Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 64


__ADS_3

Devan yang sudah sampai di depan rumah sakit segera menelepon sang mama. Baru juga ia hendak menekan nomor mamanya, nampak Dewi yang tengah duduk di kursi roda di dorong mama nabila dan di temani seorang suster sudah tiba di lobby rumah sakit.


Rupanya kedatangannya Devan sedikit terlambat. Devan yang melihat keberadaan sang istri segera berlari menghampiri istrinya. .


" Sayang kamu baik-baik saja kan ? Apa yang terjadi ? ", tanya Devan khawatir. Ia berjongkok di depan sang istri sambil menggenggam tangan Dewi dengan gemetar.


" Istri kamu gak apa-apa Van. Kata dokter hanya kram biasa yang di sebabkan oleh perubahan hormon pada ibu hamil. Tadi juga sudah di lakukan USG, dan hasilnya calon anak kalian baik-baik saja. Jadi kamu gak perlu khawatir ya ", Devan pun mengangguk seraya menghela nafas lega


" Iya mas, aku gak apa-apa kok, mas jangan terlalu banyak berfikir ya ", kata Dewi sambil membelai lembut pipi suaminya.


" Iya sayang, syukurlah kalau kalian baik-baik saja " Devan pun beranjak berdiri mengambil alih kursi roda itu dan mendorongnya menuju mobil. setelah sampai di dekat mobil mama Nabila Membukakan pintu dan Devan menggendong Dewi masuk ke dalam mobil.


" Terima kasih sus ", kata mama Nabila menyerahkan kursi roda itu pada suster.


" Sama-sama Bu ", dan suster itu pun berlalu seraya membawa kembali kursi roda tadi.


Di dalam mobil Devan terus mendekap sang istri dan mengecupi puncak kepala Dewi.


Mama Nabila yang melihat Devan masih terlihat khawatir lebih memilih menggantikannya menyetir mobil. Sedang mobil yang satunya di bawa pak Salim lebih dulu kembali ke rumah.


Setelah dua puluh menit perjalanan, mereka pun sampai di depan rumah. Devan segera menggendong Dewi masuk ke dalam. Dari jauh terlihat mbak Tina yang lari tergopoh-gopoh menghampiri majikannya.


" Dewi, kamu gak apa-apa kan ? ",


" Nggak apa-apa kok mbak Tin, kata dokter ini hanya kram biasa ",


" Huuuh syukurlah ", kata mbak Tina yang terlihat lega.


Devan pun kembali melanjutkan langkahnya menggendong sang istri naik ke lantai atas.


" Tin sini ", panggil mama Nabila.


" Iya nyonya, ada apa ? "


" Besuk pagi kamu bersihkan kamar tamu yang di lantai bawah ya. Soalnya mau di jadikan kamar Dewi sementara, mama kasihan lihat dia naik turun tangga ",


" Siap nyonya",


.


.


Di dalam kamar Devan merebahkan tubuh sang istri di atas tempat tidur. Tangannya terulur membelai Surai rambut sang istri.


" Kenapa kamu tadi gak minta mama buat hubungi aku yang ? "


" Tadi semua pada panik mas, gak sempet mikir buat hubungi mas Devan, maaf ya ! " jawab Dewi sambil menggenggam tangan suaminya.


" Ya sudah gak apa-apa. Kamu istirahat dulu ya, nanti untuk makan malam biar di antar mbak Tina ke atas saja ", Dewi pun mengangguk seraya tersenyum manis pada suaminya. Devan bergerak naik merebahkan diri di samping istrinya. Ia membelai lembut perut sang istri yang terlihat mulai menonjol.


" Sayangnya papah, jangan rewel ya di dalam perut mamah. Tumbuh yang sehat dan kuat biar bisa segera bertemu mama papa ", kata Devan sambil mengecup perut istrinya.


Dewi hanya tersenyum simpul melihat kelakuan suaminya itu. Ia sangat bersyukur melihat Devan yang begitu bahagia menanti kehadiran calon buah hati mereka. Sungguh begitu banyak nikmat yang ia dapat dari keluarga suaminya ini. Beribu-ribu syukur selalu Dewi ucapkan pada Tuhan Sang Maha Pencipta yang telah memberikannya banyak kebahagiaan.

__ADS_1


🌸


🌸


Di tempat lain, tante Yuni yang akan menginterogasi Kevin malam ini juga terlihat tertidur di ruang tamu karena kelamaan menunggu.


Ceklekkk


Tepat pukul sepuluh malam tampak Kevin yang membuka pintu ruang tamu dengan raut wajah lelah.


Mama Nabila yang mendengar suara pintu terbuka segera bangun dari tidurnya.


" Kamu kok baru pulang Vin jam segini ? "


" Kevin lembur ma " jawab Kevin yang mendudukkan tubuhnya di samping sang mama.


" Vin, mamah mau bicara sama kamu ", kata mama Nabila hati-hati.


" Besuk aja ya mah, hari ini Kevin capek banget. Pengen segera tidur mah "


Mama Nabila yang melihat raut kelelahan dari wajah putranya jadi tidak tega.


" Ya sudah besuk saja, sekarang kamu sebaiknya segera beristirahat ",


" baiklah, malam mah ",


" Malam ", mama Kevin hanya bisa menghela napas panjang karena rencana interogasinya gagal total.


.


.


Keesokan paginya mamah Kevin kembali melancarkan aksinya. Ia mendatangi kamar sang anak sebelum Kevin pergi ke kantor.


Tok tok tok


" Vin, ini mama ",


Kevin yang tengah memasang dasi segera berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya.


ceklekk


" Ada apa mah ",


" Boleh mama masuk ? ", Kevin pun mengangguk pelan.


Mama Kevin terlihat duduk di pinggir ranjang dan menyuruh Kevin duduk di sebelahnya.


" Ada apa mah, sepertinya serius sekali ",


" Tentu saja sangat serius, ini tentang masa depan kamu ",


" Masa depan Kevin ? ", Kevin mengerutkan dahi tidak paham.

__ADS_1


" Maksud mama apa ? Jangan bilang mama mau menjodohkan Kevin lagi ? ",


" Bukan Vin, mamah mau tanya sama kamu tapi kamu harus jawab jujur ", kata mamah Yuni yang di angguki Kevin.


" Mamah mau tanya apa ? "


Terlihat mama Yuni yang menarik dalam nafasnya dan menghembuskannya pelan sebelum mulai bertanya.


" Apa kamu mempunyai hubungan spesial sama Monica ? ",


Pertanyaan mama Yuni sukses membuat Kevin terkejut. Namun sesaat kemudian ia sudah bisa menguasai kembali dirinya.


" Benar ma, Kevin sama Monica sedang pacaran ",


" Serius kamu ? Sudah berapa lama kamu pacaran sama Monica ?


" Baru empat bulan mah ", jawab Kevin yang terlihat pasrah. Ia sudah tidak ingin menutup-nutupi hubungannya lagi dari sang mama.


" Trus, apa rencana kamu setelahnya ? Apa akan terus pacaran begitu ",


Kevin pun menggelengkan kepalanya pelan. lalu menatap manik mata sang mama.


" Kevin ingin segera melamar Monica mah ", jawaban Kevin membuat mama Yuni bersorak riang dalam hati.


" Apa Monica setuju ? "


" Awalnya ia tidak mau,tapi setelah Kevin memberi pengertian, ia mulai bisa menerima. Tapi dengan satu syarat ",


" Apa Vin syaratnya " tanya mama Yuni penasaran.


" Monica ingin menunda memiliki momongan mah. Ia ingin menyelesaikan kuliahnya lebih dulu ", jawab Kevin yang membuat mamah Yuni langsung lemas.


Kevin yang melihat raut kecewa di wajah sang mama mencoba menghiburnya.


" Tinggal dua setengah tahun lagi mah Monic lulus, dan itu tidak lama ",


Mama Nabila yang tadinya bersedih kembali menatap putranya dengan binar bahagia di matanya.


" Kamu benar Vin, mamah harus lebih bersabar untuk bisa menggendong cucu ",


" Trus kapan kamu akan melamar Monica Vin ? "


" Mungkin dua minggu lagi mah. Kevin mau membereskan pekerjaan kantor yang masih sangat banyak. Kevin harap mama mau membantu menyiapkan lamaran buat Kevin "


" Tentu saja sayang, nanti mama juga akan menghubungi Tante Nabila untuk membicarakan lamaran ini ",


" Makasih ma" kata Kevin memeluk mamanya erat.


" sama-sama sayang ", mama Yuni tersenyum bahagia sambil menepuk-nepuk punggung putranya.


like dan komennya aku tunggu ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2