Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 62


__ADS_3

Pagi itu Dewi yang masih marah pada suaminya lebih banyak diam. Ia yang sudah mandi dan menyiapkan keperluan suaminya memilih turun ke lantai bawah lebih dulu.


Devan yang semalam tidak bisa tidur nampak masih tertidur pulas di bawah selimut tebal. Hingga terdengar bunyi yang sangat keras menganggu tidurnya.


Tit Tit tit tit tit


Suara alarm handphone memekik kencang di telinga Devan. Membuat tidur lelaki tampan itu terusik. Devan menggeliat dan tangan kekarnya mencoba meraba sisi ranjang mencari sesuatu dengan mata terpejam.


Setelah apa yang sedang di cari ketemu ia segera membuka mata dan mematikan alarm sialan itu.


" Siapa sih yang menyetel alarm, kenceng banget lagi ", gerutu Devan mengusap-usap telinganya.


Matanya yang masih belum terbuka sempurna itu mencoba mencari keberadaan istrinya. Tidak ada sang istri di sampingnya.


" Sayang, kamu lagi mandi ya ? ", teriak Devan yang tidak mendapat sahutan.


Devan yang penasaran mulai turun dari ranjang berjalan mendekati kamar mandi. Dengan gerakan pelan ia membuka pintu itu, dan kosong tidak ada Dewi di sana.


" Kemana ya, apa sudah turun ke bawah ? Tapi biasanya gak sepagi ini. Apa jangan-jangan masih marah ? batin Devan yang masih setia berdiri di depan pintu kamar mandi.


Saat ia berbalik hendak kembali ke ranjang, manik matanya tidak sengaja menemukan pakaian kantornya yang sudah tersusun rapi di atas tempat tidur.


Alamat masih marah ini pikir Devan sambil menghela napas kasar.


.


.


Di bawah Dewi nampak sibuk membantu mbak Tina menyiapkan sarapan.


" Tumben kamu jam segini udah turun wi ? ", tanya tina sambil menggoreng telur dadar.


" Tadi kebangun mbak, jadi gak bisa tidur lagi ",


Tina menelisik wajah polos teman sekaligus majikannya itu. Nampak sekali kalau Dewi tengah menahan rasa kesal.


" berantem sama suamimu ? " tanya Tina lagi yang kali ini di angguki Dewi pelan.


" Jangan lama-lama marahnya, suami kayak tuan Devan banyak cewek ngantri di luar sana. Jangan sampai jadi celah buat mereka deketin suami kamu wi ",


Dewi masih diam sambil sibuk menumis nasi goreng di wajan. Apa yang di katakan oleh mbak Tina memang benar adanya. Lagi pula kemarin suaminya juga tidak merespon wanita gatal itu.


" Makasih mbak tin udah mau nasehatin Dewi ", kata Dewi sambil tersenyum tulus ke arah Tina.


" Sama-sama. Udah jangan cemberut lagi, entar nasi gorengnya jadi gak enak kalau yang masak cemberut terus ", goda mbk Tina yang membuat Dewi tergelak.


.


.


Saat semua masakan sudah tersaji di atas meja makan,nampak Devan menuruni tangga sambil membenarkan letak dasinya.

__ADS_1


Dewi yang tidak sengaja menatap suaminya itu merasa kagum dengan ketampanan Devan. Setiap hari cinta di hati Dewi semakin bertambah besar. Meski sudah setengah tahun lebih menikah dengan Devan, entah kenapa ia selalu jatuh hati berkali-kali pada suaminya itu.


Saat Devan mengedarkan pandangan ke depan, Dewi segera menunduk. Ia tetap melayani sang suami seperti biasa. Di meja makan ia juga tetap mengambilkan nasi dan meletakkan segelas susu di samping piring suaminya.


Devan mengulas senyum manis saat tidak sengaja pandangan mereka bertemu. Dengan ragi-ragu Dewi membalas senyuman itu.


Saat ini Devan yang sudah selesai sarapan tengah berada di teras rumah. Ia yang bangun lebih awal harus menunggu Kevin lebih dulu.


" Sayang, kalau mas ada salah mas minta maaf sama kamu. Tapi mas minta jangan kamu diemin mas kayak semalam, mas gak tahan wi ", kata Devan sambil memegangi kedua bahu istrinya.


" Mas gak bisa tidur semalaman karena kamu diemin. Gak enak banget wi rasanya. Lebih baik kamu marah-marah sama mas, ngomong apa kesalahan mas, jadi mas gak bingung dengan pemikiran mas sendiri ",


Dewi yang mendengar ucapan suaminya merasa sangat bersalah. Manik matanya mulai berkaca-kaca.


" Maaf ", ucap Dewi lirih.


Devan mengangkat dagu sang istri dan menyeka air mata yang mulai jatuh itu dengan ibu jarinya.


" Mas gak marah sayang, mas hanya ingin setiap ada masalah atau apapun yang mengganjal di hati kamu, kamu langsung tanya sama mas, jangan kamu pendam sendirian ya ",


Dewi mengangguk-anggukan kepalanya sambil menyeka air matanya. Devan yang tidak tega segera merengkuh sang istri ke dalam dekapannya.


Bukan maksud hatinya membuat sang istri menangis, Ia hanya ingin memberi pengertian pada Dewi , bahwa komunikasi dalam sebuah hubungan itu penting. Jangan suka bermain dengan pikiran sendiri tanpa ada kejelasan yang pasti.


Devan melerai pelukannya,ia kemudian mengecup kening istrinya dalam, lalu turun ke mata, hidung dan terakhir pada bibir manis yang menjadi candunya. Saat kedua bibir itu menyatu Devan enggan melepaskan. Ia mulai menyesapnya dengan pelan, menikmati setiap permukaan bibir istrinya. Bergantian atas dan bawah ia mulai ********** dengan penuh gairah.


Saking menikmati ciuman paginya, keduanya tidak menyadari kedatangan mobil Kevin. Kevin yang baru sampai di buat melongo oleh kelakuan bosnya.


Ia menekan klakson mobil membuat bosnya itu langsung menghentikan aktifitasnya. Nampak Devan melayangkan tatapan tajam ke arahnya. Dewi yang malu buru-buru menundukkan kepalanya. Suaminya itu kalau nyosor memang gak tau tempat.


" Sayang, mas berangkat dulu ya ", Devan mencium kening sang istri dan di balas oleh Dewi dengan mencium tangannya.


" Iya mas, hati-hati ",


Devan pun berjalan ke arah mobil sambil melambaikan tangan. Saat sudah masuk ke dalam ia membanting pintu mobil itu dengan keras.


Brakk


" Astaga " Kevin sampai terjingkat. Ia melirik ke spion untuk menatap bosnya. Nampak raut tidak bersahabat di wajah bos tampannya itu.


" Karena kamu sudah mengganggu momen romantis saya dengan Dewi, hari ini kamu harus lembur sampai jam delapan. Cek semua berkas-berkas yang elena serahkan kemarin. Paham kamu vin ? ", kata Devan menatap sebal asistennya.


" Ba baik bos ",


Kevin hanya bisa menghela napas kasar. Ia merutuki kebodohannya, ngapain juga tadi pakai pencet klakson segala. Jadi lembur gini kan.


Saat Kevin hendak menyalakan mobilnya nampak Monik berlari ke arahnya.


" Kak Kevin bareng ", teriak kekasihnya itu.


Akhirnya mereka pun berangkat bertiga dengan Devan duduk di belakang.

__ADS_1


Nampak Kevin mencuri-curi pandang pada sang kekasih. Ia merasa senang melihat kalung yang melingkar di leher Monica. Hadiah sederhana yang ia berikan itu selalu Monica pakai kemana-mana.


Monica yang juga menatap ke arahnya, tersenyum malu-malu.


" Kak Kevin nanti anterin Monic ke toko buku bentar ya ? Setelah itu baru anterin Monic ke kampus ",


Saat Kevin hendak menjawab Devan sudah menyela lebih dulu.


" Kevin sedang banyak kerjaan, jangan di ganggu ",


" Ih kak Devan nyebelin, kan cuman sebentar. Pak Salim tadi gak bisa anterin Monic, karena mau di ajak mamah ke cafenya kak Alex ",


" Boleh ya kak, boleh ya ", rengek Monica yang membuat Devan menghela napas.


" Hanya sebentar, tidak boleh lebih dari satu jam ",


" Tapi tokonya kan baru buka jam setengah sembilan kak, gak cukup ",


" Ya sudah dua jam, gak lebih. Lebih dari itu kamu besok tidak usah bareng kakak lagi ", kesal Devan.


" Siap bos ", ucap Monic ceria.


Setelah menurunkan bosnya di depan lobby perusahaan, Kevin segera melanjutkan mengantar Monica ke toko buku.


" Kak Kevin sudah sarapan ",


" Belum ",


" Kok belum, Monic beliin sarapan ya, itu ada penjual bubur ", kata Monica sambil menunjuk gerobak tukang bubur yang tengah ramai di sebu pembeli. Saat ini mereka tengah berhenti di pinggir jalan dekat toko buku yang nampak masih tutup.


" Kalau sarapan yang itu sudah, yang belum itu sarapan sama ini ", goda Kevin sambil mengusap bibir Monica.


" Ish mulai deh mesumnya ", kata Monica cemberut.


Kevin yang gemas langsung menarik tengkuk Monica dan ******* bibir itu dengan cepat.


" Ih kak Kevin, itu ada orang nanti bisa di grebek kita ", protes Monica sambil mendorong dada bidang kekasihnya.


" maaf , habisnya bibir kamu itu kayak magnet. Bikin bibir aku ketarik pengen nempel terus " jawab Kevin mengulum senyumnya.


" Alasan aja ", jawab Monic melengos menutupi rona di pipinya.


Saat Kevin hendak melancarkan aksinya untuk mencuri ciuman lagi, tiba-tiba kaca mobilnya di ketuk seseorang.


Saat Kevin menoleh, nampak ia terkejut mendapati siapa yang tengah menunduk ke arah kaca mobilnya.


" Mamah ",


Jangan lupa like dan komennya


Dukungan kalian sangat berarti buat author

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2