Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 41


__ADS_3

Persiapan pernikahan Devan dan Dewi sudah hampir selesai. Namun ada perubahan rencana yang tak terduga. Pak Danu menginginkan pelaksanaan hijab Qabulnya nanti di selenggarakan di kampung saja.


Karena setelah ijab Qabul nanti pak Danu berniat ingin mengadakan syukuran untuk mengumpulkan sanak saudara dan para tetangga. Hanya acara sederhana sesuai keinginan Dewi juga.


Papa rehan dan mama Nabila sama sekali tidak keberatan. Toh untuk acara resepsi akan tetap di gelar di hotel milik keluarga Aditama.


Saat ini sepasang calon pengantin itu tengah berada di sebuah toko perhiasan. Kemarin Devan menjemput Dewi di kampung karena ada beberapa hal yang mengharuskan Dewi hadir. Ya salah satunya seperti saat ini memilih cincin pernikahan.


Dewi melihat-lihat cincin yang berjajar rapi di depannya. Begitu banyak pilihan model membuat Dewi semakin bingung harus memilih yang mana.


" Kamu suka yang mana wi ", tanya Devan yang juga sibuk melihat-lihat.


" Saya bingung tuan, semuanya bagus-bagus ", jawab Dewi polos yang disenyumi Devan.


" Wi, kayaknya yang ini bagus ", usul Devan sembari menunjuk pilihannya.


" Apa boleh Dewi melihatnya dulu tuan ",


Mendengar Dewi masih memanggilnya tuan membuat Devan menatap tajam calon istrinya itu. Dewi yang paham segera meralat ucapannya barusan.


" Maaf mas, Dewi belum terbiasa " jawab Dewi tersenyum canggung.


" Tapi kamu harus berlatih membiasakannya wi. Saya mau setelah kita menikah kamu sudah terbiasa memanggil saya mas ", kata Devan yang di angguki Dewi cepat. Devan kembali menunjuk pilihannya tadi.


" Mbak tolong ambilkan yang ini, saya ingin mencobanya ",


Penjaga toko itu segera mengambilkannya dan menyerahkan cincin itu pada Devan.


" Ini cincin berlian model terbaru tuan ",


Devan segera menyematkan cincin itu ke jari manis Dewi.


" Bagaimana apa kamu suka dengan model yang ini ",


" Iya saya suka tu ah mas, modelnya sederhana namun nampak elegan ", jawab Dewi dengan antusias.


" Baiklah kalau kamu suka kita ambil yang ini saja ",


" mbak kami ambil yang ini saja ", kata Devan yang di angguki penjaga toko.


*

__ADS_1


*


Setelah selesai memilih cincin nikah mereka melanjutkan perjalanannya menuju butik Tante Sintia, butik langganan mama Nabila. Di sepanjang perjalanan menuju butik Devan selalu menggenggam tangan Dewi. Dewi yang diperlakukan bak ratu merasa sangat beruntung.


Manik matanya menatap Devan dengan perasaan kagum. Kenapa ada lelaki sesempurna ini. Sudah tampan, tinggi, kaya, mapan dan satu lagi sangat perhatian. Tanpa Dewi sadari bibirnya mengulas senyum lebar.


" Apa aku sangat tampan ? Sampai-sampai membuat calon istriku ini terus menatapku ", goda Devan yang sejak tadi menyadari tengah di tatap Dewi.


" Si siapa yang menatap mas Devan ", kilah Dewi.


Dewi yang malu segera menarik tangannya yang di genggam oleh Devan dan melengos ke samping menutupi rasa malunya. Melihat Dewi salah tingkah membuat Devan mengulum senyumnya.


Sesampainya di depan butik milik Tante Sintia, mereka segera turun dan masuk ke dalam. Rupanya Tante Sintia sudah menunggu kedatangan mereka. Tante Sintia segera mengajak Dewi melihat hasil rancangannya yang sesuai keinginan Dewi kemarin.


Dewi menatap kagum pada kebaya yang terpajang indah di patung. Kebaya putih dengan hiasan manik-manik itu tampak mewah.


" Bagaimana kamu suka wi ", tanya Tante Cintia.


" Iya Tante, sangat suka",


Tante Sintia segera mengajak Dewi untuk mencobanya. Setelah beberapa saat Dewi keluar dari ruang ganti dan berjalan ke arah Devan untuk meminta pendapat calon suaminya itu.


" Mas "


" Kamu cantik sekali wi ", kata Devan tanpa sadar. pipi Dewi langsung merona mendengar Devan memujinya.


" Bagaimana Van, cantik kan ",


" Iya Tante ", jawab Devan yang mencuri pandang pada Dewi. Ia masih saja terpesona dengan mantan pembantunya itu.


Setelah semua baju telah di coba mereka segera pulang, karena besuk Dewi harus kembali ke kampungnya. Setelah itu mereka di larang bertemu sampai hari pernikahan itu tiba.


Sesampainya di rumah, Dewi sudah di sambut mama Nabila. Devan memilih lebih dulu naik ke atas karena ingin segera ke kamar mandi.


" Bagaimana wi, kamu puas dengan bajunya ",


" iya mah, bagus banget ",


" Bagus kalau begitu. Ya sudah, kamu sebaiknya istirahat dulu di kamar. Nanti kalau sudah waktunya makan malam akan mama panggil ",


" Baik mah, Dewi pamit ke kamar dulu ",

__ADS_1


" Iya ",


Dewi segera berjalan menaiki tangga menuju kamar tamu yang di pakai Dewi untuk beristirahat.


Saat berjalan melewati kamar Devan, tiba-tiba lengannya di tarik seseorang ke dalam kamar.


" Mas Devan " Dewi sudah menebak siapa pelakunya. Siapa lagi kalau bukan calon suaminya itu.


" Sayang, aku kangen banget sama kamu ", kata Devan sambil memeluk tubuh Dewi dengan erat. Hidungnya sibuk mengendus aroma parfum milik Dewi.


" Mas Devan jangan begini, malu nanti ketahuan mamah ",


" Sebentar saja wi, aku kangen banget sama kamu. Sudah dua Minggu kita tidak bertemu ", jawab Devan yang makin memperat pelukannya. Bibirnya mulai merayap mencium ceruk leher sang kekasih. Perbuatan Devan sukses membuat tubuh Dewi meremang. Ada gelenyar aneh yang Dewi rasakan pada tubuhnya. Buru-buru ia mendorong dada bidang Devan dan berlari.


Tangannya segera meraih handle pintu untuk segera kabur dari sana. Namun tangan Dewi kalah cepat dengan devan. Devan kembali merengkuh tubuh sang kekasih dari belakang. Membalik tubuh Dewi menghadap ke arahnya. Mendaratkan banyak kecupan ke seluruh wajah Dewi dan berakhir pada bibir manis yang menjadi candunya.


" Mas ", rengek Dewi dengan wajah memohon. Devan yang tidak tega segera melepaskan pelukannya.


" Terima kasih sayang ", kata Devan sambil membelai lembut pipi kekasihnya.


Dewi segera berlari keluar, ia takut kalau sampai singa lapar itu akan memakannya sekarang. Sampai di dalam kamar Dewi memegangi dadanya yang bergemuruh hebat.


" Dasar tuan mesum ", batinnya sambil tersenyum samar.


🌸🌸🌸🌸🌸


Hari berlalu begitu cepat. Waktu yang telah di nanti-nanti semakin dekat. Dewi sudah kembali ke kampungnya karena harus menjalani prosesi pingitan.


Kini di kediaman Aditama nampak sibuk menyiapkan segala keperluan untuk acara ijab Qabul besuk. Rencananya mereka akan berangkat pagi ini dan nanti malam akan menginap di hotel yang letaknya paling dekat dengan kampung Dewi.


Rombongan keluarga Aditama segera berangkat setelah semua telah berkumpul. Tina dan Puput juga kembali ikut setelah semalam memohon pada mama Nabila.


Menjelang sore mereka baru sampai di lobby hotel tempat mereka akan menginap. Mama Nabila segera mengajak keluarganya untuk beristirahat.


" Van, nanti malam kamu harus segera tidur. Jangan begadang terlalu malam. Kamu tidak ingin kan telat bangun dan terlambat datang ", nasehat mama Nabila pada putranya.


" Dan jangan lupa hapalan biar besuk lancar saat mengucapkan ijab Qabulnya ", goda papa rehan.


papa dan mamanya segera masuk ke dalam kamar setelah menggoda putranya. Devan menghela napas panjang, kenapa juga dia menjadi gugup begini.


Setelah sampai di dalam kamar, Devan berjalan menuju jendela kamar hotel. Manik matanya menatap pemandangan sore dari balik jendela.

__ADS_1


" Besuk kita akan menikah wi, aku sudah tidak sabar ingin melihat kamu memakai baju pengantin. Kamu pasti sangat cantik ", batinnya sambil tersenyum samar.


* Ayo yang ikut acara nikahan ayang Devan, siapkan hadiah ya πŸ˜„ like komen subscribe vote gift semua nya πŸ˜‚ *


__ADS_2