Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 57


__ADS_3

" Selamat pak Devan, istri anda positif hamil. Usia kandungannya di perkirakan sekitar empat Minggu ", kata seorang dokter kandungan sambil menunjuk layar monitor.


" ini calon buah hati kami dok ?", tanya Devan yang tengah menunjuk sebuah titik di dalam kantung yang terdapat pada monitor.


" Benar pak ",


Mata Devan mulai berbinar menatapnya, sedangkan Dewi matanya sudah mulai berkaca-kaca. Ia tidak menyangka, di usianya yang masih sangat muda akan menjadi seorang ibu.


Setelah selesai melakukan USG dokter meresepkan sebuah vitamin dan memberikan beberapa nasehat apa yang harus dan tidak boleh di lakukan oleh ibu hamil. Devan mendengarkan dengan seksama penjelasan dari dokter tersebut.


Dan sekarang ini mereka sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah. Saat melihat gerobak penjual gado-gado di pinggir jalan, Dewi menjadi begitu menginginkannya.


" Mas, Dewi mau yang itu ", kata Dewi sambil menunjuk salah satu warung tenda yang menjual gado-gado.


" Apa tidak sebaiknya kita cari yang lain saja sayang, di restoran gitu ", kata Devan saat selesai menghentikan mobilnya.


" Nggak mau mas, Dewi mau yang itu pokoknya ", rengeknya dengan mata yang mulai mengembun.


" Ya sudah mas belikan tapi kamu tetap di sini ",


" Nggak mau mas, Dewi maunya makan langsung di sana ",


" Tapi yang ", protes Devan yang menatap nanar pada warung kecil yang meski terlihat bersih namun Devan tetap merasa tidak nyaman.


" Kalau mas gak mau, biar Dewi sendiri yang beli ", kata Dewi yang mulai marah sambil melepas sabuk pengamannya.


" Ok ok kita beli sama-sama ya. Jangan marah ya, mas minta maaf " kata Devan yang kemudian diangguki Dewi pelan.


Mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan menuju warung tenda tersebut.


" Mang pesan gado-gado nya dua ya, di makan di sini ",


" Ya mas, silahkan tunggu sebentar ",


Abang tukang gado-gado itu dengan cekatan meracik semua bahan-bahan menjadi satu. Dan yang terakhir Abang itu menuang sebuah saos kacang yang terlihat begitu lezat di atas bahan-bahan tadi.


Setelah selesai ia segera menyerahkan dua piring gado-gado itu pada Devan. Devan menatap piring yang berada di tangannya dengan bimbang. Ia enggan memberikannya pada Dewi. Namun saat melihat tampilan makanan itu membuat Devan mulai tergiur untuk mencicipinya.


Dewi yang melihat Devan tidak segera menyerahkan piring itu merebutnya dengan cepat.


" Mas kok lama banget, Dewi tuh pengen segera memakannya ", omel Dewi sambil memasukkan satu sendok besar gado-gado itu ke mulutnya.

__ADS_1


" Hmmm, enak banget ", Dewi memakan gado-gado itu dengan lahap membuat Devan kesusahan menelan salivanya. Devan dengan ragu-ragu mulai mencoba memasukkan gado-gado itu ke mulutnya. Mata Devan langsung berbinar setelah mengetahui rasanya. Ia terlihat menjadi bersemangat menyantap gado-gado tersebut.


Melihat kelakuan suaminya membuat Dewi mengulum senyumnya. .


" Enak mas ? " tanya Dewi yang membuat Devan langsung menoleh.


" Lumayan ", kata Devan dengan berusaha menampilkan ekspresi biasa saja.


" Oooo lumayan ", kata Dewi yang tersenyum mengejek ke arah suaminya.


Mereka pun dengan cepat menghabiskan gado-gado tersebut. Setelah menghabiskan satu piring gado-gado mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang dan tidak lupa membawa dua bungkus gado-gado untuk mama Nabila.


Sesampainya di rumah Dewi dan Devan di sambut mama Nabila dengan raut wajah penasaran.


Bahkan saat Dewi baru turun dari mobil, mertuanya itu dengan sedikit berlari datang menghampirinya.


" Sayang, bagaimana hasilnya ", tanya mama Nabila meraih jemari tangan menantunya.


Dewi tersenyum ke arah mertuanya sambil mengangguk berulang kali.


" Dewi hamil mah ",


" Astaga, terima kasih sayang, mamah senang sekali ", kata mama Nabila yang terlihat sangat bahagia.


" Wah terima kasih sayang, ya sudah ayo masuk jangan terlalu lama berdiri nanti capek ", kata mama Nabila sambil menggandeng Dewi masuk ke rumah. Mereka berdua mengabaikan Devan yang masih berdiri di samping mobilnya.


" Yah, aku dilupain ", batin Devan menghela napas kesal. Ia segera menyusul mereka masuk ke dalam rumah.


🌸


🌸


Di dalam sebuah kamar nampak seorang gadis tengah sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Gadis dengan perawakan ramping, berkulit putih, rambut panjang sepunggung, mata bulat, dan wajah cantik oriental membuat Monica terlihat menawan.


Ya Monica yang tengah libur kuliah karena dosennya tidak hadir membuatnya sibuk mengerjakan tugas kuliahnya yang lain yang sangat menumpuk.


Saat mata bulat itu tengah serius menatap layar laptop tiba-tiba suara pesan masuk membuyarkan konsentrasinya.


Monica segera mengambil handphonenya dan membaca siapa pengirim pesan itu.


" Kak Kevin ", gumam Monica pelan.

__ADS_1


Buru-buru Monica membuka pesan tersebut. Ia merasa begitu penasaran, tidak biasanya lelaki tampan itu mengiriminya pesan. Dengan pelan-pelan Monica mulai membacanya.


* Maaf menganggu Monic. Besuk hari Sabtu malam Minggu saya mendapat undangan ke acara pernikahan teman saya. Kalau kamu berkenan, saya mau mengajak kamu ke sana. Apakah kamu mau Monic ? *


Setelah membaca pesan tersebut, monica terlihat tengah mengetuk-ngetuk dagunya tanda tengah berpikir. Setelah hampir lima menit, ia baru membalas pesan tersebut.


" Mengapa kak Kevin mengajakku "tanya Monica ingin tahu.


* Saya tidak mempunyai banyak teman wanita. Dan di antara semuanya yang paling saya kenal adalah kamu. Dan yang bisa membuat saya nyaman cuman kamu Monic * balas Kevin yang membuat Monica tersenyum malu-malu.


*Baiklah kak. Apa kakak akan menjemputku*


* Tentu saja, tapi aku takut mama kamu tidak mengijinkan*


Membaca balasan Kevin membuat Monica menjadi berpikir. Dulu saja mamanya begitu menentang hubungan kakaknya dengan Dewi. Apa mungkin mamanya itu juga akan melarangnya dekat-dekat dengan asisten kakaknya itu. Apalagi mengingat Kevin sudah bertunangan.


Astaga Monica melupakan status lelaki itu. Kenapa kak Kevin tidak mengajak tunangannya ? kenapa justru mengajak dirinya ? batin Monica bingun. Apakah ia harus menolaknya, ia takut menyakiti tunangan Kevin.


Tapi ia juga sangat ingin menemani lelaki itu ke pesta temannya. Akhirnya setelah berpikir cukup lama Monica memutuskan ikut saja, anggaplah ini sebagai waktu berharga bersama Kevin, sebelum lelaki itu akhirnya menikah.


*Baiklah kalau begitu biar Monica ijin keluar bersama teman Monic. Nanti kak Kevin jemput aku di sana. Bagaimana ? *


* Apa tidak apa-apa ?*


*Kakak tenang saja*


* Baiklah aku nanti akan menjemputmu di sana*


* ok * balas Monica singkat.


* Terima kasih Monic *


* sama-sama kak *


Monica langsung memeluk handphonenya setelah membalas pesan itu. Bibirnya tersenyum-senyum sendiri. Hatinya saat ini sangat bahagia memikirkan lelaki tampan itu.


Monica jadi berpikir, kenapa mamanya waktu itu tidak mengajaknya untuk menghadiri acara pertunangan Kevin. Padahal ia sudah mempersiapkan diri untuk melihat langsung acara pertunangan tersebut.


Atau mungkin mamanya lupa ? Ah sudahlah yang terpenting sekarang ia harus mempersiapkan diri untuk acara malam Minggu nanti. Monica yang sangat mencintai Kevin membuatnya tidak berpikir panjang.


Yang terpenting baginya, ia bisa dekat dengan lelaki tersebut. Toh ia hanya menemani ke acara nikahan. Bukan untuk merebut lelaki itu dari tunangannya. Apalagi Tante Yuni tahunya bahwa Monica menganggap Kevin sebagai kakaknya. Jadi tidak akan menjadi masalah pikirnya.

__ADS_1


Like dan komennya ya kakak-kakak semua Biar author semangat terus untuk up date tiap hari. Terima kasih.


__ADS_2