Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 54


__ADS_3

Pagi ini keluarga Aditama menikmati sarapan pagi sambil mengobrol ringan. Mama Nabila yang melihat rambut sang menantu basah mengulum senyumnya. Pasti putranya itu minta jatah lagi semalam.


" Wi, setelah sarapan nanti bantu mamah membuat kue ya. Mau mama bawa ke acara arisan nanti sore ",


" Iya mah ", jawab Dewi seraya tersenyum.


Pandangan mama Nabila kini beralih pada putri bungsunya. Dari tadi nasi goreng di dalam piring Monica nampak hanya di aduk-aduk saja.


" Monic, makan yang bener. Itu nasi goreng bukan semen kenapa cuman kamu aduk-aduk ", omel mama Nabila.


Monica yang tadinya menunduk langsung mendongak menatap sang mama. Bibirnya mengerucut hingga lima centi mendengar Omelan sang mama.


Saat semuanya tengah asyik menikmati sarapannya terdengar pintu ruang tamu tengah di ketuk.


Tok tok tok


Semua orang di meja makan mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Nampak Kevin yang tengah berdiri di ambang pintu ruang tamu. Diam-diam Monica melirik pujaan hatinya itu.


Kevin pagi ini terlihat begitu tampan dengan kemeja putih yang lengannya di gulung hingga ke siku, serta dipadukan dengan celana bahan berwarna hitam. Di tambah jam tangan mewah yang melingkar Indah di pergelangan tangannya membuat Kevin semakin terlihat menawan.


Mama Nabila yang melihat kedatangan putra sahabatnya itu segera memanggilnya.


" Sini Vin, sarapan bareng ",


" Saya sudah sarapan nyonya, biar saya menunggu pak Devan di sini saja ", jawab Kevin sopan sambil mendudukkan diri di kursi ruang tamu.


" Ish anak itu sudah dibilangin dari dulu suruh panggil Tante atau mama kok GK mau ", gumam mama Nabila. Ia pun kembali menyantap sarapannya.


Devan yang sudah menyelesaikan sarapannya segera berdiri. Dewi pun ikut berdiri dari duduknya dan segera mengantar suaminya ke depan.


Mama Nabila yang melihat Monica masih duduk termenung merasa heran.


" Monic, kamu gak ikut Kakak kamu ",


" Nggak ah ma, nanti Monica berangkatnya biar di antar pak Salim saja ", jawabnya lesu.


Monica tidak ingin terlalu banyak berinteraksi dengan Kevin. Ia ingin berusaha melupakan lelaki tampan yang sudah mengisi hatinya selama dua tahun itu.


" Tapi pak Salim akan mengantar papa kamu ke luar kota hari ini monic ", kata mama Nabila lagi.

__ADS_1


Monica yang mendengar itu menatap ke arah papanya. Terlihat papa rehan menganggukkan kepala membenarkan omongan istrinya.


Monica menghela napas panjang sebelum beranjak dari duduknya. Ia segera berdiri menyalami kedua orang tuanya dan segera berlari ke luar.


" Kak Devan aku ikut ", panggil Monica yang melihat kakaknya sedang membuka pintu mobilnya.


" Da kak Dewi ", Monica segera berlari ke arah Devan sambil melambaikan tangan ke arah kakak iparnya. Dewi pun turut membalas lambaikan tangan Monica.


Devan segera masuk ke kursi penumpang bagian belakang, sedang Monica mendudukkan diri di samping kemudi. Kevin melirik Monica sekilas, gadis itu masih saja diam seperti biasanya. Entah kenapa hal itu membuat hati Kevin terusik.


" Vin nanti kamu turunkan saya di restoran xx, saya mau menemui pak Heru untuk membahas kerjasama yang kemarin tertunda ", kata Devan sambil memainkan handphonenya.


" Apa nanti perlu saya jemput bos ? ", tanya Kevin melirik bosnya lewat kaca spion.


" Tidak perlu, saya bisa naik taksi ",


" Baik bos ",


Setelah tiba di depan restoran xx Devan segera turun. Kevin kembali melajukan mobilnya menuju kampus Monica. Kini hanya tinggal mereka berdua di dalam mobil, membuat suasananya menjadi canggung.


Monica yang kurang nyaman lebih memilih menatap ke luar jendela. Melihat hal itu membuat hati Kevin menjadi kesal. Ia merasa heran dengan dirinya sendiri. Kenapa menjadi begitu peduli dengan gadis di sebelahnya.


Monica segera melepas sabuk pengamannya, dan sebelum turun ia menoleh ke arah Kevin.


" Terima kasih kak ", kata Monica dan hendak membuka pintu. Namun pergerakan tangannya berhenti saat Kevin memegang lengannya.


" Monica tunggu ",


" Ada apa kak ? ", tanya Monica heran.


Kevin tidak menjawab namun tangannya terlihat meraih tisu di dashboard mobil. Ia meraih dagu Monica, tangannya terulur menyapu sudut bibir gadis itu menggunakan tisu. Saat ini wajah keduanya nampak begitu dekat.


Jantung Monica berdebar sangat kencang. Ia sampai menahan napas karena berada begitu dekat dengan lelaki di depannya. Matanya mulai mengamati wajah tampan itu dengan penuh kekaguman.


Kevin yang tengah sibuk menyeka noda di bibir Monica tidak menyadarinya. Kevin terlalu fokus dengan bibir mungil yang kemarin tidak sengaja ia kecup. Darah Kevin tiba-tiba berdesir mengingat kejadian tersebut. Ada sebuah dorongan dari dalam dirinya untuk kembali merasai bibir mungil di depannya itu.


Tanpa sadar wajahnya bergerak maju hendak kembali mengecupnya. Monica yang melihat pergerakan Kevin reflek turut memejamkan mata. Namun saat bibir keduanya hampir bersentuhan, terdengar pesan masuk dari handphone Kevin yang membuyarkan suasana.


Monica buru-buru menjauhkan wajahnya. Pipinya berubah merah bak kepiting rebus. Sedangkan Kevin terlihat salah tingkah sendiri. Ia segera kembali ke posisi duduknya sambil mengendorkan dasinya untuk mengurangi rasa gugupnya.

__ADS_1


" Maaf tadi ada sedikit noda di bibir kamu ", kata Kevin memecah suasana.


Monica hanya tersenyum canggung ke arah kevin sebagai jawaban.


" Monic keluar dulu kak ",


" Ya ",


Monica segera turun dari mobil dan terlihat sedikit berlari masuk ke halaman kampus. Di dalam mobil Kevin senyum-senyum sendiri sambil menatap Monica yang mulai menjauh.


" Kenapa kamu semakin terlihat menggemaskan Monic ", gumam Kevin sambil menyandarkan kepalanya. Sepertinya ia harus segera membatalkan acara pertunangannya dengan vira. Kevin tidak ingin menyesali keputusannya karena salah memilih pasangan.


🌸


🌸


Di tempat lain, tepatnya di restoran xx nampak Devan tengah serius membahas sesuatu dengan pak Heru. Saat salah seorang pelayan restoran itu melewatinya sambil membawa makanan pesanan pelanggan, tiba-tiba perut Devan merasa mual mencium aroma masakan yang di bawa pelayan tadi.


Devan yang tidak kuat meminta ijin pada pak Heru untuk ke toilet sebentar. Devan terlihat tergesa-gesa melangkahkan kakinya. Saat sampai di toilet, ia segera menunduk di atas wastafel. Namun saat ia ingin memuntahkan isi perutnya, tidak ada sesuatu yang keluar dari sana. Padahal perutnya masih saja terasa bergejolak.


Ia mencoba mengulanginya lagi namun hasilnya masih saja sama. Kemudian dengan langkah gontai ia kembali ke meja di mana pak Heru tengah menunggunya.


" Pak Devan tidak apa-apa " tanya pak Heru yang melihat wajah rekan bisnisnya terlihat pucat.


" Tidak apa-apa pak Heru, hanya sedikit pusing saja ",


" Kalau begitu kita sudahi saja pembicaraan ini. Besuk biar saya datang ke kantor pak Devan saja, sudah lama saya tidak berkunjung ke sana ",


" Baiklah pak Heru, saya akan menunggu kedatangan anda di perusahaan saya. Kalau begitu saya mohon pamit ", kata Devan sambil menjabat tangan rekan bisnisnya itu.


Devan segera memesan taksi, setelah beberapa saat taksi itu sudah tiba di depan restoran. Devan segera masuk ke dalam taksi dan menyandarkan kepalanya. Tangannya kini sibuk memijat-mijat pelipisnya.


" Kok aku jadi kangen sama Dewi ", gumamnya pelan.


Ia segera meraih handphone di saku celananya. Devan menelepon Dewi, meminta istrinya itu untuk datang ke kantor nanti siang. Ia juga meminta di bawakan soup daging dan juga beberapa buah. Entah kenapa saat ini ia ingin sekali memakan makanan yang segar-segar.


Ada apa dengan Devan ?


Like dan komen ya kakak

__ADS_1


Terima kasih ☺️


__ADS_2