
Hari ini Devan tidak berangkat ke kantor, ia ingin menemani istrinya seharian di rumah.
" Mas yakin mau menemani Dewi di rumah ? Bukannya di kantor lagi banyak kerjaan ? ", tanya Dewi yang tengah berada dalam dekapan suaminya. Saat ini keduanya tengah berpelukan di atas tempat tidur.
" Urusan kantor biar Kevin yang handle yang. pokoknya hari ini mas mau seharian meluk kamu di dalam kamar ", jawab devan sambil mengendus leher sang istri.
" Tapi Dewi sudah tidak apa-apa mas ? ",
" Mas gak peduli. Hari ini mas akan menemani istri tercinta dan calon anak papah ini di rumah seharian titik ",
Tentu saja Dewi merasa senang dengan keputusan Devan. Saat ini ia memang tengah menginginkan di temani suaminya itu. Entah kenapa kehamilannya yang semakin besar membuat Dewi semakin sulit jauh dari sang suami.
.
.
Di teras rumah nampak Monica yang tengah menunggu Kevin menjemputnya. Meski tadi sang bos sudah ijin tidak datang ke kantor, Kevin tetap menghampiri Monica untuk mengantar gadis itu ke kampus.
Terdengar deru suara mesin memasuki halaman rumah keluarga Aditama. Monik yang melihat mobil Kevin memasuki gerbang, segera bangkit dan berlari ke arah mobil kekasihnya. Buru-buru ia masuk ke dalam mobil, ketika melihat mamanya berada di samping rumah tengah merawat bunga anggreknya. Ia tidak mau sampai mamahnya itu menanyainya macam-macam.
Di sepanjang jalan keduanya sama-sama diam. Kevin yang ingin berbicara serius dengan Monica menghentikan mobilnya di area taman yang berada di pinggir jalan raya.
" Kenapa berhenti ? " tanya Monica heran.
" Mamah sudah tahu hubungan kita ", kata Kevin yang membuat Monica terkejut.
" Apa kakak yang memberi tahu ? ", Kevin pun menggeleng.
" Mamah kamu dan mamahku memergoki kita saat kita kencan di mall kemarin ",
" Apa jadi mamahku juga sudah tahu ", kata Monica shock. Kevin pun kembali mengangguk.
" Lalu apa yang terjadi selanjutnya ? ",
" Kakak meminta mama untuk melamar kamu dua Minggu lagi Monica ",
" Apa kakak bercanda. Dua Minggu terlalu cepat buat Monic kak. Monica belum siap, seharusnya kak Kevin membicarakan dulu semua ini dengan Monic ", protes Monica kesal.
" Lalu kamu butuh waktu berapa lama Monica, satu bulan, dua bulan ? ",
" Monic tidak tahu kak, yang jelas Monic tidak siap jika lamaran itu di laksanakan dua Minggu lagi ",
" Apa kamu belum yakin sama kakak Monic ", tanya Kevin menatap manik mata Monica.
Monica yang mendengar ucapan Kevin menatap balik kekasihnya itu dengan kesal.
" Bukan masalah itu kak, Monica yakin kakak adalah lelaki yang baik. Tapi monica juga butuh waktu untuk menyiapkan mental Monic kak, agar Monic siap mengarungi biduk rumah tangga bersama kak Kevin nantinya. Monic harap kak Kevin mau mengerti ", tampak sorot mata memohon dari manik mata bulat Monica.
Kevin yang tidak ingin memaksa kekasihnya, segera merengkuh monica ke dalam dekapannya. Ia mengecup pucuk kepala Monica dengan dalam dan lama.
" Baiklah kakak mengerti. Kakak akan kasih waktu kamu dua bulan untuk menyiapkan hati kamu. Setelah itu kamu tidak boleh menolak lagi niat baik kakak ini. Bagaimana ? "
Monica mendongak menatap wajah kekasihnya itu seraya mengangguk pelan.
__ADS_1
Kevin yang gemas langsung melayangkan kecupan di bibir mungil kekasihnya.
Cup cup cup
" Anak pintar ", goda Kevin.
" Ih kak Kevin selalu curi-curi kesempatan ", protes Monica memanyunkan bibirnya.
" Kenapa, tidak suka ",
Monica nampak diam sambil mengulum senyumnya.
" Tentu saja suka ", jawabnya sambil nyengir kuda.
" Dasar kamu ya ",
Kevin pun kembali menautkan bibirnya pada bibir Monica. Monica yang bahagia tidak menolak ciuman yang di berikan Kevin. Ia menyambut ciuman itu dengan mengalungkan kan kedua tangannya di leher sang kekasih.
Kevin dengan semangat menyesap kuat bibir manis yang menjadi candunya itu. Tangannya yang menganggur mulai merayap naik menelusup di balik kaos oblong Monica. Setelah menemukan gundukan kenyal yang masih berbalut kaca mata dada, ia mulai meremas benda kenyal itu dengan gerakan pelan.
Di sela-sela ciumannya, Monica melenguh merasakan getaran hebat pada tubuhnya saat benda kenyalnya di remas oleh sang kekasih. Kevin yang tidak melihat penolakan dari Monica, dengan gerakan pelan tangan Kevin mulai menelusup masuk ke dalam bra milik Monica. Jari nakalnya mulai mencari pucuk dari benda kenyal tersebut. Saat menemukannya, jari Kevin mulai bekerja memilin dan menarik pucuk buah dada kekasihnya itu.
Monica yang merasakan tubuhnya bak kesetrum segera mendorong dada bidang Kevin menjauh.
Buru-buru Monica merapikan kembali pakaiannya.
" ih kak Kevin mesum ", kata Monica dengan wajah memerah karena malu.
Keduanya pun akhirnya melanjutkan perjalanan menuju kampus Monica dengan saling diam karena malu.
🌸
🌸
Di kediaman Aditama.
Devan yang memutuskan seharian ini di rumah, nampak tengah sibuk menyuapi istrinya.
" Mas, Dewi bisa makan sendiri ", rengek Dewi merasa malu karena saat ini keduanya tengah berada di ruang makan.
" Malu sama siapa sayang ? sama mbak Tina, nanti biar mas suruh mbak Tina merem ",
" ish kamu ini mas ", kesal Dewi lalu memukul lengan suaminya pelan.
Setelah selesai menyuapi istrinya Devan mengajak Dewi ke taman samping rumah menemani sang mama merawat bunga anggreknya.
" Bagaimana wi, perut kamu gak sakit lagi kan ? tanya mama Nabila.
" Sudah nggak sakit kok mah ",
" Syukurlah kalau begitu.Trus kamu ngapain Van nggak ngantor ? ", tanya sang mama heran.
" Devan mau menemani istri Devan seharian mah. Devan merasa bersalah mah sama Dewi, Devan tidak bisa menjadi suami siaga saat Dewi kesakitan seperti kemarin ",
__ADS_1
Mendengar ucapan suaminya membuat Dewi terharu.
" Mas gak salah kok, lagian mas kan lagi kerja. Ya kan mah ? "
" Benar Van, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Kamu bekerja juga demi istri dan calon anakmu. Jadi gak usah terlalu kamu pikirkan. Pokoknya Kamu tenang saja mamah akan selalu menjaga istri kamu ini saat kamu berada di kantor ",
" Makasih ya mah ",
" iya sayang ",
.
.
Malam harinya, Kevin yang tengah membuka pintu rumahnya nampak terkejut mendapati mamah Yuni tengah duduk manis di ruang tamu.
" Vin, kamu dah pulang ",
" Iya mah ",
" Sini duduk Vin ", kata mamah Yuni menepuk sofa di sampingnya. Kevin pun menurut dan duduk di samping mamahnya.
" ini coba kamu lihat cincin yang mamah pilih bagus gak ? " tanya mamah Yuni antusias sambil memperlihatkan foto cincin pertunangan yang ia dapat dari temannya.
Kevin yang melihat itu nampak menghela nafas panjang.
" Pertunangannya di undur saja ya mah ",
" Kenapa ", tanya mamah Yuni heran.
" Monica meminta waktu untuk mempersiapkan dirinya mah. Dan kevin tidak mau memaksakan kehendak Kevin ",
Nampak jelas sekali raut kecewa dari sang mama. Namun bagaimana lagi, semua itu tidak bisa di paksakan.
" Berapa lama Vin ? "
" Mungkin satu sampai dua bulan lagi mah. Setelah itu Monica janji akan menerima semua keputusan Kevin ",
" Ya sudah tidak apa-apa, mamah mengerti. Kamu juga harus sabar, Monica masih sangat muda Vin, wajar kalau dia perlu waktu untuk berpikir ", kata mama Yuni mencoba menyemangati putranya.
" Iya mah ",
" Ya sudah kamu mandi dulu gih, mama mau siapkan makan malam dulu ",
Kevin pun berlalu masuk ke dalam kamar. Ia melempar tubuhnya yang lelah itu terlentang di atas kasur. Bibirnya mengulas senyum samar mengingat kejadian tadi pagi di dalam mobil. Ia tidak menyangka akan senekat itu menjamah tubuh sang kekasih.
" Menyentuh sedikit saja rasanya begitu nikmat apalagi ",
" Astaga ", Kevin segera meraup wajahnya kasar guna menghilangkan pikiran mesumnya. Ia benar-benar tidak menyangka akan jatuh pada pesona seorang Monica.
like dan komennya ya kak, author tunggu
Terima kasih ☺️
__ADS_1