Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 53


__ADS_3

Monica menaiki tangga dengan langkah gontai. Pikirannya kembali mengingat pertunangan Kevin yang akan di adakan sebentar lagi. Sesampainya di dalam kamar, ia duduk termenung di pinggir ranjang. Hatinya tengah galau antara datang ke acara pertunangan Kevin atau tidak.


Rasanya ia tak sanggup jika harus melihat orang yang ia cintai diam-diam selama ini bertunangan dengan wanita lain.


Dewi yang berada di dapur jadi kepikiran dengan perubahan sikap Monica. Karena hatinya tidak tenang ia segera menyerahkan sisa pekerjaannya pada mbk Tina. Ia langkahkan kakinya menuju kamar Monica di lantai atas. Sesampainya di depan pintu kamar yang di tuju, Dewi mengetuknya beberapa kali.


Tok tok tok


Monica yang mendengar pintunya di ketuk segera beranjak dari duduknya. Kakinya dengan enggan melangkah mendekati pintu tersebut dan membukanya.


Cekleekk


Tampaklah kakak iparnya di depan kamar tengah tersenyum ke arahnya.


" Boleh kakak masuk ", tanya Dewi yang di angguki Monica lesu.


Setelah kakak iparnya masuk Monica segera menutup pintu itu kembali. Keduanya lantas duduk berdampingan di pinggir ranjang. Dewi menatap Monica yang terlihat murung.


" Kalau kamu ada masalah, kakak mau kok dengerin curhatan kamu. Mungkin dengan begitu beban di hati kamu akan sedikit berkurang ", kata Dewi sambil menatap adik iparnya yang tengah menunduk.


Mendengar ucapan Kakak iparnya Monica mendongak menatap Dewi. Hatinya sedikit ragu untuk berterus terang pada kakak iparnya. Namun ia juga sudah tidak sanggup jika harus memendam sendirian. Ia butuh sandaran dan juga semangat untuk bisa bangkit dari kesedihannya ini.


" Tapi kak Dewi janji ya, jangan ceritain ke kak Devan ", mohon Monica yang di angguki Dewi dengan cepat.


" Iya kakak janji ",


Setelah mendengar janji dari kakaknya, Monica menghela napas panjang dan mulai bercerita.


" Sebenarnya Monica suka sama kak Kevin ", kata Monica dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Dewi yang mendengar itu tidak begitu terkejut. Ia teringat akan sikap Monica tempo hari saat ia menjemputnya bersama Kevin.


" Apa kamu sudah lama menyukai Kevin ?


" Sudah hampir dua tahun ini kak ", jawabnya sambil menyeka lelehan air mata di pipinya.


" Kenapa gak kasih sinyal buat Kevin biar ia tahu kalau kamu suka sama dia ",

__ADS_1


" Sudah kak, tapi dasar kak Kevin yang gak peka. Ia malah ngira aku nganggap dia sebagai kakak layaknya kak Devan ", geram Monica di sela-sela kesedihannya.


" Tapi sekarang Kevin sudah mau bertunangan Monic ", kata Dewi pelan takut membuat Monica bersedih.


" Monic tau kak, makanya Monic sekarang sedih banget. Kalau Monic tau kak Kevin sudah punya pacar pasti Monic akan berusaha move on dari dulu. Tapi kabar ini itu kayak mendadak banget buat Monic kak ", kata Monic terisak-isak.


" Sekarang kamu sudah tahu kan! mulai sekarang kamu harus berusaha melupakan Kevin. Boleh saja kamu bersedih, tapi jangan berlarut-larut. Kamu masih muda, kamu cantik dan pintar. Pasti akan ada pemuda baik lainnya yang akan mencintai kamu dengan tulus suatu saat nanti monic ", nasehat Dewi sambil membelai rambut hitam adik iparnya.


" Kalau kamu pengen nangis, nangis aja luapkan semua kesedihan kamu. Kakak temani sampai kamu tenang, tapi setelah itu kamu harus bangkit dari kesedihan ini ", kata Dewi sambil merangkul adik iparnya itu.


" Makasih kak ", Kata Monica yang di angguki Dewi pelan. Monica menangis sesenggukan di pelukan kakak iparnya.


🌸


🌸


Setelah menenangkan Monica Dewi kembali ke kamarnya sendiri. Ia segera mandi untuk menyambut kepulangan suaminya.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Dewi memoles wajahnya dengan bedak tipis dan memakai lipstick berwarna pink pada bibirnya. Penampilannya sekarang terlihat lebih segar.


Ia melangkah keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga perlahan. Sesampainya di teras rumah nampak mobil sang suami juga tengah memasuki halaman rumah kediaman Aditama. Devan yang turun dari mobil menatap ke arah istrinya yang tengah berdiri menyambutnya. Bibirnya mengulas senyum senang mendapati Dewi yang terlihat semakin cantik dan segar.


" Cantiknya istri aku hari ini. Wangi banget lagi ", kata Devan sambil mengecup pipi Dewi berkali-kali.


" Ih mas malu di lihatin mas Kevin ", kata Dewi sambil mencubit pinggang suaminya.


Devan menoleh melirik pada asistennya yang terlihat memalingkan muka. Kemudian pandangan jatuh pada abdi satpam rumahnya yang terlihat frustasi menyaksikan adegan romantisnya bersama Dewi di pintu pos satpam.


Devan tersenyum miring sambil menatap abdi seakan ingin mengatakan padanya bahwa Dewi sekarang adalah miliknya. Ia kembali mengecup pipi istrinya sambil berjalan masuk ke rumah.


Kevin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah bosnya. Ya begitulah lelaki dingin dan kaku kalau sudah menemukan pawangnya. Bucinnya minta ampun membuat kevin keheranan.


Di dalam kamar Devan menatap istrinya yang tengah menyiapkan baju ganti. Ia sangat bersyukur memiliki istri seperti Dewi. Sudah pintar masak, penurut, sabar dan sangat perhatian.


" Mas mau mandi sekarang ", tanya Dewi pada sang suami.


" Ntar dulu yang mas masih mau meluk kamu. Sini duduk di dekat mas ", kata Devan sambil menepuk ranjang di sebelahnya.

__ADS_1


Dewi pun menurut, mendudukkan tubuhnya di dekat sang suami. Tangannya melingkar pada pinggang Devan dan meletakkan kepalanya pada dada bidang itu.


" Mas itu pengen nyium-nyium kamu yang. Seharian ini kepala mas agak pusing ",


" Mas sakit ? " tanya Dewi mulai kawatir. Ia melepaskan pelukannya menatap wajah tampan suaminya.


" Nggak yang, cuman sedikit pusing aja. Tapi kalau mas nyium bau kamu pusing mas langsung ilang ",


" Kok bisa ? " tanya Dewi heran.


" Ya bisa dong wi, apalagi kalau di tambah olah raga sore satu ronde pasti langsung sembuh pusing mas ", jawab Devan menyeringai mesum.


" Itu sih modus mas aja. Dewi baru aja mandi mas, nanti malam aja ya ", tawar Dewi yang merasa malas jika harus mandi lagi.


" Mas pengennya sekarang wi, masak suruh nunggu nanti ", Devan mulai mode cemberutnya.


Melihat tingkah aneh suaminya Dewi menghela napas panjang. Kalau nggak di turuti pasti bayi besarnya ini akan ngambek semalaman. Akhir-akhir ini suaminya memang mudah sekali ngambek tidak jelas.


Dewi menatap manik mata Devan seraya mengangguk pelan. Melihat jawaban Dewi Devan tersenyum girang. ia segera mendorong istrinya itu hingga terlentang di atas tempat tidur. Ia mulai menautkan bibirnya pada sang istri dan memulai olah raga sorenya yang menghasilkan banyak keringat.


Mama Nabila yang hendak mengetuk pintu kamar putra sulungnya itu tiba-tiba mengurungkan niatnya. Samar-samar ia mendengar sesuatu yang menggelikan. Ia tahu apa yang terjadi di dalam.


" Rupanya Devan sedang rajin-rajinnya membuatkan pesenan mamah ", gumam mama Nabila cekikikan sambil menutup mulutnya.


Papa rehan yang keluar dari kamar melihat sang istri tengah berdiri di depan kamar Devan segera menghampirinya.


" Mamah ngapain di sini ",


" Eh papah, nggak kok mama tadi mau manggil Dewi untuk bantu mamah memilih baju buat arisan besok ",


" Lalu kenapa gak di ketuk pintunya ? ", tanya papa rehan bingung.


" Sudah, tapi gak di buka. Mungkin mereka sibuk pah. Ya sudah ayo kita turun pah, mamah sudah bikinin teh buat papah ", bohong mama Nabila sambil menyeret sang suami dari sana. Ia tidak mau kalau suaminya sampai mendengar suara suara aneh dari dalam kamar putranya.


Like dan komennya ya kakak-kakak semua


Biar author tambah semangat up date nya

__ADS_1


Terima kasih ☺️


__ADS_2