Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 6


__ADS_3

" Dasar pembantu tidak sopan", gerutu Devan sambil menatap punggung pembantunya yang menghilang dibalik pintu dapur.


Devan yang teringat akan tujuannya tadi ke dapur, segera melangkahkan kakinya ke arah lemari es. Diambilnya sebotol air putih dan membawanya ke lantai atas menuju kamar tidurnya.


Sesampainya di kamar, Devan meneguk air minum tadi dan meletakkan sisanya di nakas dekat ranjang. Direbahkannya tubuh lelah itu di atas kasur berukuran king size. Manik matanya yang sayu menatap langit-langit kamarnya. pikirannya menerawang mengingat kembali gadis yang baru saja ia temui. Sejak kapan gadis itu bekerja dirumahnya? kenapa dia tidak tau? kelihatannya gadis itu juga masih sangat muda! kenapa bekerja jadi pembantu? Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benaknya. Karena tidak mau semakin pusing memikirkan hal tidak penting, Devan segera memejamkan mata dan memeluk guling agar segera tertidur.


🌸🌸🌸🌸


Pagi ini Dewi melakukan pekerjaan pertamanya dengan membantu di dapur. Terlihat mbak Tina yang sibuk menggoreng nasi sewajan dan mbok Sumi yang sibuk memasukkan bumbu-bumbu dan pelengkap ke dalamnya.


Setelah masakan hampir selesai, Dewi beralih menata piring-piring di meja makan. Terlihat mama Nabila yang sudah cantik menuruni anak tangga menuju ke arahnya.

__ADS_1


" Pagi Wi, gimana tidurnnya semalam! Nyenyak? tanya mama Nabila sambil membantu menata perlengkapan makan lainnya


" Iya nyonya, tempat tidurnya sangat nyaman ", jawab Dewi sedikit tidak enak hati karena telah berbohong. Tidak mungkin juga baginya untuk berkata jujur. Takut menyinggung perasaan majikannya.


" Baguslah kalau begitu, semoga kamu betah bekerja disini ", kata mama Nabila sambil menepuk bahu Dewi. Kemudian dia menyambut suami tercintanya yang sedang menuruni anak tangga.


Terlihat anggota keluarga Aditama satu persatu telah menduduki kursi di meja makan. Hidangan untuk sarapan pagi pun sudah tersaji di meja makan lengkap dengan minumannya. Mama Nabila mulai memperkenal anggota keluarganya pada Dewi.


Tak tak tak


Terdengar langkah kaki menuruni tangga. Nampak lah lelaki tampan yang semalam Dewi lihat. Dewi yang tadinya tenang kini menjadi sangat gugup. ia lebih memilih menundukkan kepalanya sambil sesekali melirik majikan tampan nya. Ketika mata mereka bertemu pandang, buru-buru Dewi menundukkan kepalanya lagi sambil meremat ujung kaosnya.

__ADS_1


" Kalo yang ini namanya Devan. Anak sulung saya ", kata mama Nabila sambil membelai lengan sang anak yang duduk di sebelahnya. Dewi hanya tersenyum kaku menanggapinya. Devan melirik sekilas pembantu barunya itu, kemudian segera mengambil sarapan dan menyantapnya.


Devan yang sudah selesai menghabiskan sarapannya, segera beranjak dari duduknya. Ia kemudian menyalami kedua orang tuanya terlebih dulu dan pamit meninggalkan meja makan. Monika yang melihat kakaknya sudah berlalu segera menyambar tasnya di kursi. Buru-buru menyalami kedua orang tuanya dan berlari menyusul kakaknya.


" Kak Devan tunggu, aku nebeng", teriak Monika. Gadis itu lebih suka berangkat kuliah bersama sang kakak dari pada menyetir sendiri. Ketika pulang kuliah maka sopir rumahlah yang akan menjemputnya. Mama Nabila hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak gadisnya.


Di meja makan, Alex terlihat masih santai menyantap sarapannya.


" Sayang, kamu gak ke cafe hari ini", tanya mama Nabila pada putra nomor duanya.


" Agak siangan ma, Acara pembukaan cafe semalam selesainya sampai tengah malam ", jawab Alex sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya. Mama Nabila hanya manggut-manggut menanggapi jawaban putranya . Akhirnya mereka melanjutkan sarapan pagi itu dengan suasana hening tanpa obrolan lagi.

__ADS_1


__ADS_2