
Setelah melihat orang yang mengetuk kaca mobilnya adalah mamanya, Kevin buru-buru menurunkan kaca mobilnya.
" Mamah ",
" Ternyata beneran kamu Vin. Kamu ngapain berhenti di sini ? ", tanya mama Nabila yang kebetulan lewat.
" Loh, ada Monica juga ? " mamah Kevin semakin kaget.
" Pagi Tante ", sapa Monica yang terlihat salah tingkah.
" Pagi sayang ", jawab mamah Kevin sambil melirik sang anak meminta penjelasan. Kevin yang seakan mengerti kode yang di berikan mamanya itu pun akhirnya buka suara.
" Kevin lagi nemenin Monica membeli buku di toko seberang mah. Karena toko bukunya masih tutup, maka kami putuskan nunggu di sini saja ",
" Oh begitu ", kata mama Kevin manggut-manggut.
Saat menatap kembali ke arah putranya, mama Kevin di buat penasaran dengan noda berwarna pink di bibir putranya.
" Itu apa Vin di bibir kamu ?", tanya sang mama yang hendak menyentuh bibirnya. Kevin yang kaget reflek memundurkan wajahnya.
Ia buru-buru mengaca pada spion depan mobilnya. Benar saja, ada noda warna pink di bibir atasnya. Kevin sangat yakin, jika itu adalah bekas lipstick monica yang menempel saat tadi ia mencuri ciuman dari bibir kekasihnya.
Kevin pun segera menghapus bekas lipstick itu dari bibirnya.
" Oh ini, ini saos ma. Tadi Kevin habis beli cilok ma ", jawab Kevin sambil tersenyum mencurigakan.
" Ohhh ", mama Kevin hanya ber oh ria setengah tidak percaya.
Ia yakin itu pasti bekas lipstick monica. Lihat saja, warna noda di bibir Kevin dengan lipstick yang di pakai Monica saja warnanya sama persis..Lagian sejak kapan Kevin doyan makan cilok.
" Wah bisa gawat ini kalau terus di biarkan Kenapa putra ku jadi gampang nyosor begitu. Kalau di biarkan lama-lama bisa bunting tuh anak orang ", batin mama Kevin mulai khawatir.
" Mama mau kemana ? " tanya Kevin membuyarkan lamunan mamanya.
" Oh itu mama mau mengunjungi salon mamah Vin. Sudah lama mama gak kesana. Ya sudah kalau begitu mama jalan dulu ya. Kamu hati-hati nyetirnya, Monic Tante duluan ya sayang ? ",
" Iya Tante, hati -hati ",
Mama Kevin hanya mengangguk seraya tersenyum ke arah Monica. Setelah mama Kevin terlihat sudah menjauh dan masuk ke dalam mobilnya, Monica melayangkan cubitan di pinggang sang kekasih.
" Auuu, sakit Monic ",
" Rasain, lain kali jangan nyosor sembarangan. Mamah kak Kevin pasti dah mulai curiga ", kesal Monica.
" Biarkan saja, paling-paling juga bakal di nikahkan ", jawab Kevin enteng.
Monica yang kesal dengan jawaban Kevin kembali melayangkan cubitannya.
" Au sakit Monic, aku salah apa lagi ",
__ADS_1
" Kak Kevin kan tau monic belum siap nikah. Umur Monic aja masih sembilan belas tahun ",
Kevin yang melihat kekasihnya itu ngambek segera meraih tangan Monica.
" Sayang, kamu tahu kan kalau umur Kakak udah hampir kepala tiga. Kakak juga merupakan anak tunggal. Mamah kakak sangat berharap kalau kakak segera menikah, jadi kakak harap mulai sekarang kamu siapkan diri kamu untuk menjadi istri kakak. Kakak sangat mencintai kamu, Kaka hanya ingin menikah sama kamu bukan dengan perempuan lain. Kakak harap kamu mengerti ",
Mendengar penuturan Kevin membuat Monica terharu.
" Tapi Monica belum bisa jadi istri yang baik kak. Monic gak bisa bersih-bersih rumah, Monica juga gak bisa masak. Pasti Tante Yuni akan kecewa punya calon mantu kayak Monica ", kata Monica sambil menunduk sedih.
Kevin yang melihat rasa tidak percaya diri dalam diri Monica, segera menangkup kedua sisi wajahnya.
" Lihat kakak Monic, kakak tidak masalah dengan semua itu, apalagi mamah. Semuanya bisa kamu pelajari pelan-pelan, kakak dengan setia akan menunggu sampai kamu berhasil ",
Monica menatap ke arah Kevin dengan sorot mata bahagia. Rupanya lelaki di depannya ini bisa menerima segala kekurangannya itu. Kevin yang juga tengah menatap Monica, dengan perlahan melabuhkan kecupan ke bibir manis itu kembali. ******* pelan dan menyesapnya kuat. Setelah itu ia melepas tautan bibirnya dan menyatukan kening mereka.
" Aku sayang kamu apa adanya Monica. Mulai sekarang siapkan diri kamu untuk segera menerima lamaran ku ", kata Kevin yang sukses membuat dada Monica berdebar kencang.
🌸
🌸
Di dalam sebuah salon, mamah Kevin terlihat tengah sibuk menghubungi seseorang.
" Halo Yun ada apa ? " tanya mama Nabila di seberang telepon.
" Apanya yang gawat Yun, ngomong yang jelas dong ",
" Itu anak kita, kalau di biarkan bisa kebablasan ",
" Maksud kamu apa sih Yun ? ", tanya mama Nabila tidak mengerti.
Mamah Kevin pun mulai menceritakan kejadian tadi pada sahabatnya itu. Mama Nabila yang mendengarkan cerita sahabatnya juga jadi ikut kawatir. Rupanya putri bungsunya itu mulai nakal.
" Aku gak nyangka Lo Yun, putramu yang cuek itu agresif juga ", goda mama Nabila sambil tertawa di akhir kalimatnya.
" Jangankan kamu bil, aku aja sebagai mamanya sangat heran dengan putraku itu "
" Sebaiknya kamu bicarakan baik-baik semua ini dengan putramu Yun. Aku akan menunggu kabar baik dari kamu ",
" Baiklah bil, ya sudah aku tutup dulu teleponnya ",
Klik
Mamah Kevin pun meletakkan handphonenya di atas meja. Ia menopang dagunya sambil menatap ke arah jendela. Sepertinya ia harus segera mengintrogasi putranya itu, ia tidak mau kalau mereka sampai kebablasan.
🌸
🌸
__ADS_1
Sore harinya, Devan yang menyuruh Kevin lembur sampai malam akhirnya pulang sendirian menyetir mobilnya. Di tengah jalan ia melihat penjual rujak buah tengah menawarkan dagangannya.
" Wah seger banget, pasti Dewi seneng banget kalau aku belikan itu ", batin devan sambil menepikan mobilnya.
Ia segera turun dari mobil dan menghampiri ibu-ibu penjual rujak buah itu. Terlihat binar bahagia dari mata ibu-ibu penjual rujak buah.
" Bu, saya mau beli Sepuluh bungkus ya ", kata Devan.
Awalnya Devan ingin membeli sedikit, namun saat melihat dagangan ibu itu masih banyak padahal hari sudah sore, membuat Devan merasa kasihan.
" Ini tuan, totalnya delapan puluh ribu ",
Devan merogoh saku celananya, mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan dari dalam dompetnya.
" Ini uangnya Bu, kembaliannya ibu ambil saja ",
" Tapi ini kebanyakan tuan ", kata ibu itu.
" Tidak apa-apa Bu, itu rejeki ibu ",
" Alhamdulillah, makasih ya tuan. Semoga tuan dan keluarga di limpahi kesehatan dan dipanjangkan umurnya ",
" Amin ", jawab Devan.
Kemudian ia segera berlalu masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu ia menyalakan mesin mobilnya dan melaju menembus jalanan yang padat di sore itu.
Sesampainya di rumah Devan buru-buru turun dari mobil. Ia bergegas masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan sang istri.
" Sayang, ini aku bawakan rujak buah kesukaan kamu ", teriak Devan sambil membuka pintu kamarnya.
Devan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamarnya, tidak ada Dewi di sana.
Devan kembali turun ke bawah dan melangkahkan kakinya menuju dapur. Di saat bibirnya hendak memanggil pembantunya, tiba-tiba terlihat Tina yang berlari ke arahnya.
" Mbak Tina Dewi mana ? ",
" Anu tuan, bu Dewi tadi mengalami kram, jadi nyonya buru-buru membawa Bu Dewi ke rumah sakit terdekat ",
" Kok bisa mbak tin ",
" Saya tidak tahu tuan ", jawab Tina takut.
Devan buru-buru lari keluar dan kembali masuk ke dalam mobil menuju rumah sakit terdekat.
" Sayang kamu harus baik-baik saja ", gumam Devan dengan raut wajah khawatir.
Like dan komen selalu author tunggu
Terima kasih ☺️
__ADS_1