Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 68


__ADS_3

Hari ini anggota keluarga Aditama tengah melakukan perjalanan menuju kampung halaman Dewi. Acara tujuh bulanan Dewi yang akan di laksanakan di kampung di sambut antusias oleh pak Danu sekeluarga.


Setelah menempuh jarak berkilo-kilo meter jauhnya, akhirnya mobil mereka telah sampai di halaman rumah orang tua Dewi.


Dewi yang baru turun dari mobil menatap heran pada rumahnya. Ada yang berbeda dari rumahnya yang selama ini ia tempati. Ada bangunan baru yang terletak di sebelah kanan rumahnya. Bahkan rumah lamanya juga terlihat habis di renovasi bagian depannya yang membuatnya terlihat lebih minimalis. Dewi jadi penasaran dengan bagian dalam rumahnya apa juga akan berubah.


Dewi menatap ke arah sang suami yang juga tengah menatapnya.


" Apa kamu suka ? " tanya Devan sambil menggenggam tangan istrinya.


" Suka, makasih ya mas ", Dewi pun segera memeluk tubuh suaminya.


" Iya sayang ", kata Devan sambil membelai lembut rambut Dewi.


" Ayo masuk, tuh bapak sama ibuk sudah menunggu " kata Devan yang membuat Dewi menoleh ke arah kedua orang tuanya.


Dewi segera menghampiri keluarganya yang teramat ia rindukan.


" Bapak ibuk ", panggil Dewi yang mulai menangis.


" Dewi kangen ", kata Dewi sambil memeluk kedua orang tuanya.


" Kita semua juga kangen sama kamu nduk ", kata pak Danu mempererat pelukannya.


Amel yang sedari tadi diam, akhirnya mendekat karena penasaran dengan perut Dewi yang membuncit.


" Mbk Dewi, kata ibuk di dalam perut mbk Dewi ada dedek bayinya. Emang iya ? ", tanya Amel polos. Dewi yang mendengar itu segera melepas pelukannya. Kemudian netranya menatap suaminya yang tengah tersenyum.


" Bener dong sayang, sini coba Amel pegang ! Dewi segera meraih tangan mungil adiknya itu dan meletakkan di atas perutnya. Saat tangan mungil itu menyentuh perut Dewi, seketika terasa pergerakan yang membuat mata Amel langsung berbinar.


" Wah bergerak, dedek bayinya nendang tangan Amel ", pekik Amel senang.


" Mbak mbak dewi dedeknya suruh cepetan keluar, biar Amel bisa main sama dedeknya ",


" Belum waktunya sayang ",


" Trus kapan boleh keluarnya ",


" Sebentar lagi Amel sayang " jawab Dewi seraya mencubit pipi adiknya.


" Sekarang aja ya mbak, biar bisa Amel ajak main ",

__ADS_1


ucapan Amel sontak membuat Devan dan Dewi saling pandang. Devan yang tidak tahu harus menjawab apa hanya bisa garuk garuk kepalanya yang tak gatal.


" Mel amel itu mainan kamu yang di depan tivi di cakar sama si kumis ", kata Bu Surti mengalihkan perhatian Amel.


Amel yang mendengar itu langsung berlari ke dalam rumah. Kucing peliharaan kakaknya Rani itu sering merusak mainannya. Sehingga ketika mendengar ucapan sang ibu membuat Amel lupa dengan dedek bayinya.


Devan dan Dewi yang melihat Amel berlari ke dalam rumah akhirnya bisa menghela nafas lega, kemudian keduanya saling pandang dan tergelak bersama.


.


.


Keesokan harinya acara tujuh bulanan itu dilaksanakan dengan meriah. Berbagai prosesi tujuh bulanan telah dilaksanakan dengan penuh kebahagian. Tampak para tetangga dan sanak saudara yang antusias mengikuti acara itu sampai selesai. mamah Nabila yang merupakan seksi sibuk tengah asyik berjualan dawet bersama Dewi sambil sesekali bercanda dengan para tetangga.


Sedangkan para lelaki tampak tengah berbincang-bincang di ruang tamu sambil menikmati kopi dan jajanan pasar sebagai cemilan.


Acara tujuh bulanan itu akhirnya selesai juga. Semua orang mengucap syukur dan berdoa semoga Dewi dan calon buah hatinya di beri kesehatan dan kelancaran sampai lahiran.


Keesokannya semua keluarga Aditama mohon pamit untuk kembali ke kota. Dewi yang juga ikut kembali ke kota nampak belum rela berpisah dari keluarganya.


" Ibuk sama bapak jaga kesehatan ya. Nanti kalau Dewi mau lahiran ibuk sama bapak harus ke sana ",


" Iya nduk, ibuk sama bapak pasti akan kesana. Mana mungkin kami melewatkan kelahiran cucu pertama kita ya buk ", kata pak Danu.


" Uban kita udah banyak buk ", kata pak Danu terkekeh.


" Pak Danu dan Bu Surti jangan lupa untuk datang ke acara pernikahan Monica nanti. Saya sangat tunggu kehadiran bapak sama ibuk ", kata mama Nabila.


" Insya Allah Bu, jika tidak ada halangan kami pasti akan datang "jawab pak Danu pada besannya itu.


Setelah semua berpamitan keluarga Devan segera berangkat kembali ke kota. Setelah ini mama Nabila dan keluarga akan di sibukkan dengan acara pernikahan Monica. Mama Nabila berharap semoga saja Dewi lahirannya sesuai dengan tanggal perkiraan. karena jika maju takutnya akan berbenturan dengan hari pernikahan putri bungsunya.


.


.


Di sebuah toko berlian nampak sepasang calon pengantin tengah sibuk memilih cincin pernikahan. Monica yang begitu menyukai perhiasan nampak antusias sekali.


" Kak kalau yang ini sama yang ini bagusan mana ", tanya Monica sambil menunjuk dua pilihannya tadi.


" Kayaknya bagusan yang itu deh yang, simple namun terlihat elegan ",

__ADS_1


" Monica juga berpikir begitu kak. Kalau begitu yang itu saja ya ? ",


'' Iya ", jawab Kevin seraya tersenyum.


Setelah mendapatkan cincin yang di inginkan mereka berdua memutuskan untuk menonton bioskop. Di dalam gedung bioskop yang gelap itu, Kevin bukannya menonton film yang sedang tayang malah asyik meraba-raba tubuh kekasihnya. Monica yang sedang serius menonton jalan cerita film tersebut di buat kesal oleh kelakuan Kevin.


" Ih kak tangannya jangan di situ ", bisik Monica sambil menepis tangan Kevin yang tengah meremas daging kenyalnya. Untung saat ini keduanya duduk di barisan belakang dan banyak bangku yang kosong.


" Habis kakak gemes yang ", kata Kevin yang kembali meremas daging kenyal itu.


" ish Kak sakit jangan kuat-kuat ", kata Monica yang mulai terbawa suasana.


" Ssttt jangan keras-keras nanti semua lihat ke arah kita ", bisik Kevin sambil menatap kiri kanan.


Sepanjang film di putar Monica di buat tidak karuan oleh tingkah mesum ke kasihnya. Setelah hampir satu setengah jam akhirnya film itu berakhir. Kevin segera menarik tangan Monica buru-buru keluar.


" Ish kak pelan-pelan dong. kakak mau kemana sih ", protes Monica.


" Pulang "


" Haah pulang ? Kenapa ?


" Mau makan kamu " jawab Kevin asal yang membuat Monica melotot seketika.


" Kak Kevin jangan macam-macam " protes Monica yang terus berjalan di belakang Kevin yang sibuk menarik tangannya.


" Gak macam-macam kok Monic, cuma satu macam ", kata Kevin tersenyum mesum. Setelah sampai di parkiran, Kevin segera menyuruh Monica masuk. dan ia juga ikut masuk kedalam.


Monica yang takut Kevin berbuat aneh-aneh mendekap tas selempangnya di depan dada.


" Kamu kenapa ? ",


" Melindungi diri dari singa lapar ", jawab Monica ketus. Mendengar jawaban Monica membuat Kevin tergelak.


" Kamu itu selalu berpikir buruk sama kakak. Kakak ngajak kamu pulang, karena mamah sudah nyiapin makan malam buat kita Monic ",


Monica yang mendengar jawaban Kevin jadi salah tingkah. Rupanya ia terlalu banyak berpikir. Saat ia menoleh dan hendak bicara tiba-tiba Kevin menyambar bibirnya yang sudah terbuka itu.


Kevin segera mengulum dan menyesap bibir Monica dengan cepat. Kemudian setelah melepas tautan bibirnya Kevin segera kembali duduk menghadap kemudi sambil tersenyum puas.


" tuh kan kak Kevin selalu aja curi-curi kesempatan. Emang gak bisa di percaya ", kesal Monica sambil mencubit lengan kekasihnya.

__ADS_1


Kevin yang melihat Monica marah bukannya takut malah tergelak.


" Nyicip dikit dulu yang " Jawab Kevin tersenyum mesum sambil menatap wajah cantik kekasihnya.


__ADS_2