Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 43


__ADS_3

Mentari pagi bersinar menerangi semesta alam. Cahayanya yang terang memperlihatkan semua keindahan alam. Dewi yang tengah tidur dengan nyenyak nya terbangun karena silau oleh sinar mentari yang menelusup dari celah gorden kamarnya.


Matanya mengerjap berulang kali untuk beradaptasi dengan cahaya. Tangannya meraba-raba sesuatu yang tengah ia peluk, tapi kenapa terasa keras.


" Ya ampun kenapa aku lupa, aku kan sudah menikah ", batin Dewi merutuki kebodohannya.


Ia mendongakkan kepalanya menatap suaminya yang masih memejamkan mata. Dewi heran sekali kenapa di saat tidur pun suaminya itu tetap terlihat tampan. Tangan Dewi terulur membelai wajah Devan yang mulus tanpa noda. Mengagumi pahatan sempurna Sang Maha Pencipta. Devan yang terusik tidurnya mulai membuka mata.


Inilah yang ia harapkan ketika terbangun di pagi hari. Melihat kecantikan sang istri saat ia membuka mata untuk pertama kali.


" Pagi mas ", sapa Dewi tersenyum hangat pada suaminya.


" Pagi sayang cup ", balas Devan sambil mencuri ciuman di bibir istrinya


Cup cup cup cup


Dewi yang malu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


" Mandi dulu mas ",


" Bentar dulu sayang aku masih ingin memeluk istri ku yang cantik ini ", kata Devan mempererat pelukannya dan menciumi pipi istrinya berulang kali.


" Ini sudah siang mas, kita harus bersiap-siap ke kota loh ",


" Oh astaga mas lupa yang. Ya sudah mas mandi dulu ya ",


" Ini handuk sama alat mandi mas ",


" Makasih sayang cup cup ", Devan pun segera berlari setelah mencuri ciuman lagi. Dewi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya. Dulu saja awalnya sangat kaku dan dingin, sekarang kenapa jadi manja sekali.


.


.


Sore harinya keluarga pak Danu sudah tiba di kediaman Aditama. Kedatangan mereka di sambut hangat oleh mama Nabila. Sebagian keluarga pak Danu akan menginap di hotel yang menjadi tempat untuk menyelenggarakan resepsi. Karena kamar di rumah Devan tidak mencukupi untuk semua keluarga pak Danu.


" Sayang kamu langsung istirahat ya, besok pagi saja kita berangkat ke hotel ", kata mama Nabila pada menantunya.

__ADS_1


" Ingat jangan anu-anu dulu ya wi, soalnya kalau sekali coba suamimu pasti gak mau berhenti. Bahaya bisa gagal nanti acara resepsinya ", bisik mama Nabila mewanti-wanti.


" Iya mah ", jawab Dewi kikuk.


Setelah menasehati mantunya, kemudian mama Nabila menyuruh Tina untuk mengantarkan besannya ke kamar tamu di lantai atas untuk beristirahat.


Malamnya mereka makan malam bersama. Adik-adik Dewi yang tidak pernah melihat rumah semewah ini merasa sangat kagum.


" Om, ini rumahnya luas banget kayak lapangan sepak bola di kampung amel ", kata Amel sambil mengunyah makanannya.


Devan hanya tersenyum menanggapi ucapan adik iparnya.


" Kalau Amel suka boleh kok tinggal di sini ",


" Nggak ah om, nanti bapak gak ada yang mijitin kalo Amel tinggal sama om. Kasihan bapak nanti nangis lagi kayak dulu waktu di tinggal mbak Dewi kerja di sini ", kata Amel yang membuat semua orang di meja makan tertawa. Pak Danu yang mendengar itu menutupi mukanya karena malu ketahuan suka mewek.


Setelah makan malam semuanya kembali ke kamar masing-masing. Devan menggandeng tangan Dewi masuk ke dalam kamarnya. Setelah tiba di dalam kamar, Ia segera mengangkat tubuh istrinya dan menurunkannya di atas ranjang. Devan merayap naik ke atas tubuh Dewi dan mengungkungnya.


" Mas Devan mau apa ",


" Mau melakukan yang seharusnya di lakukan ", kata Devan sambil menyeringai mesum.


" Kalau gak bilang, mamah juga gak tau wi. Mau ya wi bentaaar aja ", bujuk Devan. Tapi Dewi diam saja bingung harus menjawab apa.


" Kalau pembukaan aja boleh kan, acara intinya besuk saja. Ya sayang ya ",


Dewi yang melihat suaminya memelas jadi tidak tega. Dengan pelan ia mengangguk menyetujuinya. Devan yang senang dengan perlahan menyatukan bibir mereka. Menyesap dan merasakan manisnya bibir kekasih halalnya. Tangannya yang nakal mulai bergerilya menyusup masuk ke dalam kaos sang istri.


Saat tangannya menemukan sesuatu yang kenyal dan padat hatinya bersorak riang. Tangan Devan mulai meremas bukit kembar milik Dewi bergantian. membuat sang istri melenguh karena merasakan sesuatu yang sulit di ungkapkan. Tangan Devan yang nakal itu mulai turun merayap masuk ke dalam rok istrinya. Namun saat jemarinya baru saja menyentuh bagian inti sang istri, tiba-tiba terdengar suara teriakan mamanya.


" Dewi cepat tidur, jangan begadang besuk bisa-bisa kesiangan ", teriak sang mama dari balik pintu kamar Devan


Dewi yang mendengar teriakan mama Nabila segera beringsut membenarkan kaos dan roknya. Ia memukul lengan suaminya pelan. Devan yang frustasi mengacak -acak rambutnya karena kesal


" Mamah tau aja kalau aku lagi beraksi ", gerutu Devan sambil berlalu masuk ke kamar mandi. Dewi hanya mengulum senyum melihat suaminya yang tampak kesal sekali.


Mertuanya itu sepertinya sangat hafal dengan sifat anaknya.

__ADS_1


Setelah drama malam pertama yang gagal lagi akhirnya pagi itu Devan bangun dengan wajah cemberut. Ia memakan sarapannya sambil melirik tajam ke arah mamanya. Mama Nabila yang di lirik pura-pura tidak melihat.


Setelah selesai sarapan pagi, mereka semua berangkat menuju hotel tempat di adakannya resepsi. Hanya butuh waktu tiga puluh menit mereka sudah tiba di lobby hotel. Devan dan Dewi sudah di sambut oleh asisten MUA untuk segera menuju kamar untuk di rias.


Sedangkan mama Nabila dan yang lainnya sudah ada yang merias sendiri. Setelah beberapa jam semua sudah siap dan segera menuju gedung resepsi.


Acara resepsi yang diadakan keluarga Aditama cukup mewah namun tidak berlebihan. Kebanyakan tamu undangan adalah kolega bisnis papa rehan dan juga Devan. Sebagian lagi teman-teman mama nabila.


Dari jauh terlihat Anita yang menatap sinis pada mama Nabila. Ia tidak terima jika putrinya yang sempurna itu kalah bersaing dengan pembantu seperti Dewi. Namun mengingat kemarin suami teman-temannya yang di blacklist dari perusahaan Devan, membuat anita hanya bisa menggeram kesal.


Teman-temannya yang lain juga tidak berani menghina mama Nabila. Bisa-bisa perusahaan suami mereka terancam gulung tikar.


Mama Nabila menatap kumpulan teman-teman arisannya itu. Sebenarnya mama nabila enggan mengundang mereka, namun ia tidak mau di anggap sombong karena tidak peduli lagi dengan temannya.


Terlihat Anita yang berjalan menuju pelaminan dan menghampirinya.


" Selamat ya jeng, putramu akhirnya laku juga. Tapi sayang ganteng-ganteng gak bisa milih istri ", kata Anita sedikit bergumam. Meski mama Nabila mendengarnya, ia lebih memilih tidak menanggapinya.


" Iya jeng terima kasih sudah datang ",


Mendengar jawaban mama Nabila dan mengacuhkan ucapannya tadi membuat Anita semakin kesal.


" Loh Liliana gak ikut jeng ",


" Tidak jeng, mungkin ia kecewa karena termakan janji manis seseorang yang mau menjodohkannya kemaren ",


Mama Nabila hanya tersenyum menanggapi omongan temannya. Anita pun berlalu turun setelah menyalami Devan dan istrinya.


Acara berlangsung lancar dan sesuai harapan. Bahkan keluarga Dewi sangat senang menghadiri resepsi pernikahan yang begitu mewah. Ini mungkin akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.


Dewi yang duduk pelaminan di samping suaminya matanya terlihat berkaca-kaca .


" Ada apa sayang ", tanya Devan cemas.


" Dewi gak apa-apa mas. Dewi hanya terharu melihat semua orang bahagia. Makasih ya mas, atas semua kebaikan mas Devan selama ini ", kata Dewi sambil menggenggam tangan suaminya.


" Iya sayang, apapun akan aku lakukan demi kebahagian kamu ", kata Devan mencium kening istrinya sangat dalam.

__ADS_1


* so sweet 😘😁*


🌸 like komen jangan lupa ya kakak- kakak 🌸


__ADS_2