
" Tuan Andrew saya ucapkan terima kasih banyak atas kesediaan anda bekerja sama dengan perusahaan kami ", kata Devan menjabat tangan rekan bisnisnya.
" Sama-sama mister Devan, saya yakin kerjasama kita kali ini akan mendatangkan kesuksesan besar ", jawab mister Andrew yakin.
" Kalau begitu saya permisi dulu mister Devan, saya harus segera mengejar jadwal penerbangan saya ",
" Baiklah tuan Andrew, hati-hati di jalan ", kata Devan yang di angguki mister Andrew ramah.
Devan yang lega karena berhasil mendapatkan proyek kerjasama itu segera mendudukkan kembali tubuhnya. Di sesapnya kopi hitam yang sedari tadi tidak sempat ia minum.
Saat tengah menikmati kopi hitamnya, tiba-tiba Devan dikejutkan dengan panggilan telepon.
"Mamah "gumam Devan yang kemudian mengangkat panggilan telepon itu.
" Halo mah ada apa ? Apa Monic sudah melahirkan ?
" Belum Van, Monic belum melahirkan. Tapi istrimu yang sekarang mau melahirkan ", kata mama Nabila sedikit panik. Pasalnya mantu dan putrinya itu kini tengah berjuang untuk melahirkan.
" Maksud mama apa ? ",
" Astaga Van kenapa kamu jadi lemot begini. Istri kamu Dewi mau melahirkan devann ", pekik mama Nabila di seberang telepon.
" Apa ",
Devan tidak lagi bertanya pada sang mama, ia segera berlari menuju mobilnya.
" Elena kamu kembali ke kantor naik taksi saja. istri saya mau melahirkan ", teriak Devan sambil berlalu pergi.
" Baik pak ",
Devan segera melajukan mobilnya ke rumah sakit yang di beritahukan sang mama. Rumah sakit tersebut tidak sama dengan tempat Monica, karena Dewi akan melahirkan di rumah sakit tempat ia melakukan pemeriksaan kandungannya selama ini.
Hampir tiga puluh menit, akhirnya Devan sampai di parkiran rumah sakit. Dari jauh nampak mbak Tina yang tengah menunggunya.
" Tuan Devan, mari saya tunjukkan di mana nyonya sekarang ", kata Tina yang di angguki Devan cepat.
Setelah sampai di depan ruang persalinan, buru-buru Devan masuk ke dalam. Ia sampai mengabaikan keberadaan papa rehan di sana.
Brak
" Sayang ", panggil Devan dengan nafas ngos-ngosan.
" Van, sini temani istri kamu ", kata mama Nabila sambil berlalu keluar ruangan.
Devan segera mendekati sang istri yang tengah kesakitan merasakan kontraksi diperutnya.
Ternyata Dewi masih pembukaan empat, kata dokter mungkin masih dua jam lagi untuk sampai pembukaan lengkap.
Setelah menahan sakit hampir dua jam, akhirnya pembukaan Dewi sudah lengkap. Dokter segera bersiap-siap untuk melakukan tugasnya.
Dan beberapa saat kemudian terdengar suara tangis bayi yang menggema di ruangan itu.
Oe oe oe oe
" Selamat pak Devan, putri bapak dalam keadaan sehat dan sangat cantik seperti mamanya ",
" Terima kasih dok ", ucap Devan seraya tersenyum ramah. Ia kembali menoleh pada istrinya yang terlihat masih kelelahan.
" Makasih sayang ", kata Devan sambil mengecup kening Dewi dengan sayang.
*
*
Di tempat lain Kevin yang tengah menemani Monica terlihat begitu kawatir. Istrinya itu terus saja memekik kesakitan sambil mencengkram kuat tangannya.
" Kak sakit ",
" Ya sayang Kaka ngerti, sabar ya ada kakak di sini ",
" Tapi ini sakit banget kak, Monic gak tahan ",
" Dokter ini istri saya gimana ? ", Kevin jadi bingung dan panik tidak karuan.
Dasarnya Monic yang memang tidak tahan dengan rasa sakit itu terus saja berteriak kesakitan.
" Sebentar ya pak, saya periksa dulu ", kata dokter itu sambil berjalan mendekati Monica.
__ADS_1
" Pembukaannya sudah lengkap pak, Baiklah nyonya Monica mari ikuti arahan saya ",
" Tari napas dan dorong ",
" Uhhhhh ", Monica mengejan sekuat tenaga sambil mencengkram tangan suaminya. Kevin yang merasakan perih karena cakaran Monica di tangannya hanya bisa meringis menahan sakitnya.
" Lagi ya nyonya, tarik napas dan dorong ",
Monica yang ingin lebih kuat mengejan langsung menggigit tangan Kevin dengan sangat kuat.
" Uuuuuuuhhhh ",
" Aaaaaaaaaa, sakit Monic ",
" oe oe oe oe ",
Teriakan Kevin dan Monica yang bersamaan itu membuat dedek bayinya langsung keluar wkwkwkwk.
" Selamat pak Kevin, putri bapak sangat sehat dan sangat cantik ",
" Terima kasih dok ", kata Kevin sambil meringis menahan sakit karena tangan yang di gigit Monica sampai meninggalkan jejak gigi.
" Kak, maafin Monic ", kata Monica merasa bersalah.
" Tidak apa-apa sayang, ini tidak seberapa jika di bandingkan perjuangan kamu. Terima kasih ", kata Kevin yang di angguki Monica pelan.
Di luar ruangan mamah Yuni yang melihat cucunya akan di bawa ke ruangan khusus bayi segera mengikutinya. Ia tidak lupa menelepon mama Nabila dan mengabarkan jika cucu mereka telah lahir.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Delapan tahun kemudian.
Nampak seorang anak laki-laki yang tengah menggandeng dua gadis kecil di kanan kirinya tengah memasuki rumah.
Vindra yang tumbuh menjadi anak lelaki imut dan tampan itu selalu saja di ikuti oleh kedua adiknya. Viola sang adik dan Olivia anak dari Monica.
" Mamah ", teriak vindra yang membuat Dewi yang tengah memasak di dapur langsung keluar.
" Astaga sayang, kenapa teriak-teriak " Tanya Dewi seraya mendekati putra sulungnya.
" Vio dan oliv bikin masalah lagi ", adu vindra dengan kesal.
" Vio kan cuma mau ikut main kak vindra mah ",
" Oliv juga ",
" Tapi Kakak mau bersepeda dengan teman-teman kakak ",
" Lalu apa susahnya vindra. Kamu kan bisa mengajak mereka bersepeda juga ", kata Dewi mencoba menengahi.
" Tapi mereka ingin aku bonceng semua mamah. Vindra nggak bisa, dan mereka malah bertengkar ",
" Astaga ", kata Dewi sambil mengelus dada.
Setiap hari selalu ada aja drama antara anaknya dan anak Monica. Kedua gadis kecil itu selalu berebut ingin memiliki sang kakak. Vindra yang di buat kesal setiap hari selalu merengek pada mamanya.
" Vio, olive kalian tidak boleh begini terus. Biarkan kak vindra bermain dengan teman-temannya. Kalian berdua kan bisa bermain bersama, masak anak perempuan mainnya sama anak cowok ", bujuk Dewi.
" Nggak mau pokoknya vio mau sama kak vindra titik "
" Oliv juga titik ",
" Astaga ", bila sudah begini Dewi hanya bisa memanggil suaminya. karena anak perempuannya itu begitu dekat dengan sang papa.
*
*
Malam harinya Monica dan Kevin di undang sang mama untuk makan malam. Mamah Nabila ingin merayakan kehamilan kedua putri bungsunya itu.
" Selamat ya Monica atas kehamilan keduanya. Nggak ngidam aneh-aneh kan ", goda Dewi pada adik iparnya.
" Gak aneh-aneh kok kak, cuman minta liburan ke luar kota tiap minggu ", ledek Kevin yang langsung di hadiahi cubitan dari Monica.
" Aduh, sakit yang ",
" Syukurin ", kesal Monica menahan malu.
__ADS_1
Mereka semua sampai melongo mendengar ucapan Kevin barusan.
" Luar biasa " kata Devan sambil geleng-geleng kepala.
" Sungguh ngidam yang mahal ", imbuh Alex sambil bertepuk tangan.
Monica yang di ledeki oleh kedua kakaknya hanya bisa cemberut menahan kesal.
" Kalau kamu kapan nambah anak lagi Van " tanya sang mama.
Belum juga Devan menjawab, suara vindra sudah menyela dengan kencang.
" Jangan ",
Teriakan vindra membuat semua orang menoleh padanya.
" Jangan kenapa vindra ? ", tanya mama Nabila pada cucunya.
" Vindra gak mau punya adik lagi ", rengek vindra sambil memegangi tangan mamanya.
" Kenapa ? "
" Vindra gak mau di ikuti terus kemana-mana. Vio dan Oliv saja sudah cukup vindra gak mau lagi, gak mau huaaaa ",
Mendengar alasan vindra, membuat semua orang langsung tertawa.
*
*
Di dalam kamar mewah bernuansa putih itu nampak Devan dan Dewi yang tengah saling berpelukan.
" Mas, makasih sudah memberi banyak kebahagiaan buat Dewi ",
" Sama-sama sayang. Kamu juga telah memberikan banyak kebahagian buat mas " kata Devan mencium kening Dewi dalam.
" Yang ",
" Hmm",
" Yuk bikin dedek ",
" Masih jam sembilan mas ",
" Nggak apa-apa yang. malah bisa makin lama, ya ya ya ",
Dewi yang tidak bisa menolak hanya menganggukkan kepala. Devan yang mendapat persetujuan dari sang istri langsung senang. Ia segera mengungkung Dewi dan melahap bibir ranum milik istrinya.
Saat tangannya mulai meraba kemana-mana.
BRAAK BRAAK
" Papa, vindra sama vio mau bubuk bareng sama mama papa ",
Dewi yang mendengar teriakan kedua anaknya segera mendorong dada bidang suaminya. Devan pun hanya bisa pasrah jika sudah begitu.
Ceklek
Mamah
Papah
Teriak keduanya yang kemudian segera naik ke ranjang dan menghambur memeluk papa mamanya.
" Sayang banget sama kalian ", kata Devan sambil mengecupi anak-anak dan istrinya bergantian.
******** Happy ending********
Akhirnya novel cinta untuk majikan tampan selesai juga.
Terima kasih banyak buat semua pembaca novel author ini. Dukungan kalian sangat berarti sekali buat author agar lebih bersemangat dalam berkarya. Sekali lagi terima kasih banyak ya ππ
Dan author tunggu dukungan kalian di novel author yang lainnyaππ
*********
Novel ketiga othor sudah hadir. Judulnya MAAFKAN AKU MAS !
__ADS_1
Yuk mampir, dan jangan lupa dukungannya
Terima kasih ππ