
Setelah drama kepanikan di pagi hari, kini di sinilah Devan berada. Di ruangan khusus persalinan menemani sang istri yang tengah berbaring di ranjang khusus ibu bersalin.
Sedari tadi tangan Devan terus menggenggam tangan Dewi dengan erat. Mangecupnya berulang kali untuk menyalurkan kekuatan pada istrinya.
Di tatapnya wajah sang istri yang berkeringat menahan rasa sakitnya. Dengan telaten Devan mengelap keringat di dahi Dewi dengan sapu tangan.
" Mas sakit ", rengek Dewi yang merasakan rasa mulas yang mulai sering.
" Sabar sayang yang kuat ya ", kata Devan menyemangati. Devan sungguh tidak tega melihat Dewi kesakitan.
" Sus apa ini masih lama ? "
" Mungkin sebentar lagi pak, ini sudah pembukaan enam ", jawab suster yang tengah sibuk menyiapkan peralatan persalinan.
" Apa tidak ada cara untuk mengurangi rasa sakitnya sus ? Saya tidak tega melihat istri saya kesakitan begini ?
Suster itu tersenyum mendengar pertanyaan Devan.
" Tidak ada pak. Bapak tenang saja, setelah bayinya lahir rasa sakitnya juga akan langsung hilang. Jadi sekarang sebaiknya bapak memberikan semangat buat sang ibu ", jawab suster itu ramah yang kemudian di angguki Devan.
" Mas sakit ",
" Iya sayang mas minta maaf, kalau mas sudah bikin kamu merasakan sakit seperti ini ", kata Devan yang mulai berkeringat saking gugup sekaligus takut.
" Anak papa yang baik, kalau pengen keluar cepetan keluar ya, jangan bikin mama kesakitan lebih lama. Kami semua tidak sabar menanti kehadiranmu ke dunia ini ", Devan pun mengelus dan mengecup perut Dewi dengan sayang.
" Ah sakit mas ", Dewi yang merasakan mulas itu semakin menggeliat tidak karuan.
" Sus ini istri saya kesakitan ", panik Devan.
" Sebentar ya Bu saya lihat lagi ",
" Wah pembukaannya sudah lengkap bu, sebentar saya panggil dulu dokternya ", suster itu segera keluar dan memanggil sang dokter.
Sesaat kemudian masuklah dokter spesialis kandungan itu ke dalam ruangan. ia membenahi posisi Dewi agar lebih nyaman.
" Ayo ibu ikuti instruksi saya ya. Tarik napas dan dorong sekuat ibu. ayo Bu, tarik napas, dorong Bu ",
" Uhhhhhhh " Dewi terlihat sekuat tenaga mengejan, namun belum berhasil.
" Tidak apa-apa, sekali lagi bu dan pinggulnya jangan di angkat ya Bu. Ayo tarik napas dan dorong ",
" uhhhhhhh ",
oek oek oek oek
" Alhamdulillah, selamat pak buk anaknya berjenis kelamin laki-laki dan tampan sekali ",
Devan yang sedari tadi menahan napas karena tegang, kini bisa bernapas lega . Di lihatnya bayi mungil yang kemerah-merahan itu menggeliat di tangan Bu dokter.
" Alhamdulillah, terima kasih dok ",
__ADS_1
" Sama-sama pak ",
Saat dokter selesai dengan tugasnya ia pun keluar dan suster itu membawa si bayi untuk di bersihkan.
" Sayang, terima kasih atas perjuangannya ", ucap Devan yang mencium kening sang istri dalam. Tak terasa air matanya menetes tanda rasa bahagia yang membuncah.
Dewi hanya tersenyum seraya membelai jemari suaminya yang tengah menggenggamnya. Ia juga sangat bahagia, kini ia sudah menjadi seorang ibu di usianya yang masih sangat muda.
.
.
Setelah Dewi sudah di pindahkan ke ruang VIP, mama Nabila dan papa rehan segera masuk.
" Sayang ", sapa mama Nabila memeluk menantunya.
" Terima kasih karena sudah memberikan mama cucu yang sangat tampan ", mama Nabila terlihat begitu bahagia.
" Sama-sama mah ", jawab Dewi seraya tersenyum.
Ceklekkk
Terdengar suara pintu di buka, dan munculah Monica di sana bersama Kevin.
" Kak Dewi ", sapa Monica menghampiri kakak iparnya.
" Kayaknya baru kemarin Monic nyiapin baju dedek bayi, kok udah keluar saja ", kata Monica yang membuat Dewi tergelak.
" Hmm tentu saja sakit Monic ", jawab Dewi yang membuat Monic meringis membayangkan rasa sakitnya.
" Tapi rasa sakitnya akan langsung hilang setelah bayinya keluar ", lanjut Dewi.
" Benarkah ? ",
" Tentu saja, kakak buktinya ", jawab Dewi yang membuat rasa takut Monica sedikit berkurang.
Ada alasan kenapa Monica bertanya begitu, sebab semalam Kevin lupa memakai alat pengaman, sehingga Monica takut jika ia akan langsung hamil seperti kakak iparnya.
Saat mereka tengah sibuk berbicara, masuklah suster membawa bayi mungil Dewi.
" Ibu Dewi, waktunya memberi asi buat dedek bayinya ", sapa suster yang kemudian menaruh bayi itu dalam gendongan Dewi.
" Terima kasih sus ",
" Sama-sama, saya permisi dulu ", pamit sang suster.
" Iya ",
Devan yang sedari tadi diam di tempat, segera menarik tangan Kevin dan papa Rehan untuk keluar. Ia tidak rela jika dada istrinya di lihat oleh lelaki lain termasuk papanya.
Mama Nabila yang melihat kelakuan putranya itu hanya geleng-geleng kepala. Ia kemudian mendekati Dewi untuk membantu Dewi menyusui bayinya.
__ADS_1
Monica yang melihat mulut sang ponakan yang tengah menghisap put* Ng Dewi reflek merasakan ngilu.
" Apa sakit kak ", tanya Monica yang melihat kakak iparnya meringis.
" Sedikit Monic, mungkin karena belum terbiasa ", jawab Dewi yang membuat Monica manggut-manggut.
*
*
Malam harinya Monica yang tadi sore habis menjenguk kakak iparnya di rumah sakit, tampak merebahkan diri di kamarnya.
Kevin yang baru mandi, nampak keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk kecil yang terlilit di pinggangnya.
" Sayang, cepetan mandi gih. Kakak sudah siapin air hangat ",
" Makasih ya kak ", Monica pun beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Lima belas menit kemudian ia sudah keluar dengan memakai handuk kimono yang menutupi tubuh polosnya.
Saat Monica berjalan menuju lemari pakaian, Kevin menghentikannya.
" Mau kemana ? ",
" Ke pasar, ya ambil baju lah kak ", jawab Monica yang membuat Kevin tergelak.
" Nggak usah ganti baju yang ", Kevin berjalan mendekat dan memeluk Monica dari belakang.
" Kita buat dedek bayi yuk yang, mumpung masih di hotel ini ",
" Ih kakak, ini masih jam tujuh. Lagian punya Monic masih sedikit perih ",
" Justru kalau di buat sesering mungkin perihnya bakalan ilang yang ", rayu Kevin yang sudah melepas tali handuk kimono Monica.
Di angkatnya tubuh sang istri menuju ke ranjang mereka. Monica yang takut jatuh segera mengalungkan kedua tangannya ke leher Kevin.
Di rebahkannya tubuh seksi Monica di atas ranjang. Kemudian tangan Kevin yang nakal mulai meraba paha mulus Monica yang nampak menggoda.
Kevin merambat naik mengungkung sang istri di bawahnya. Manik matanya menatap wajah cantik sang istri dengan penuh cinta. Perlahan namun pasti ia mulai menautkan bibirnya pada bibir mungil istrinya.
Memberikan ******* dan sesapan dengan penuh kelembutan. Kemudian ciumannya turun menjelajahi leher jenjang sang istri dan meninggalkan kissmark di sana.
Kecupan itu kemudian turun lagi ke bawah hingga sampai pada pucuk daging kenyal favoritnya. dengan rakus Kevin mulai menyesap buah dada Monica bergantian.
Monica yang mulai bergairah tidak mampu menahan keluarnya ******* dari bibir mungilnya.
Kevin yang sudah sangat ingin itu segera melakukan penyatuan. Akhirnya mereka kembali menikmati malam pengantin mereka dengan berbagi peluh dan kenikmatan.
Dan malam itu Kevin kembali lupa menggunakan pengamannya.
Jangan lupa Like dan komen ya kakak
__ADS_1
Terima kasih