Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 47


__ADS_3

Amira menatap lekat pada perempuan di depannya. Sepertinya usianya masih sangat muda. Mata Amira mengamati dari atas sampai bawah tubuh saingannya, penampilannya sungguh sangat biasa saja. Bahkan ia merasa badannya jauh lebih montok dan seksi dari perempuan di depannya itu. lalu apa yang membuat Devan terlihat begitu mencintainya.


Dan yang membuatnya lebih terkejut lagi adalah statusnya yang merupakan nyonya Devan Aditama. Sejak kapan mereka menikah ? Bukankah kemarin sang manager yang ia tugaskan mencari tahu informasi tentang Devan mengatakan kalau Devan belum menikah. Bahkan setelah kepergiannya delapan tahun lalu Devan di kabarkan tidak pernah dekat dengan wanita mana pun.


" Sial ", umpatnya dalam hati karena kesal pada sang manager yang tidak becus mengorek informasi.


Amira menyambut uluran tangan dewi. Ia tidak boleh terlihat emosi, ia harus tetap terlihat elegan di depan saingannya ini.


" Saya Amira rekan kerja suami anda sekaligus, mantan kekasihnya ", kata Amira tersenyum dengan angkuhnya.


" Senang bisa berkenalan dengan anda nona Amira ", jawab Dewi ramah.


Meski dirinya terkejut mendengar pengakuan wanita di depannya itu, Dewi tetap berusaha tenang.


Devan yang melihat aura permusuhan di antara istri dan mantannya segera mendekati istrinya.


" Sayang sebaiknya kita segera memakan bekal yang kamu bawa, nanti kalau dingin tidak enak lagi ", kata Devan lembut pada sang istri. Mendengar suara lembut Devan membuat Amira mendengus kesal.


" Baiklah aku siapkan dulu ", jawab Dewi berlalu menuju sofa yang ada di ruangan Devan.


" Maaf nona Amira sepertinya pembicaraan kita tidak bisa kita lanjutkan. Saya ingin makan siang dengan istri saya. Sekali lagi saya minta maaf ",


Amira menghela nafas kasar, tangannya terulur menyambar tas di atas meja kerja Devan.


" Baiklah Dev, lain kali saja kita bertemu lagi ", kata Amira sambil berlalu pergi tanpa menoleh pada Dewi.


Setelah kepergian Amira Devan segera mendekat pada sang istri. Ia duduk di dekat istrinya yang masih sibuk menata bekal makan siangnya. Devan segera meraih tangan Dewi dan membawanya ke pangkuannya.


" Sayang kamu jangan marah ya. Aku bisa jelaskan ", kata Devan memelas. Ia takut Dewi salah paham.


" Baiklah coba mas jelaskan sekarang, apa yang sebenarnya terjadi ", jawab Dewi menatap suaminya.


" Mas tadi benar-benar sedang sibuk yang. Terus elena memberi tahukan kalau ada model yang di tunjuk tuan William ingin bertemu. Mas sama sekali tidak tau kalau model itu dia yang. Setahuku dia tidak berada di Indonesia. Kamu percaya kan yang sama mas ? ",


Dewi menunduk mencoba mencerna ucapan suaminya. Namun ketika teringat kecupan yang di layangkan wanita tadi pada pipi suaminya hati Dewi terasa berdenyut nyeri.


Namun ia dapat melihat rasa terkejutan suaminya atas tindakan mantan kekasihnya tadi. Mungkin memang benar apa yang d katakan suaminya. Semua hanyalah kebetulan saja.


Buru-buru Dewi mengambil tisu basah di dalam tas selempangnya. Ia mengambil selembar tisu basah itu dan mengusapkan berulang kali pada pipi suaminya. Kemudian ia juga mengecup pipi suaminya berkali- kali untuk menghapus jejak yang wanita itu tinggalkan.


Devan di buat tersenyum melihat tingkah istri kecilnya. Ia segera menarik pinggang sang istri, dan tangannya dengan cepat menarik tengkuk istrinya dan menyatukan bibir mereka.


Ia mulai memanggut bibir Dewi, memberikan ******* dan sesapan pada bibir merah itu. Bibir yang membuatnya candu akan rasa manisnya. Lidah Devan menerobos masuk mengabsen setiap inci rongga mulut istrinya. Setelah puas bermain-main di dalam mulut istrinya, Devan kembali ******* bibir manis itu dengan rakusnya. Setelah merasa pasokan oksigen di paru-parunya menipis Devan segera melepas ciumannya.


Tangan Devan bergerak menangkup kedua pipi istrinya dan menatap lekat bola mata yang terlihat berkaca-kaca itu.


" Terima kasih kamu mau mempercayai mas. Kamu tidak usah khawatir tentang Amira, di hati mas sekarang hanya ada kamu. Amira hanya menyisakan luka di hati mas tidak untuk cinta ", kata Devan lembut.


Dewi menatap manik mata suaminya mencari sebuah kebohongan. Dan Dewi tidak menemukan itu di sana. Ia segera mengangguk seraya menghambur memeluk suaminya.


" Ya sudah kita makan yuk, mas sudah lapar. Ini masakan kamu kan ?


" Bukan mas " jawab Dewi sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Dewi tidak sempat memasak, karena waktunya sudah hampir siang ",


" Tidak apa-apa. Asal makannya di temani istri mas yang cantik ini, semua makanan akan terasa nikmat ", gombal Devan yang di hadiahi cubitan Dewi di pinggangnya.


" Au sakit yang, kamu sudah mulai kdrt ya. Ini terima pembalasan dari mas ", kata Devan yang mulai menggelitik perut istrinya. Dewi yang mendapat serangan dari devan tertawa kegelian sambil menepis tangan suaminya.


Akhirnya makan siang hari itu di hiasi dengan canda tawa keduanya.


🌸🌸🌸🌸


Di dalam sebuah kamar terlihat Amira melempar tasnya sembarangan. Kemudian ia membuang bantal dan guling di atas tempat tidur ke segala arah.


" Aaaa sial sial ", umpatnya meluapkan kekesalannya.


Ia kemudian mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menjambak rambutnya frustasi karena gagal mendekati Devan.


" Ini semua gara-gara Dion manager sialan yang nggak becus itu. Bisa-bisanya ia memberikan informasi yang salah. Ahhh terus sekarang aku harus gimana ",


Amira mulai menyesali keputusannya meninggalkan Devan. Tidak seharusnya ia pergi meninggalkan kekasihnya yang sangat mencintainya itu. Hanya karena tergiur kekayaan sang bos tempat ia bernaung sebagai model, ia rela meninggalkan pesta pertunangannya dengan Devan yang tinggal menghitung hari.


Apalagi setelah itu ia harus menerima kenyataan pahit kalau ia hanya di manfaatkan oleh bosnya. Kebohongan bosnya mulai terungkap setelah mereka menjalin hubungan hampir empat tahun lamanya.


Rupanya bosnya itu sudah memiliki istri dan anak. Bahkan bosnya itu hanya menjadikan dirinya alat pemuas nafsu saja. Ketika bosan Amira di campakkan begitu saja oleh bos sialannya itu.


" Aku tidak boleh menyerah, aku harus bisa mendekati Devan kembali. Ia pasti masih menyimpan perasaan padaku. Iya benar, dulu saja ia begitu tergila-gila padaku. Dengan sedikit rayuan pasti ia akan langsung bertekuk lutut di hadapanku ", gumam Amira sambil menyeringai licik.


🌸🌸🌸🌸


Tadi ia sudah menelepon pak Salim untuk menjemputnya. Dan sekarang Dewi tengah menunggu di depan gedung perusahaan sambil memainkan handphonenya.


Setelah menunggu dua puluh menit lamanya pak Salim belum juga datang. Dari kejauhan terlihat Kevin berjalan ke arahnya.


" Nyonya sedang apa berdiri di sini ",


" Saya lagi menunggu jemputan mas ", jawab Dewi seraya tersenyum.


Ting


Terdengar suara pesan masuk di handphonenya. Buru-buru Dewi melihat isi pesan itu. Kevin pun masih setia berdiri di sampingnya.


" Ada apa nyonya ", tanya Kevin melihat perubahan raut wajah istri bosnya.


" Pak Salim mengirim pesan kalau mobilnya mogok mas Kevin ",


" Kalau begitu biar saya antar saja nyonya ",


" Jangan, gak usah mas. Nanti merepotkan mas Kevin. Lagian saya juga harus menjemput Monica di kampusnya ", tolak Dewi halus.


" Tidak apa-apa nyonya, sebentar saya telepon pak Devan dulu ",kata Kevin yang kemudian sedikit menjauh dari Dewi. Terlihat ia tengah melakukan panggilan telepon. Setelah selesai Kevin segera menghampiri Dewi kembali.


" Mari nyonya, pak Devan sudah memberi ijin untuk mengantar nyonya ",


" Baiklah kalau begitu, terima kasih mas ", kata Dewi yang hanya di angguki Kevin pelan.

__ADS_1


Kevin segera meluncur menuju kampus tempat Monica kuliah. Sesaat kemudian Ia menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang kampus. Mata Dewi celingukan mencari keberadaan adik iparnya. Tadi ia sudah mengirim pesan pada Monica untuk menyuruhnya menunggu di depan.


Mata Dewi membeliak lebar tatkala melihat Monica yang tengah berdiri di dekat pohon di depan gerbang tengah di goda beberapa lelaki. Suasana kampus saat itu memang agak sepi.


" Mas Kevin, itu Monica lagi di apain ", kata Dewi panik. Kevin mengikuti arah telunjuk Dewi. Kevin ikut terkejut mendapati adik bosnya tengah di colek dagunya oleh salah satu dari mereka.


" Nyonya tetap di dalam mobil, jangan kemana-mana ", kata Kevin yang di angguki Dewi cepat. Kevin buru-buru turun untuk menolong Monica.


" Ada apa ini ", kata Kevin yang membuat Monica dan beberapa lelaki itu menoleh ke arahnya.


" Kak Kevin ", pekik Monica yang segera menepis tangan lelaki yang mencekalnya. Ia segera berlari dan bersembunyi di belakang tubuh Kevin.


" Tolong Monic kak, mereka itu senior di kampus yang terkenal suka membuat ulah ", kata Monic ketakutan.


" Hai Monica cantik, sini ngapain kamu sembunyi gitu. Aku kan hanya ingin mengajakmu makan saja ", kata salah satu dari mereka.


" Jangan mengganggunya atau.... ",


" Atau apa hah ", kata salah satu dari mereka yang langsung maju dan mencekal kerah kemeja Kevin.


Kevin yang geram ingin melayangkan tinjuan ke arah lelaki itu. Namun tiba-tiba seorang dosen menghampiri mereka karena curiga terjadi perkelahian.


" Ada apa ini ",


Para senior itu menjadi panik dan segera beringsut mundur melihat dosen paling galak di kampus menghampiri mereka.


" Ah tidak ada apa -apa pak, cuman salah paham saja, iya kan Monic ",


" I iya pak ", jawab Monic takut.


" Kalau begitu kami permisi pak ", kata Kevin.


Kevin memanfaatkan kesempatan itu untuk segera membawa Monica pergi dari sana. Setelah keduanya masuk ke dalam mobil, Monic segera menghambur memeluk lelaki penyelamatnya.


" Kak Kevin terima kasih ", cicitnya yang masih betah memeluk Kevin.


" Nona tolong lepaskan ",


" Nggak mau aku masih takut kak ",


" Nona "


" Nggak nggak nggak ", kata Monic yang semakin memeluk erat Kevin.


" Ehem ",


Monica yang mendengar deheman seseorang segera menoleh ke belakang. Matanya langsung membulat sempurna melihat kakak iparnya yang tengah duduk manis di belakang.


" Kak Dewi "


Blush pipi Monica langsung memerah karena malu. Buru-buru ia melepas pelukannya pada asisten kakaknya. Ia menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya karena merasa sangat malu. Dewi hanya mengulum senyum melihat tingkah adik iparnya yang lucu.


🌸 like komen jangan lupa ya kak. Author jadi semangat banget kalau ada banyak like dari kakak-kakak semua 🀭😁🌸

__ADS_1


__ADS_2