


" Anane mung tresno kaleh welasku, anane mung Iki seng tak duweni jeng jeng jeng ",


Abdi yang tengah galau itu terus saja bernyanyi. Meski suaranya sumbang ia tidak peduli. Ia menatap pada pasangan suami istri yang tengah berjalan melewatinya.


Devan yang melihat itu menatap tajam abdi sambil berlalu pergi. Kepalanya yang


tiba-tiba terasa pusing mendengar suara Abdi segera mempercepat jalannya sambil menarik tangan Dewi.


" Yang, sepertinya aku harus memecat satpam tadi ",


" Kenapa ? " tanya Dewi heran.


" Aku takut gerbang rumah mamah bakal rubuh kalau kelamaan dengar suara fales tuh satpam ", gerutu Devan kesal.


Dewi yang mendengar ucapan suaminya hanya bisa Manahan tawanya sambil terus berjalan mengikuti suaminya masuk ke rumah.


🌸


🌸

__ADS_1


Di tempat lain nampak Monica dan Kevin yang berjalan sambil bergandengan tangan. Hari ini Kevin mengajak Monica jalan-jalan karena selama seminggu ini ia di sibukkan dengan proyek barunya, membuat pasangan kekasih itu jarang bertemu.


" Kak, aku mau makan es krim di cafe itu. Kata temen-temen aku es krim di sana enak sekali ", kata Monic sambil menggoyang-goyangkan tangan Kevin yang ia genggam.


" Baiklah, apa sih yang gak buat kamu ", jawab Kevin mencubit gemas pipi Monica.


Mereka pun berjalan masuk ke cafe yang di tunjuk monica tadi. Monica memilih tempat duduk di dekat dinding kaca. Ia segera memesan menu ketika pelayan menghampirinya. Dua gelas es krim rasa coklat dan stroberi menjadi pilihannya.


Ketika es krim pesanannya datang, Monica segera memakannya. Ia yang penasaran dengan rasa coklat punya Kevin merengek ingin di suapi. Kevin pun menuruti permintaan sang kekasih.


Ia mengambil satu sendok besar es krim coklat itu dan menyodorkannya ke mulut Monica. Monica menerima suapan itu dengan sang hati. Setelah menghabiskan es krim satu gelas, mereka melanjutkan kencan mereka dengan menonton bioskop.


Tanpa mereka sadari dari kejauhan nampak dua wanita paruh baya menatap mereka sambil menutup mulut dengan kedua tangannya. Ekspresi terkejut tergambar jelas di wajah keduanya.


" Astaga apa benar itu tadi Monica " tanya mama Nabila pada sahabatnya.


" Benar bil, dan itu yang laki-laki putra aku Kevin ",


" Jangan-jangan mereka pacaran Yun ? ",


" Yang jelas sih begitu bil, gak mungkin kalau gak pacaran sampai gandengan tangan ",


Mama Nabila yang mendengar ucapan sahabatnya pun terdiam. Sesaat kemudian keduanya saling tatap.


" Kita jadi besanan ", teriak keduanya bersamaan.


" Ya ampun aku seneng banget Yun, kita gak perlu susah-susah jodohin mereka ",


" Tapi mereka masuk ke gedung bioskop Yun, pasti lama banget nanti keluarnya ",


" Yah gimana dong aku masih penasaran banget ",


" Gimana kalau kita tunggu di cafe itu saja. Sambil makan siang kita awasi dari sana, aku dah laper banget ini ", kata mama nabila sambil memegangi perutnya.


" Ok aku setuju ",


Dan akhirnya keduanya pun sepakat mengintai anak-anak mereka sambil makan siang.


Setelah menunggu satu jam lebih, kesabaran mama Nabila dan mamah Kevin membuahkan hasil. Mereka mendapati Monica dan Kevin yang keluar dari gedung bioskop.


Keduanya yang sudah merasa kenyang, segera beranjak dari duduknya. Mereka bergegas mengikuti Monica dan Kevin yang masih betah berjalan sambil bergandengan tangan.


Rupanya anak-anak mereka itu sudah mau pulang. Saat di parkiran nampak Kevin yang tengah membukakan pintu untuk Monica.


" So sweet ", kata mama Nabila yang tengah melihat adegan romantis di depannya. Saat ini ia tengah bersembunyi di balik salah satu pilar yang ada di parkiran tersebut.


Setelah Monica masuk nampak Kevin menunduk mendekatkan wajahnya pada sang kekasih. Ia mengecup pipi Monica dan kemudian menutup pintu mobil tersebut.


Mamah Kevin nampak melongo melihat tingkah putranya yang sangat berani. Selama ini Kevin jarang sekali terlihat dekat dengan perempuan. Bahkan nyaris tidak pernah. Itulah kenapa ia seakan tidak percaya dengan penglihatannya.


" Wah putramu itu main nyosor aja ya Yun. Pipi Monica jadi tidak suci lagi ", protes mama Nabila setengah bercanda.

__ADS_1


" Aku juga gak percaya, Kevin bisa genit begitu ", kata mamah Kevin yang masih menatap mobil putranya tanpa berkedip.


" Padahal papahnya dulu gak kayak gitu bil, nurun siapa tuh anak kok kayak soang suka nyosor anak orang ",


" Pokoknya anakmu itu harus tanggung jawab, kita harus jadi besanan Yun ",


" Iya bil, serahkan itu sama aku ",


Setelah melihat mobil Kevin pergi, keduanya pun memutuskan untuk pulang. Mereka sepakat akan menyelidiki anak- anak mereka sambil mencari bukti. Jadi saat mereka nanti mengintrogasi keduanya tidak dapat mengelak lagi.


.


.


Saat ini Kevin tengah menghentikan mobilnya tidak jauh dari gerbang rumah Monica.


" Kak, terima kasih ya sudah mengajak Monic jalan-jalan hari ini ",


" Iya sayang, sama-sama", jawab Kevin sambil membelai pipi Monica.


" Tapi kakak pengen imbalan dari kamu ",


" Apa ? " tanya Monic was- was. Ia tahu imbalan itu pasti bukan hal yang wajar.


" kakak mau di cium di pipi ",


Monica yang mendengar permintaan kekasihnya itu langsung melotot. Pasalnya selama ini Kevin duluan lah yang menciumnya. Ia terlalu malu jika harus mencium duluan, ya meski itu di pipi.


" Ayolah Monic, Kakak nanti gak bisa tidur loh kalau kamu gak nurutin permintaan kakak ", rayu Kevin.


" Tapi Monica malu kak ",


" Sambil merem juga gak papa. Ayo cepat Monic ", kata Kevin sambil menyodorkan pipinya.


Monica nampak ragu-ragu mendekatkan bibirnya pada pipi kekasihnya. Pelan pelan sambil merem ia mulai memajukan bibirnya.


Cup


Saat Monica membuka mata, ia sangat terkejut karena bukannya pipi justru bibir kevinlah yang ia kecup.


" Ih kakak curang ", protes Monica sambil memukul lengan Kevin sebal.


" Makasih sayang "jawab Kevin mengabaikan protes Monica.


Monica segera keluar dari mobil sambil menutup mukanya dengan tas. Ia merasa malu sekali dengan kejadian barusan.


Sedangkan Kevin di dalam mobil tengah tertawa karena berhasil mengerjai kekasihnya.


" Kamu semakin hari semakin menggemaskan Monic ", gumam Kevin yang kemudian menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan komplek perumahan kekasihnya itu.


Like dan komennya ya kakak-kakak semua

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2