
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Hari istimewa bagi sepasang kekasih untuk menyatukan dua hati dalam ikatan suci pernikahan.
Devan nampak di rias di dalam kamar hotel. Dari tadi ia duduk dengan gelisah. Seorang Devan Aditama ternyata bisa gugup juga, dahinya berkeringat dan dadanya berdebar sangat kencang.
" Sayang rileks jangan gugup kayak gitu, nanti malah lupa semua hapalan kamu semalam ", nasehat sekaligus ledekan mama Nabila.
Devan tidak menggubris omongan mamanya, ia sibuk menarik napas dan menghembuskannya. Monica yang merasa kasihan pada kakaknya menyerahkan segelas air pada devan. Devan segera meneguk air itu hingga tandas.
" Huh, syukurlah rasa gugupnya sedikit berkurang ", batin Devan bernafas lega.
Setelah semua sudah selesai di rias mereka bersiap-siap untuk berangkat. Acara ijab Qabulnya akan di laksanakan pukul sembilan pagi. Mereka tidak ingin terlambat dan membuat keluarga Dewi menunggu.
" Ayo Monic cepetan kamu pakai sepatu aja ribet banget ", omel mama Nabila yang berlalu menemani Devan masuk ke mobil.
" Ish mamah bisanya ngomel Mulu ,bantuan kek ", sewot Monica yang masih sibuk membenarkan tali high heelsnya di bangku yang berada di lobby hotel. Saat ia sibuk menunduk tiba-tiba manik matanya menatap sepasang sepatu di hadapannya.
" Biar saya bantu nona ", sapa seseorang. Monic mendongak menatap pada sumber suara yang tidak asing.
" Kak Kevin ", kata Monica terkejut. Kevin menunduk membantu Monica membenarkan tali high heelsnya. Monica ingin menolak bantuan Kevin namun entah kenapa mulutnya malah diam seribu bahasa.
" Makasih kak ", kata Monica sambil tersenyum kepada Kevin.
" Sama-sama, sebaiknya nona segera naik ke mobil jangan sampai kita terlambat", jawab Kevin sambil menatap ke jam tangannya.
" Iya kak ", kata Monic. ia kemudian memegangi dadanya yang tiba-tiba berdebar.
" Astaga kenapa ini jantungku berdebar-debar melihat kegantengan kak Kevin " gumam Monic sambil berjalan di belakang Kevin. Ia kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran aneh di otaknya. Ia pun segera berlalu masuk ke dalam mobil karena sudah di teriaki oleh mama Nabila.
Mereka pun akhirnya berangkat menuju rumah Dewi. Satu jam kemudian mereka telah tiba di halaman rumah calon mempelai wanitanya. Mama Nabila menggenggam tangan Devan untuk menyalurkan kekuatan pada putranya itu.
Mereka satu persatu turun dari mobil. Suasana halaman rumah Dewi sudah tampak ramai. Rumah sederhana itu sudah di dekorasi sedemikian rupa sehingga nampak indah. Terlihat pak Danu yang tengah berdiri di depan menyambut kedatangan keluarganya. Devan dan kedua orang tuanya di arahkan menuju tempat ijab Qabul akan di laksanakan. Di sana sudah nampak pak penghulu yang sudah duduk manis menunggu kedatangannya.
Saat Devan sudah duduk di tempat ijab Qabul, Bu Surti menggandeng Dewi keluar dan berjalan menuju tempat Devan. Devan yang melihat Dewi keluar dari rumah menatap calon istrinya itu tanpa berkedip. Dewi terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya putih dan polesan make up natural.
Selama ini Dewi tidak pernah dandan berlebihan, sehingga saat ber make up untuk pertama kali aura kecantikannya sungguh terpancar. Devan yang masih terkagum-kagum dengan kecantikan calon istrinya, sampai tidak mendengar panggilan pak penghulu.
Papa rehan yang kesal menimpuk bahu Devan dengan keras.
" Auuu sakit pah",
" Kamu lihatin calon istrimu sampai segitunya, pak penghulu manggil kamu dari tadi sampai gak denger. budek ya ", kata papa rehan yang mengundang gelak tawa semuanya. Devan yang malu hanya bisa nyengir dan melupakan rasa gugupnya.
Setelah Dewi duduk bersanding bersama Devan di depan pak Danu dan penghulu, prosesi ijab Qabul itu segera di laksanakan.
__ADS_1
Devan menjabat tangan pak Danu dan mengucapkan kalimat ijab Qabul dengan lantang dan sangat lancar.
" Bagaimana sah "
" SAH ", Ucap semuanya serempak.
" Alhamdulillah ",
Mendengar kata sah membuat mama Nabila tidak dapat menahan air matanya. Hatinya sungguh sangat bahagia. Ia menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami sambil menyeka air matanya.
" Akhirnya Devan menikah juga ya pah ",
" Iya mah, papa merasa lega sekarang ", jawab papa rehan membelai lembut bahu sang istri.
Setelah ijab Qabul terlaksana, kini Devan dan Dewi saling menyematkan cincin ke jari manis mereka. Dewi mencium tangan suaminya dengan penuh syukur. Kemudian Devan mencium kening Dewi dengan sangat dalam. Manik mata keduanya saling bertemu dan saling melempar senyum bahagia.
Tina yang duduk di belakang mama Nabila menangis di bahu temannya.
" Mbak Tina kenapa menangis? Terharu ya ? tanya puput.
" Bukan ",
" La trus kenapa ",
" Aku nangis karena yang pacaran duluan aku kenapa yang nikah Dewi. Aku kan jadi pengen put ", kata Tina yang membuat Puput mengulum senyumnya.
" Kalau gak berhasil juga aku mau cari ganti aja put, capek aku makan hati terus. mau coba makan yang lain saja ", kata Tina yang membuat Puput cekikikan.
Setelah ijab qabul acara di lanjutan dengan jamuan pada para tamu yang hadir. Para tetangga terlihat berbondong-bondong mengucapkan selamat pada Dewi. Mereka sangat iri dengan keberuntungan Dewi yang mendapatkan suami tampan dan kaya raya.
" Wah wi, kamu beruntung sekali dapat suami ganteng dan kaya ",
" Iya wi, kalau ada lagi boleh dong kenalin anak saya. biar saya ketularan punya mantu kaya ", kata Bu Nana salah satu tetangga Dewi.
" Saya juga beruntung kok Bu mendapatkan Dewi, dia gadis yang baik dan penyanyang. lagian jodoh itu sudah ada yang mengatur tidak bisa di paksakan ", jawab Devan yang tidak ingin istrinya itu tertekan oleh omongan tetangganya.
" Wah nak Devan memang bijak sekali. Kalian bener-benet pasangan serasi ", kata Bu Sri tetangga depan rumah Dewi. Ia melirik sebal pada Bu Nana si biang gosip di kampungnya.
*
*
Setelah semua rangkaian acara terlaksana, terlihat para tetangga satu persatu mulai pamit pulang. Mama Nabila dan papa rehan dan semua keluarga juga pamit karena akan langsung pulang ke kota.
__ADS_1
Mereka juga harus mempersiapkan resepsi yang akan di laksanakan dua hari lagi. Sedangkan Devan akan menyusul besuk bersama anggota keluarga Dewi.
" Wi, mama titip Devan ya. Kalian jangan anu-anu dulu nanti kecapekan ",
" Ih mama ngomong apaan sih ", sewot Devan yang membuat mama tergelak.
" Ya sudah mama pulang ya ",
" Hati-hati ya mah ", kata Dewi yang diangguki mama Nabila.
*
*
Setelah suasana sepi dan hari sudah menjelang malam pak Danu menyuruh Dewi mengajak suaminya istirahat di kamar.
Dewi mengajak Devan untuk masuk ke dalam kamarnya.
" Maaf ya mas kamar Dewi kecil dan jelek, gak kayak kamar mas ",
" Kamu itu ngomong apa sih sayang. Yang penting itu kamu ada di samping saya, mau di manapun dan seperti apapun itu tidak masalah buat saya ", kata Devan sambil mendudukkan bokongnya di pinggir ranjang.
Kriiieekkkk
" Eeh ", Devan terkejut dengan suara derit ranjang Dewi. Ia segera berdiri dari duduknya dan menepuk-nepuk ranjang itu untuk memastikan.
" Ada apa mas ? " tanya Dewi heran..
" Kayaknya malam pertamanya kita tunda sampai acara resepsi selesai saja ya wi ",
" kenapa " Tanya Dewi dengan polosnya.
" Saya tidak mau setiap saya bergerak, ranjang kamu itu juga ikut berbunyi. Malu wi di dengar bapak sama ibuk ", kata Devan yang membuat Dewi mengulum senyumnya.
" Terserah mas aja ",
" Tapi malam ini mas mau nyicil dikit aja ya ", kata Devan yang langsung menyerang bibir Dewi yang tengah berdiri di depan kaca. Dewi yang tidak siap hanya pasrah menerima ciuman suaminya yang menggebu.
Devan terus bergerak maju tanpa melepas pagutannya. Dewi juga ikut mundur mengimbangi langkah suaminya. Saat kaki dewi membentur pinggir ranjang membuat Dewi oleng dan jatuh terduduk di atas ranjang.
Kriiiiekkkk
" Astaga ", Devan segera melepas ciumannya. Ia menatap Dewi yang juga tengah menatapnya. Sedetik kemudian terdengar gelak tawa keduanya.
__ADS_1
* Sabar ya mas Devan 😂😂*
🌸 Ayo kak khusus hari ini keluarin semua like komen vote subscribe dan gift nya untuk hari spesial Devan dan Dewi 🌸