Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 55


__ADS_3

Siang itu Dewi benar-benar datang ke kantor suaminya. Ia membawa semua pesanan Devan. Ia melangkahkan kakinya dengan anggun menuju resepsionis.


Mereka yang sudah mengenal Dewi sebagai nyonya muda keluarga Aditama mempersilahkan Dewi untuk langsung naik ke lantai paling atas tempat ruangan atasan mereka berada.


Dewi menaiki lift yang di peruntukkan khusus orang-orang yang punya jabatan tinggi termasuk suaminya. Setelah beberapa saat sampailah ia pada lantai paling atas. Saat pintu lift terbuka Dewi segera menuju ruangan suaminya.


" Elena suami saya ada kan ? ', tanya Dewi memastikan.


" Ada Bu, silahkan masuk saja. Pak Devan sudah menunggu anda sejak tadi ",


" Baiklah, terima kasih ",


" Sama-sama Bu ",


Dewi segera melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan suaminya dan membuka pintu itu dengan pelan.


Ceklekk


" Mas ",


Devan yang tengah menunduk menekuri berkasnya segera mendongak menatap ke arah istrinya.


" Sayang ",


Sapanya yang terlihat berbinar. Apalagi melihat kotak makanan dan sekeranjang buah yang tengah di pegang Dewi.


" Sini duduk yang ",


Devan pun mengajak Dewi duduk di sofa ruangannya yang biasa ia gunakan untuk menerima tamu.


Dewi segera duduk di samping suaminya. Ia kemudian dengan cekatan menyiapkan makanan yang Devan pesan. Setelah siap ia menyerahkan semangkok sup daging itu ke suaminya. Devan memakan sup itu dengan sangat lahap.


" Pelan-pelan mas, Dewi gak bakalan minta ", ledek Dewi sambil mengulum senyumnya.


" Ini enak banget yang. Kamu yang masak ? "


" Iya mas ",


" Istri mas memang luar biasa ", kata Devan yang membuat Dewi tersipu malu.


" Aku kupasin buah apel ya ? ",


" Mas maunya buah mangga yang ",


" Nggak ada mas di pasar, kan belum musimnya ",


" Tapi mas mau mangga gak mau yang lain ",


Melihat tingkah aneh suaminya membuat Dewi menghela nafas panjang. Kok kelakuan suaminya ini mirip orang ngidam ya batin Dewi heran.


" Ya sudah pulang kerja nanti, kita mampir di swalayan yang menjual buah import saja. Sekarang mas makan buah yang ada aja ya ? " Devan yang tidak ingin membuat kecewa sang istri terpaksa mengangguk.


Akhirnya siang itu Dewi menghabiskan waktunya bersama sang suami sampai waktu pulang tiba.


*


*


Di kediaman Aditama


Mama Nabila yang yang tengah menyiapkan kue yang akan di bawa arisan tampak celingukan mencari sesuatu.


" Tin Tina ", panggilnya pada sang pembantu.


" Iya nyah ", jawab Tina yang terlihat sedikit berlari dari arah dapur.

__ADS_1


" Ada apa nyah ? ",


" Dewi mana tin, dari tadi kok gak kelihatan ? "


" Non Dewi pergi ke kantor tuan Devan nyah. Tadi tuan meminta untuk di bawakan bekal makan siang dan juga buah-buahan ", jawab Tina.


" Buah-buahan ? Sejak kapan anak itu suka makan buah-buahan ? tanya mama Nabila heran.


" Tadi tuan juga meminta di masakkan sup daging ", kata Tina yang membuat mama Nabila semakin heran.


" Ya sudah kalau begitu tin kamu bisa kembali bekerja lagi "


" Baik nyah ", jawab Tina berlalu pergi.


" Kok aneh ya, gak biasanya tuh anak kayak gitu. Ia kan paling jarang makan buah ", mama Nabila terdiam sejenak. Tiba-tiba mama Nabila menutup mulutnya dengan mata berbinar.


" Jangan-jangan ",


*


*


Setelah seharian menemani suaminya bekerja dengan banyak drama, akhirnya Dewi bisa bernapas lega. Tadi sepanjang Dewi berada di kantor, Devan selalu bertingkah aneh. Sikap manjanya semakin menjadi-jadi.


Bahkan ketika Dewi ingin ke toilet, suaminya itu mengikutinya sampai ke dalam. Tentu hal itu membuat sifat mesum Devan keluar. Dan akhirnya ia tidak jadi menyelesaikan pekerjaannya dan malah mengerjai istrinya sampai kelelahan.


Dan jangan tanya bagaimana dengan pekerjaan Devan.Tentu Kevin lah yang mendapat getahnya. Ia harus meneruskan semua pekerjaan bosnya itu sampai menjelang pulang. Bahkan ia harus lembur sampai pukul lima sore. Untung bosnya itu mau menunggunya menyelesaikan pekerjaannya.


Kini mereka tengah berada di dalam mobil menuju swalayan untuk membeli buah mangga.


" Maaf tuan, bukankah tuan paling tidak suka dengan buah mangga ya ? ", tanya Kevin yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


" Saya juga tidak tahu Vin, tapi saya benar-benar menginginkannya saat ini ", jawab Devan yang juga bingung pada dirinya sendiri.


" Memang mas kenapa gak suka buah mangga. Buah mangga itu kan enak, manis asem seger ",


" ohhhh, padahal enak loh mas yang sudah masak. Iya kan mas Kevin ? ",


" Betul nyonya ", jawab Kevin.


Setelah lima belas menit perjalanan, mobil yang dikemudikan Kevin berhenti tepat di depan swalayan. Dewi segera turun bersama suaminya. Setelah cukup lama mereka berada di dalam, mereka akhirnya keluar dengan membawa sekantong plastik buah mangga.


Dan setelah itu mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang.


Saat mobil Devan memasuki halaman rumah, terlihat juga mobil sang mama yang mengikutinya dari belakang.


Mama Nabila yang melihat mobil Devan buru-buru keluar dan menghampiri menantunya itu.


Saat Dewi turun dari mobil, manik mata mama Nabila melirik kantong kresek yang di bawa menantunya.


" Mamah " Sapa Dewi seraya tersenyum.


" Apa itu wi ?",


" Ini buah mangga mah. Mamah mau ? ",


" Boleh, mamah suka buah mangga. Kamu lagi pengen makan yang asem-asem ya ?


" Bukan Dewi mah, tapi mas Devan ",


Mama Nabila yang mendengar jawaban Dewi semakin yakin dengan dugaannya. Ia tadi sewaktu pulang arisan menyempatkan untuk mampir membeli alat tes kehamilan.


" Ya sudah kamu urus suami kamu dulu, nanti kalau kamu senggang kamu temui mamah di kamar ya ? ",


" iya mah ", jawab Dewi seraya mengangguk pelan.

__ADS_1


Devan yang menunggu istrinya mengobrol dengan sang mama jadi merasa kesal. Di tariknya tangan Dewi menuju rumah.


" Ayo yang, mas keburu pengen makan itu mangga ",


" Iya iya mas sabar ", kata Dewi sambil tertatih mengikuti langkah suaminya.


Setelah sampai di dalam rumah Dewi menyuruh Devan untuk duduk di kursi meja makan. Ia berjalan menuju dapur untuk mencuci buah mangga tersebut. Dengan telaten ia mengupas buah mangga di tangannya.


Setelah selesai, ia memotong-motongnya dan di taruh di piring agar memudahkan Devan memakannya.


" Ini mas ",


" Makasih sayang ", kata Devan yang langsung memakan buah mangga itu dengan lahap.


Devan yang awalnya tidak suka dengan buah mangga, merasa heran dengan dirinya. Pasalnya ia sampai menghabiskan 4 buah mangga yang terbilang masih belum matang sempurna itu.


.


.


Malam harinya saat Devan tengah sibuk dengan pekerjaannya, Dewi menemui mamanya di dalam kamar.


Tok tok tok


" Masuk ",


Dewi yang mendengar suara mertuanya menyuruh masuk, segera membuka pintu tersebut.


ceklekk


" Mah ", sapanya pada mamah Nabila yang terlihat dengan duduk di sofa.


" Sini wi, duduk dekat mamah ",


Dewi pun berjalan menuju sofa dan mendudukkan diri di samping mertuanya.


" Ini buat kamu "


Dewi menerima pemberian mama mertuanya itu. Saat ia melihat benda apa itu, dahinya mengkerut heran.


" Ini kan alat tes kehamilan mah. Mamah hamil ? tanya Dewi yang langsung di hadiahi timpukan oleh mertuanya.


" Ih ngaco kamu wi. Mana mungkin mama hamil ", jawab mama Nabila gregetan.


" La trus ini ",


" Itu buat kamu ",


" Haaah buat Dewi ", tanya dewi keheranan.


" Tapi Dewi gak merasa ada yang aneh pada diri Dewi mah. Mual misalnya seperti yang biasanya orang hamil rasakan ",


" Kamu pernah dengar gak istilah kehamilan simpatik " Dewi pun mengangguk.


" Dan itulah yang di rasakan Devan sekarang ini. Mungkin kebiasaan aneh suami mu itu karena kamu tengah hamil ",


Dewi yang mendengar ucapan mama mertuanya itu menjadi terdiam. Tangannya mencoba mengelus perutnya yang masih rata. Apakah benar sekarang ini ia tengah hamil ? Apakah ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahimnya sekarang ini ?Mata Dewi terlihat mulai berkaca-kaca menatap benda yang ada di tangannya.


" Tapi mah, kalau Dewi... ",


" Di coba saja dulu wi ", kata mama Nabila meyakinkan.


Dewi pun mengangguk seraya tersenyum bahagia menatap ke arah mertuanya.


Like dan komennya jangan lupa ya kak

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2