
Saat ini Dewi tengah berada di dalam mobil bersama Devan dan juga putranya. Setelah tiga hari pasca melahirkan, akhirnya ia akan kembali ke rumah mertuanya.
" Mas hari ini gak kerja lagi ", tanya Dewi pada sang suami yang sibuk membelai pipi putranya.
" Nggak yang, mas masih pengen nungguin kamu sampai benar-benar pulih ",
" Tapi kantor jadi gak ada yang ngurus nanti, mas sudah tidak kerja seminggu loh. Dewi nggak apa-apa kok. Lagian mamah pasti mau bantuan Dewi ngurus anak kita ",
" Tenang sayang, suamimu ini kan bosnya jadi mas bebas mau masuk kapan aja. Toh di kantor sudah ada asisten papah, besuk Kevin juga sudah mulai kerja ",
" Ish sombongnya ", kata Dewi sambil mencubit paha Devan dengan gemas. Devan yang di cubit bukannya merasa sakit malah tertawa.
Tidak butuh waktu lama mobil yang di kendarainya sudah tiba di halaman depan kediaman Aditama. Devan buru-buru turun dari mobil dan membukakan pintu untuk sang istri.
Ia mengambil kursi roda agar istrinya yang baru melahirkan itu tidak banyak bergerak dulu. Saat Dewi sudah duduk di atas kursi roda sambil menggendong putranya Devan segera mendorongnya menuju rumah.
Ceklekk
" Selamat datang ", pekik Monica yang di barengi dengan keluarnya semua orang.
Ada mama Nabila, papa rehan dan yang membuat dewi semakin bahagia adalah adanya kedua orang tuanya dan juga adik-adiknya.
" Bapak, ibuk ", panggil Dewi yang mulai berkaca-kaca.
" Nduk ",
Bu Surti dan pak Danu segera menghampiri putri sulungnya itu.
" Bapak sudah sembuh ? ", tanya Dewi yang kemarin mendapat kabar kalau kaki bapaknya terkilir saat memanen padi di sawah. itulah sebabnya beliau tidak bisa hadir di acara pernikahan Kevin dan Monica.
" Alhamdulillah sudah nduk, sekarang malah semakin sembuh karena bapak sekarang sudah menjadi kakek ", kata pak Danu sambil menoel pipi gembul cucunya. Dewi dan lainnya pun tertawa.
" Ayo ayo masuk dulu, kasihan dedek bayinya di luar anginnya kencang ", kata mama Nabila yang kemudian mempersilahkan semuanya masuk.
" Sini biar ibu gendong wi ", Bu Surti dengan sigap mengambil alih cucunya dan memangkunya di sofa ruang keluarga.
" Wah dedek bayinya lucu, pipinya kayak bakpao ", kata Amel tersenyum lebar.
" Mbak Dewi dedek bayinya kapan boleh di ajak main ? "
" Nanti kalau sudah bisa jalan Mel ", jawab Bu Surti gemas.
" Yah masih lama dong, padahal Amel udah bawa banyak mainan dari rumah ", jawab Amel yang membuat Devan dan Dewi mengulum senyumnya.
Suasana di rumah keluarga Aditama selalu tampak ramai jika sudah kedatangan keluarga Dewi. Ocehan Amel yang polos selalu berhasil membuat mama Nabila tertawa.
Mama Nabila yang melihat Dewi sedari tadi duduk segera menyuruh Devan mengajaknya beristirahat.
" Van, ajak Dewi ke kamar, biar istirahat dulu "
" Iya mah ", Devan segera menggendong istrinya menuju kamar. Dewi yang malu di lihat semua orang segera menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.
Setelah tiba di dalam kamar, Devan merebahkan tubuh sang istri di atas ranjang.
__ADS_1
" Mas siapkan air hangat dulu ya, setelah itu mas bantu kamu bersih-bersih ", kata Devan yang di angguki Dewi.
" Makasih ya mas ",
" Sama-sama sayang ",
.
.
Malam harinya semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga. Mereka tengah membicarakan tentang acara aqiqah untuk anak Devan.
" Oh ya Van, ngomong-ngomong kamu sudah siapin nama buat anakmu belum ", tanya mama Nabila penasaran.
" Ya sudah dong mah ",
" Siapa ? ",
" Davindra Putra Aditama, bisa kalian panggil vindra ",
" Wah nama yang bagus, mamah suka ", Devan pun merasa bangga mendapat pujian dari sang mama.
" Trus untuk acara aqiqah nanti kamu mengundang rekan bisnis mu tidak ? ",
" Iya mah, tapi hanya sedikit. Yang terpenting itu mamah jangan lupa mengundang anak panti. Makin banyak akan semakin baik, biar semakin banyak yang doain vindra mah ",
" Kalau itu kamu gak usah kawatir, biar mamah yang urus ", kata sang mama mantap.
.
.
Maklum dalam waktu tiga bulan, mama Nabila di sibukkan dengan banyak acara. Mulai dari acara lamaran Monica, acara tujuh bulanan Dewi, acara nikahan Monica dan drama kelahiran vindra dan sekarang di tambah acara aqiqah cucunya itu.
Sungguh tubuhnya itu rasanya mau remuk. Tapi tidak dapat di pungkiri, kebahagian yang di rasakannya juga berlipat-lipat. Sungguh mama Nabila merasa sangat bersyukur di beri banyak kebahagiaan.
Maka dari itu untuk mengucap rasa syukurnya, mama nabila mengundang banyak anak panti dan juga bagi-bagi sembako untuk keluarga kurang mampu yang ada di sekitar kompleks perumahan.
.
.
Sepuluh bulan kemudian
Kini vindra yang sudah berusia sepuluh bulan nampak semakin gembul dan menggemaskan. Vindra yang tumbuh dengan lincah juga sudah mulai bisa merangkak dengan lancar.
Mamah Nabila yang setiap hari mengemong cucunya itu sampai membuat Dewi tidak kebagian menggendong putranya. Tapi Dewi sama sekali tidak keberatan, justru kesempatan itu Dewi manfaatkan untuk memberi perhatian lebih pada suaminya.
Maklum semenjak Dewi melahirkan, suaminya itu jadi kurang terurus. Semua orang sibuk mengurus vindra, bahkan papa rehan sampai protes karena mama Nabila sampai melupakan suaminya itu.
Sore itu Dewi dan mama Nabila tengah duduk-duduk santai di taman samping rumah sambil mengemong vindra.
Dari jauh nampak sebuah mobil yang tidak asing memasuki gerbang. Nampak gadis cantik yang terlihat turun dari mobil mewahnya.
__ADS_1
" Mamah ", pekik gadis itu yang ternyata adalah Monica. Monica segera mencium sang mama dan juga kakak iparnya.
" Halo gembul, sudah minum susu berapa botol hari ini " goda Monica sambil mencubit gemas pipi keponakannya.
" Kok kamu kelihatannya seneng banget Monic, ada apa ? ", tanya sang mama menelisik wajah putrinya.
" Monic ada kabar gembira mah ",
" Kabar apa ? ",
" Monica positif hamil mah ", pekik Monica yang membuat vindra terkejut.
" Astaga Monic, ihhhss ", reflek mama Nabila memukul lengan putrinya yang membuat kaget cucunya.
" Hehe maaf-maaf ",
" ini beneran sayang , kamu sudah hamil ",
" Iyah mah, ini buktinya ", kata Monica sambil memperlihatkan foto USG pada sang mama.
" Wah, cucu mamah nambah lagi ", mama Nabila terlihat begitu senang.
" Sudah berapa bulan ? ", tanya Dewi .
" Sudah empat Minggu kak. Awalnya Monic juga gak tahu kalau Monic hamil. Ketahuannya gara-gara kemarin waktu Monic lihat kalender, Monic baru sadar kalau sudah lama tidak kedatangan tamu bulanan ",
" Kevin sudah tahu belum sayang ", tanya mamanya.
" Ya sudah dong mah, sudah pasti jadi yang pertama Monic beritahu ",
" Kamu ngerasain mual-mual di pagi hari gak sayang ",
" Nggak kok mah, malah nafsu makan Monic yang semakin bertambah. Kak Kevin aja sampai heran ",
" Syukurlah kalau begitu, mamah tidak perlu kawatir ", ucap sang mama.
Dewi yang tengah memangku putranya tiba-tiba merasakan mual. Buru-buru ia menitipkan vindra ke pada sang mama.
" Mah titip vindra sebentar ",
" Kamu mau kemana wi ? ", tanya mama Nabila heran
" Dewi tiba-tiba merasa mual mah ", kata Dewi yang buru-buru lari ke dalam.
Mama Nabila yang melihat itu segera menatap Monica yang juga tengah menoleh ke arahnya. Putrinya itu sepertinya juga memiliki pemikiran yang sama dengannya.
" Jangan - jangan "
************
Jangan lupa kasih vote, Like, dan komen ya
Terima kasih.
__ADS_1