Cinta Untuk Majikan Tampan

Cinta Untuk Majikan Tampan
Bab 74


__ADS_3

Cuaca pagi setelah di guyur hujan semalaman terasa sangat dingin. Di sebuah kamar yang didominasi warna putih, nampak Kevin dan Monica yang masih betah bergelung di dalam selimut.


" Sayang, ini sudah jam tujuh, kakak harus siap-siap ke kantor ", bujuk Kevin pada istrinya.


" Bentar aja kak, Monic masih ingin memeluk kakak ",


" Nanti pulang kerja ya ? Kamu bisa peluk Kakak sepuasnya ",


" Tapi Monic pengennya sekarang kak. Ini itu juga pengennya dedek bayi, bukan monic doang ", Monic yang kesal segera duduk dan bersidekap membelakangi suaminya.


" Sabar sabar ", batin Kevin menghela napas panjang.


" Bagaimana kalau Monic ikut kakak aja ke kantor, kayak kak Dewi ? bujuk Kevin.


Monic yang mendengar usulan suaminya langsung berbinar. Ia segera menghadap ke arah Kevin dan bergelayut manja di lengan suaminya.


" Mau, monic mau kak "


" Ya sudah sekarang kita mandi ya ", ajak Kevin.


" Kita ? gak mau. kak Kevin aja yang mandi duluan ",


" Kenapa ? ", tanya Kevin heran.


" Kalau mandi bareng kakak pasti jadi lama ",


Kevin yang mendengar ucapan sang istri jadi garuk-garuk kepala. Rupanya ketahuan juga modusnya.


" Ya sudah Kakak mandi duluan ya ", tanya Kevin yang langsung di angguki Monic cepat.


*


*


Setelah semua siap Kevin bersama Monica segera meluncur ke kantor sambil menikmati roti isi yang di bawa monica. Tidak butuh waktu lama Kevin pun sudah tiba di perusahaan.


Mereka berjalan masuk dan langsung menaiki lift menuju ruangan Kevin. Saat pintu lift terbuka Monica dikejutkan oleh panggilan seseorang.


" Monic ",


" Kak Dewi ", pekik Monica setelah mengetahui siapa yang memanggilnya.


" Ngintilin suami juga ", goda Dewi pada adik iparnya. Monica pun mengangguk malu-malu.


" Dedek bayinya pengen Deket terus sama papahnya ", kata Monica beralasan.


" Dedek bayinya apa mamahnya ? ", goda elena yang ikutan nimbrung.


" Ih mbak elena tahu aja ", jawab Monik yang membuat ketiganya tergelak.


" Oh ya Bu Dewi setelah ini pak Devan sama pak Kevin ada rapat penting yang mungkin akan lama ", kata elena memberitahu.


" Nggak apa-apa Len, nanti kalau kami bosen bisa langsung pergi ke mall sebelah ",


" Hu'uh, mbk elena gak usah khawatir ya ", tambah Monica.


" Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu ya ", kata elena yang di angguki Dewi dan Monica.


Sepeninggalan Kevin dan Devan untuk rapat, Monica ikut kakak iparnya masuk ke ruangan kakaknya. Mereka menghabiskan waktu dengan saling bercerita.


Dua jam telah berlalu, namun rapat itu belum juga selesai. Monica yang mulai bosan mengajak Dewi untuk pergi jalan-jalan ke mall dekat kantor suami mereka.


" Kak Dewi ke mall yuk "


" Nanti suami kita nyariin gimana ? "


" Biar Monic kirim pesan, Monic bosen kak di di sini ", rengek Monica.

__ADS_1


" Ya sudah, tapi sebentar saja ",


" ok ",


Akhirnya mereka pun segera naik ke lift menuju lantai dasar.


Setelahnya mereka memesan taksi online dan meluncur ke mall untuk berbelanja. Di dalam mall Monic kembali kalap membeli perlengkapan bayi. Sedang Dewi hanya membeli beberapa yang memang belum ia beli.


Setelah hampir satu jam berbelanja, Monica yang lelah mengajak Dewi untuk langsung pulang ke rumah. Dewi yang juga merasa lelah mengiyakan saja keinginan Monica.


*


*


Devan dan Kevin nampak tengah keluar dari ruang rapat dengan wajah lelah. Keduanya lantas segera menemui istri mereka. Namun saat Devan membuka pintu ruangannya, tidak ada siapa-siapa di sana.


Devan yang khawatir segera mengambil handphone di sakunya untuk mencoba menghubungi istrinya. Namun saat layar handphone itu menyala, ada pesan masuk dari Monica yang memberi tahu bahwa ia dan Dewi sudah pulang ke rumah.


Devan yang membaca pesan itu menghela napas lelah.


" Ada apa ? " tanya Kevin heran.


" Mereka sudah pulang. Padahal saya sudah cepat-cepat menyelesaikan rapat agar bisa menemaninya ", kesal Devan pada sang istri.


" Sabar bos, Monic juga kadang seperti itu. mungkin bawaan bayinya ", hibur Kevin pada atasannya.


Tok tok tok tok


" Masuk ",


Nampak elena yang masuk ke ruangan Devan dengan membawa beberapa berkas.


" Pak Devan, setelah makan siang, ada jadwal pertemuan dengan klien dari Amerika. Mereka menginginkan bertemu di cafe xxxx ", kata elena.


" Ya ", jawab Devan datar. Elena pun segera pamit keluar.


*


*


" Maaf tuan kami terlambat ", kata Devan tidak enak.


" No mister Devan, saya yang datang terlalu cepat dari jadwal pertemuan ",


" Baiklah, kalau begitu kita bisa mulai membahas kerjasama kita tuan Andrew ? ",


" Oh tentu mister Devan ",


Mereka akhirnya mulai membahas kerjasama yang sudah lama mereka rencanakan. Saat Devan dan Kevin tengah serius membahas kerjasama, nampak handphone Kevin berbunyi. Di liriknya siapa yang tengah meneleponnya.


" Mama ", gumam Kevin yang kemudian mengabaikan teleponnya.


Namun baru juga akan bicara, handphone Kevin berbunyi lagi.


" Mister Kevin, silahkan mister angkat dulu teleponnya. Siapa tahu itu penting ", Kevin yang merasa tidak enak hati karena lupa mematikan handphone nya segera mengangguk seraya berdiri dan berjalan sedikit menjauh.


" Halo mah ada apa ? Kevin sedang bertemu klien penting ini ", kesal Kevin pada mamanya.


" Tapi ini lebih penting Vin ",


" Memangnya ada apa mah ? ",


" Istrimu mau melahirkan ",


' Hah apa ", tanya Kevin tidak percaya.


" Istrimu mau melahirkan kevinnnn, sekarang kami sudah berada di rumah sakit xxxx. Cepetan kamu ke sini ", teriak mama Yuni dari seberang telepon.

__ADS_1


" Iya iya mah, Kevin akan segera ke sana ",


Kevin yang setengah panik itu segera menghampiri bosnya.


" Ada apa ? ", tanya Devan yang melihat wajah cemas Kevin.


" Bos, Monica mau melahirkan ",


" Loh bukannya masih dua Minggu lagi ? "


" Saya tidak tahu bos. Sekarang saya minta ijin untuk segera pulang ",


' Baiklah kamu pulanglah lebih dulu, nanti saya akan menyusul setelah ini ",


" Terima kasih bos ", kata Kevin.


" Hem ", jawab Devan singkat.


Kevin pun segera melajukan mobilnya dengan cepat. Ini adalah pengalaman pertama Monica melahirkan. Ia tidak ingin jika sampai melewatkan momen yang spesial ini. Ia harus bisa menjadi suami siaga untuk istri dan anaknya.


Sesampainya di parkiran rumah sakit Kevin segera turun dan kemudian dengan cepat ia melangkah menuju ruang persalinan. Di depan ruangan itu nampak mamah Yuni dan papa rehan yang sedang duduk berdampingan.


" Mah ", panggilnya.


" Kevin ",


" Monic dimana mah ",


" Ada di dalam sayang, masih pembukaan empat. Mama mau masuk tapi sudah ada mama Nabila di dalam ", jelas mamanya.


" Tapi bukannya masih dua Minggu lagi mah ",


" Mungkin salah perhitungan sayang, soalnya kemarin waktu mama tanya Monic lupa terakhir haidnya kapan",


" Sudah sudah cepetan kamu masuk temani istrimu ", kata papa Mahendra menyela.


Kevin pun buru-buru masuk ke dalam ruang persalinan itu. Di sana nampak Monica yang tengah di temani mama Nabila tengah merintih kesakitan.


" Monic " panggil Kevin sambil mendekat.


" Kak Kevin sakit ", rengek Monica meraih jemari tangan suaminya.


" Tahan ya sayang demi anak kita ", kata Kevin sambil membelai lembut pipi Monica.


Saat Kevin tengah sibuk menenangkan Monica, terdengar suara panggilan dari handphone mama Nabila.


Buru-buru mama Nabila keluar dari ruangan dan mengangkat teleponnya.


" Tina ada apa ? ",


" Nyonya nyonya itu, non Dewi mengeluh perutnya sakit. Seperti non Dewi juga akan melahirkan nyonya. Cepetan nyonya pulang " kata Tina yang terdengar sangat panik.


" Iya tin saya pulang sekarang ",


" Ada apa bil ", tanya mama Yuni penasaran.


" Anu itu, sepertinya dewi juga mau melahirkan Yun "


" Hah ",


********


Kakak-kakak semua author punya novel baru yang berjudul


" MENGEJAR CINTA OM- OM GALAK "


Silahkan mampir ya, semoga kalian suka.

__ADS_1


Yang ingin mampir caranya tinggal klik profil author.


Terima kasih 😊


__ADS_2